Kombinasi warna dan berbagai teknik melukis telah menjadikan kipas pernis Cina unik.
Belakangan ini, kipas pernis, yang dibuat dengan teknik khusus, semakin populer di Tiongkok. Dari Nanjing hingga Yangzhou, dari Suzhou hingga Xuzhou, mudah untuk melihat wisatawan memegang kipas pernis berbagai warna, mengambil foto di tempat-tempat wisata...
| Kipas pernis. (Sumber: Xiaohongshu) |
Hal ini membutuhkan ketangkasan, ketelitian, dan kreativitas.
Kipas berlapis pernis dibuat dengan tangan menggunakan kombinasi kipas genggam dan teknik pernis timbul – yaitu sifat pernis yang tahan air.
Bentuk seni ini berasal dari budaya pembuatan kipas dan kerajinan pernis tradisional pada masa Dinasti Han di Tiongkok.
Dibandingkan dengan tahapan teknis yang rumit pada pembuatan barang-barang pernis tradisional buatan tangan, kipas pernis jauh lebih sederhana dan membutuhkan proses yang lebih efisien.
Untuk membuat kipas pernis, Anda membutuhkan kipas tangan (kipas lipat atau kipas bundar) yang dipadukan dengan pernis alami dari pohon pernis – pohon gugur yang berasal dari Tiongkok selatan.
Pernis alami biasanya memiliki hasil produksi yang rendah karena satu pohon hanya dapat menghasilkan sekitar 10 kg pernis mentah sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, untuk menghemat biaya, beberapa bisnis memilih pernis kacang mete – pernis sintetis yang mengandung fenol dan metanol.
| Beragam pilihan warna pernis. (Sumber: Summer Kitchen) |
Dengan semua bahan yang dibutuhkan, pengguna cukup mengikuti langkah-langkah berikut: pilih warna cat favorit mereka dan teteskan ke dalam air, gunakan tongkat kayu untuk mengaduk cat hingga menyebar di permukaan air, celupkan kepala kipas ke dalam air, dan gerakkan kepala kipas secara perlahan.
Dengan gerakan riak air, permukaan kipas secara bertahap akan memperlihatkan pola-pola alam seperti bintang, langit, sungai, laut, gunung, dan lain sebagainya.
Orang Tiongkok menyebut proses pembuatan kipas pernis sebagai "menggunakan pernis sebagai kuas, menggunakan kipas sebagai kertas, setengah buatan manusia, setengah ilahi." Seni ini juga membutuhkan tangan yang terampil, ketelitian, kreativitas, dan imajinasi yang kaya.
Karena sifat aliran air yang tidak dapat diprediksi, para pembuat kipas pernis akan menciptakan kipas yang tidak berbeda satu sama lain. Ketidakpastian inilah yang membuat kipas-kipas ini istimewa dan menarik perhatian banyak orang.
Filosofi hidup "selaras dengan alam"
Terlihat jelas bahwa seni pembuatan kipas pernis mencerminkan gaya hidup dan filosofi dalam budaya Tiongkok. Sejak zaman kuno, filsafat Tiongkok telah menampilkan gagasan "mengikuti alam," yang dicontohkan oleh Lao Tzu - penulis Tao Te Ching, yang mengajarkan teori "Wu Wei" - yang berarti tidak melakukan apa pun, membiarkan segala sesuatu berjalan secara alami dan harmonis.
Lao Tzu menggunakan filosofi "tidak bertindak namun tidak ada yang dibiarkan terbengkalai" (kira-kira diterjemahkan sebagai tidak melakukan apa pun tetapi tidak melihat masalah, maka seseorang seharusnya tidak melakukan apa pun) untuk menggambarkan orang-orang yang memahami hukum langit dan bumi, hidup selaras dengan alam, dan memiliki pikiran yang tenang dan luas.
Menurutnya, agar manusia dapat hidup selaras dengan langit dan bumi, perlu "manusia mengikuti bumi, bumi mengikuti langit, langit mengikuti Jalan, dan Jalan mengikuti alam."
Demikian pula, dalam seni pembuatan kipas pernis, saat berlatih, pembuatnya perlu mengandalkan pergerakan air agar pernis dapat meresap ke permukaan kipas. Hanya setelah kipas diangkat dari air, pola-pola di permukaannya dapat terlihat dengan jelas.
| Proses mencelupkan kipas ke dalam cat pernis. (Sumber: Summer Kitchen) |
Setiap kipas memiliki gambar dan warna yang berbeda, dan cat pernis pada permukaan air harus diaplikasikan sesuai dengan arah aliran air agar mudah meresap dan memperindah kipas sederhana tersebut.
Mirip dengan kehidupan manusia, dalam pemikiran filosofis Lao Tzu, seseorang harus hidup dengan memahami hukum alam, tidak memaksakan sesuatu, dan dengan sepenuh hati melakukan yang terbaik tanpa mengharapkan hasil.
Popularitas kipas pernis yang berkembang pesat menunjukkan vitalitas kuat budaya tradisional Tiongkok. Banyak provinsi dan kota di Tiongkok kini secara aktif mempromosikan kipas pernis sebagai produk wisata budaya yang kreatif, unik, dan praktis.
Sumber: https://baoquocte.vn/quat-son-mai-san-pham-nghe-thuat-thu-cong-doc-dao-o-trung-quoc-272316.html








Komentar (0)