Saat Anda mengonsumsi daging, ikan, telur, susu, kacang-kacangan, atau biji-bijian, tubuh Anda tidak langsung menyerap protein dalam bentuk utuh. Protein dipecah oleh enzim di lambung dan usus kecil menjadi rantai protein yang lebih kecil dan asam amino individual. Usus kecil kemudian menyerapnya ke dalam aliran darah, menurut situs web kesehatan Healthline (AS).

Pola makan seimbang harus mencakup protein nabati dan protein hewani.
FOTO: N. Quy dibuat menggunakan AI
Oleh karena itu, ketika kita mengatakan bahwa suatu protein lebih mudah diserap, biasanya hal itu berkaitan dengan dua faktor. Pertama, tingkat efisiensi pencernaan protein tersebut. Kedua, jumlah asam amino esensial yang benar-benar dimanfaatkan tubuh setelah pencernaan. Kemampuan untuk menyerap asam amino esensial ini dinilai menggunakan indeks DIAAS.
Sumber protein hewani memiliki keunggulan.
Sumber protein hewani seperti telur, susu, ikan, ayam, dan daging sapi umumnya memiliki keunggulan dalam hal daya cerna dan komposisi asam amino. Hal ini karena sumber protein tersebut mengandung kesembilan asam amino esensial dalam proporsi yang cukup seimbang. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh.
Selain itu, protein hewani cenderung memiliki struktur yang lebih mudah dicerna karena struktur proteinnya. Beberapa bukti penelitian menunjukkan bahwa protein susu memiliki skor DIAAS di atas 100, sedangkan banyak protein nabati memiliki skor yang jauh lebih rendah. Secara spesifik, skor DIAAS untuk susu sekitar 114, telur sekitar 113, dan dada ayam sekitar 108. Sebaliknya, pada tumbuhan, skor DIAAS untuk buncis sekitar 83, beras sekitar 59, dan gandum sekitar 40.
Ini bukan berarti tumbuhan kurang bergizi. Ini hanya menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, dengan jumlah protein yang sama, tubuh dapat memanfaatkan protein hewani lebih efisien daripada protein nabati.
Protein nabati seringkali lebih sulit diserap karena beberapa hambatan. Hal ini disebabkan oleh fitat, tanin, atau penghambat enzim pencernaan yang ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, dan benih. Zat-zat ini dapat menghambat proses pemecahan protein.
Tumbuhan umumnya kaya akan serat, komponen yang sangat bermanfaat untuk kesehatan usus. Namun, dalam beberapa kasus, serat dapat memperlambat laju pencernaan protein. Selain itu, banyak sumber protein nabati individual tidak mengandung semua asam amino esensial.
Tidak semua protein nabati berkualitas rendah.
Namun, tidak semua protein nabati berkualitas rendah. Beberapa sumber masih dianggap cukup baik. Kedelai adalah contoh utamanya, karena mengandung semua asam amino esensial dan jauh lebih mudah dicerna daripada banyak kacang-kacangan lainnya. Quinoa dan gandum hitam juga memiliki komposisi asam amino yang relatif seimbang.
Bagi vegetarian atau mereka yang ingin mengurangi konsumsi daging, masih ada banyak cara untuk memastikan asupan protein yang cukup. Misalnya, kacang-kacangan dapat dikombinasikan dengan biji-bijian utuh. Selain itu, sumber protein nabati yang kaya nutrisi seperti kedelai, lentil, buncis, dan kacang-kacangan harus diprioritaskan.
Menurut Healthline , bagi orang dewasa yang lebih tua, mereka yang melakukan olahraga intensitas tinggi, atau mereka yang sedang pulih dari sakit, menggabungkan protein hewani dan nabati seringkali membantu memenuhi kebutuhan nutrisi secara lebih efektif.
Sumber: https://thanhnien.vn/protein-dong-vat-va-protein-thuc-vat-loai-nao-de-hap-thu-hon-185260515194401136.htm








Komentar (0)