• Festival Tionghoa - jembatan budaya dan daya tarik wisata di Ca Mau.
  • Kepiting Cà Mau ludes terjual dalam dua hari pertama festival makanan di Kota Ho Chi Minh.
  • Memanfaatkan potensi pariwisata dari festival tersebut.
  • Melestarikan dan mempromosikan Festival Dewi Thien Hau bersamaan dengan pariwisata di Ca Mau.

Festival persembahan jubah Kathina bagi masyarakat Khmer adalah waktu yang penuh kegembiraan.

Karena hubungannya yang erat dengan Buddhisme Theravada, pagoda merupakan jantung dari festival-festival Khmer. Baik itu Chol Chnam Thmay (Tahun Baru), Sene Dolta (pemujaan leluhur), atau Ok Om Bok (pemujaan bulan), semua ritual penting berlangsung di bawah atap pagoda yang khidmat.

Upacara persembahan jubah Kathina berlangsung sekitar bulan September-Oktober menurut kalender lunar setiap tahun – sebuah ritual yang mengungkapkan rasa hormat tertinggi umat Buddha kepada para biksu setelah masa retret tiga bulan mereka, berdoa untuk cuaca yang baik dan kedamaian bagi desa. Ini adalah contoh khas festival yang terkait dengan ritual keagamaan. Persembahan tersebut tidak hanya mencakup jubah tetapi juga barang-barang penting, yang mencerminkan hubungan yang tak terpisahkan antara kehidupan religius dan sekuler.

Ritual memandikan patung Buddha selama perayaan Tahun Baru Chôl Chnăm Thmây tradisional masyarakat Khmer.

Festival-festival Khmer juga merupakan perpaduan antara agama dan pertanian, yang sering kali berlangsung selama peralihan musim, sebagai ungkapan rasa syukur kepada alam. Dewa matahari, bulan, dan air tidak hanya mewakili dunia spiritual tetapi juga mewujudkan aspirasi dan impian masyarakat untuk kehidupan yang makmur dan damai.

Upacara persembahan jubah Kathina adalah salah satu ritual penting dalam Buddhisme Theravada Khmer.

Tentu saja, festival ini tidak akan lengkap tanpa kegiatan budaya dan olahraga yang meriah yang menumbuhkan semangat kebersamaan. Di antaranya, lomba perahu Ngo dianggap sebagai raja olahraga sungai. Peluit, tabuhan gendang, dan sorak-sorai ratusan atlet, bersama dengan kayuhan dayung yang berirama, menciptakan suasana meriah yang tak terlupakan. Ini adalah ciri khas budaya tradisional yang unik dan indah, melambangkan kekuatan solidaritas komunitas. Selain itu, tarian Romvong yang anggun, Loi Protip (melepas lampion di air), dan pembangunan menara bunga Sla Tho juga merupakan bagian-bagian brilian yang menciptakan identitas yang berbeda.

Tari Sa-dăm, sebuah ciri khas unik masyarakat Khmer, sering ditampilkan selama festival dan hari libur tahunan.

Festival-festival masyarakat Khmer bukan hanya sekadar kesempatan untuk bersenang-senang, tetapi juga ikatan kuat yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, membantu generasi muda dan kelompok etnis lainnya untuk lebih memahami dan menghargai warisan budaya berharga masyarakat Khmer di Vietnam Selatan pada umumnya, dan wilayah paling selatan negara itu pada khususnya.

Warna-warna cerah festival Ok Om Bok - perlombaan perahu Ngo masyarakat Khmer di Vietnam Selatan.

De Ni - Danh Diep

Sumber: https://baocamau.vn/sac-mau-le-hoi-a126428.html