Model baru ini diharapkan dapat berkontribusi pada modernisasi manajemen perkotaan, meningkatkan transparansi, dan mengatasi masalah lama berupa penyerobotan trotoar.

Distrik An Dong telah menerapkan perangkat lunak manajemen trotoar yang terintegrasi dengan peta digital untuk mengelola lokasi bisnis, area parkir, dan area yang diizinkan untuk penggunaan sementara jalan dan trotoar. Semua data didigitalisasi, sehingga memudahkan pihak berwenang untuk memantau, memperbarui, dan menangani pelanggaran, menggantikan metode manajemen manual sebelumnya.
Sistem ini memungkinkan warga dan pelaku usaha untuk mendaftar penggunaan trotoar secara daring, mencari informasi, dan melakukan pembayaran elektronik. Setiap lokasi diberi kode identifikasi unik untuk keperluan inspeksi, pemantauan, dan untuk mencegah kehilangan pendapatan.
Perwakilan setempat menyatakan bahwa penerapan teknologi akan membantu meningkatkan transparansi dalam pengelolaan perkotaan dan mengurangi beban pada lembaga penegak hukum.

Bersamaan dengan itu, wilayah tersebut juga menerapkan model pengumpulan biaya parkir tanpa kontak. Dengan demikian, warga dapat memindai kode QR atau membayar melalui aplikasi elektronik tanpa perlu kontak langsung dengan petugas penagih biaya. Kamera dan perangkat lunak akan secara otomatis merekam waktu masuk dan keluar kendaraan untuk menghitung biaya secara akurat.
Salah satu fitur penting adalah sistem ini beroperasi hampir sepenuhnya secara otomatis, mulai dari identifikasi kendaraan dan pencatatan waktu parkir hingga pemrosesan pembayaran. Hal ini mengurangi biaya tenaga kerja, meminimalkan kesalahan operasional, dan memberikan kemudahan bagi warga. Data pengumpulan biaya juga terhubung ke lembaga pengelola untuk pelacakan pendapatan secara real-time.
Mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pengelolaan trotoar dan parkir dipandang sebagai langkah yang tepat dalam peta jalan pengembangan kota pintar Kota Ho Chi Minh. Selama bertahun-tahun, pengelolaan trotoar dan jalan di kota ini telah menjadi tantangan karena adanya pedagang kaki lima, pelanggaran trotoar, dan hilangnya pendapatan dari biaya penggunaan sementara. Model yang diterapkan di distrik An Dong diharapkan dapat menjadi dasar untuk replikasi di daerah lain jika terbukti efektif.
Sumber: https://baogialai.com.vn/phuong-an-dong-tien-phong-quan-ly-via-he-bang-phan-mem-so-post587134.html








Komentar (0)