Ketiga korban tewas adalah orang-orang yang sedang melakukan pengecekan keselamatan di jembatan tersebut. Tiga orang lainnya mengalami luka-luka.
Gambar televisi menunjukkan petugas penyelamat mencari di lokasi kejadian setelah sebagian besar jembatan runtuh ke jalan di bawahnya dekat jalur kereta api di pusat kota Seoul. Pejabat kota mengatakan para pekerja telah memperhatikan tanda-tanda ketidakstabilan pada struktur tersebut semalaman dan memutuskan untuk menghentikan pekerjaan pembongkaran pada pagi hari tanggal 26 Mei untuk memeriksa keamanan, saat itulah kecelakaan terjadi.

Lokasi kecelakaan. (Foto: Reuters)
Jembatan itu runtuh sore itu saat inspektur keselamatan berada di dalam struktur penyangga. Menurut petugas pemadam kebakaran, semua yang tewas dan terluka adalah pejabat tinggi dari dinas pekerjaan umum kota, bersama dengan seorang ahli dari sektor swasta yang ikut serta dalam inspeksi tersebut.
Jembatan layang tersebut dibangun pada tahun 1966 dan sedang dibongkar karena masalah keselamatan dan kerusakan struktural seiring waktu.
Korea Herald melaporkan bahwa petugas pemadam kebakaran pertama tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.38, hanya enam menit setelah menerima laporan. Pihak berwenang mengeluarkan status tanggap darurat Level 1 sekitar pukul 14.49, mengerahkan 62 personel dan 16 kendaraan ke lokasi kejadian.
Selain itu, lima ambulans dikirim dan sekitar 30 petugas polisi dikerahkan ke lokasi kejadian.
Tim penyelamat kemudian mengkomunikasikan langkah-langkah keselamatan kepada personel di lokasi kejadian sekitar pukul 14.42 dan melaporkan situasi tersebut kepada Pusat Manajemen Krisis Nasional dan lembaga terkait.
Layanan kereta api antara Stasiun Seoul dan Stasiun Sinchon dihentikan menyusul runtuhnya bangunan tersebut, yang memengaruhi jalur Gyeongui dan banyak layanan kereta api di sekitarnya. Setelah kecelakaan itu, dua kandidat utama dalam pemilihan walikota Seoul pada 3 Juni untuk sementara menangguhkan kegiatan kampanye mereka.
Perdana Menteri Kim Min-seok juga mengeluarkan arahan darurat setelah mendapat informasi tentang runtuhnya bangunan tersebut pada sore hari tanggal 26 Mei.
Bapak Kim menginstruksikan Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan serta Dinas Pemadam Kebakaran Nasional untuk mengerahkan seluruh personel dan peralatan yang tersedia untuk operasi penyelamatan. Beliau juga meminta instansi terkait untuk menyediakan personel dan peralatan yang diperlukan di lokasi kejadian dan untuk berkoordinasi penuh dengan pasukan penyelamat.
Selain itu, Perdana Menteri meminta agar fasilitas medis terdekat yang mampu menerima korban diidentifikasi dan agar pengangkutan korban luka dilakukan dengan cepat untuk meminimalkan korban jiwa. Pihak berwenang belum menentukan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Sumber: https://vtcnews.vn/sap-cau-vuot-o-han-quoc-khien-3-nguoi-thiet-mang-ar1020126.html








Komentar (0)