Suasana Tết (Tahun Baru Imlek) sangat ramai di Pasar Truoi.

Berjalan-jalan di sekitar pasar akhir-akhir ini, kita dapat dengan mudah merasakan suasana Tết (Tahun Baru Imlek) yang akan datang. Dari kios daging dan ikan hingga kios sayur dan barang dagangan umum, semuanya didekorasi oleh para pedagang sendiri. Lampion merah, pernak-pernik, dan bait-bait musim semi digantung rapi di depan kios, menciptakan suasana yang semarak namun nyaman. Warna merah lampion berpadu dengan tawa, sapaan ramah, dan suara-suara sambutan, menciptakan pasar yang modern sekaligus berakar kuat pada tradisi pedesaan.

Patut dicatat bahwa perubahan ini tidak hanya berasal dari upaya spontan masyarakat setempat, tetapi juga dari perhatian dan bimbingan yang cermat dari pemerintah daerah setelah penggabungan. Pemerintah langsung turun ke tingkat akar rumput, memberikan bimbingan, menata ulang kategori produk, merencanakan jalur, dan mengatur area perdagangan secara rasional. Hasilnya, Pasar Truoi saat ini tidak hanya lebih luas tetapi juga memenuhi kriteria beradab, bersih, indah, dan aman.

Jalan setapak di pasar telah diperlebar, menghilangkan bangunan liar, dan sampah dikumpulkan secara teratur. Kios-kios tertata rapi dalam barisan, sehingga memudahkan pembeli dan penjual. Perubahan-perubahan ini telah mendapat banyak persetujuan dan dukungan dari masyarakat setempat.

Ibu Ai Nhi, yang tinggal di desa Bac Trung, berbagi kegembiraannya:

"Beberapa tahun lalu, pergi ke pasar terasa ramai dan lembap. Sekarang, pasar telah ditata ulang, bersih, dan didekorasi dengan indah, sehingga pergi ke pasar terasa seperti pergi ke festival. Suasana Tet jauh lebih terasa."

Tidak hanya pembeli yang puas, tetapi pedagang kecil juga jelas merasakan manfaat dari perubahan ini. Ibu Kieu Nga, seorang pedagang daging yang sudah lama berjualan di pasar tersebut, mengatakan:

"Dengan bimbingan dari pihak berwenang tentang penataan ulang kios, dan para wanita bekerja sama untuk mendekorasi dan menjaga kebersihan, lebih banyak pelanggan yang datang. Bisnis berjalan dengan baik, dan semua orang dalam suasana hati yang baik."

Keceriaan itu terlihat jelas dalam setiap aspek interaksi sehari-hari. Perdebatan dan perselisihan soal tempat sudah tidak ada lagi; sebagai gantinya, ada rasa saling menghormati dan mendukung dalam perdagangan. Penjual ramah, pembeli santai, menciptakan lingkungan perdagangan yang bersahabat – inti dari semangat pasar yang berkelanjutan.

Musim semi di Pasar Truoi bukan hanya tentang warna-warni lampion dan bait-bait puisi, tetapi juga tentang semangat musim semi dalam benak masyarakat. Ini adalah transformasi dari kebiasaan berdagang yang spontan menjadi cara hidup yang beradab, dari pasar pedesaan yang sederhana menjadi ruang budaya komunitas.

Dapat dikatakan bahwa transformasi Pasar Truoi saat ini adalah hasil dari upaya bersama: kepemimpinan yang tegas dari pihak berwenang, respons antusias dari para pedagang, dan dukungan penuh semangat dari masyarakat. Semua ini telah berkontribusi dalam menciptakan pasar yang tidak hanya melayani kebutuhan jual beli tetapi juga menyebarkan kegembiraan dan harapan seiring datangnya musim semi.

Di tengah keramaian yang hiruk pikuk, lampion merah yang bergoyang tertiup angin sepoi-sepoi, dan suara tawa serta percakapan yang meriah, Pasar Truoi menjelang Tet (Tahun Baru Imlek) tampak seperti lukisan musim semi yang semarak – tempat di mana perubahan penampilan berjalan seiring dengan cara hidup yang beradab dan penuh welas asih dari masyarakat Truoi.

Ngo Cong Tan

Sumber: https://huengaynay.vn/kinh-te/sac-xuan-tren-cho-truoi-162890.html