Pada tanggal 15 Agustus, di Hanoi , Pusat Arsip Nasional saya menyelenggarakan pameran daring "Tidak ada yang lebih berharga daripada kemerdekaan dan kebebasan."
Pameran ini memperkenalkan kepada publik dokumen-dokumen arsip dan ilustrasi berharga tentang perjuangan rakyat Vietnam selama hampir seabad di bawah penjajahan, serta perjalanan negara tersebut menuju kemerdekaan nasional selama 80 tahun terakhir. Menariknya, banyak dari dokumen ini akan dipublikasikan untuk pertama kalinya.
Pameran ini terdiri dari 3 bagian: Malam Gelap; Vietnam - negara yang tangguh; 80 tahun lagu kemenangan yang tak pernah pudar.

Pada kesempatan ini, Pusat Arsip Nasional I bekerja sama dengan Situs Peninggalan Presiden Ho Chi Minh di Istana Kepresidenan memperkenalkan buku "Istana Gubernur Jenderal Indochina di masa lalu dan Istana Kepresidenan saat ini."
Terletak di sebelah Lapangan Ba Dinh, bekas Istana Gubernur Jenderal Indochina - sekarang Istana Kepresidenan - dibangun pada tahun 1901-1906, awalnya digunakan sebagai kediaman kepala Federasi Indochina.
Pada tanggal 2 September 1945, proyek ini menyaksikan momen bersejarah lahirnya Republik Demokratik Vietnam.
Pada Oktober 1954, Hanoi dibebaskan. Presiden Ho Chi Minh beserta Pemerintah dan Komite Sentral Partai kembali ke ibu kota dari basis perlawanan Viet Bac. Beliau mengusulkan penggunaan Istana Gubernur Jenderal Indochina sebagai tempat bekerja dan menerima tamu dari Pemerintah dan Negara Vietnam. Sejak saat itu, bangunan tersebut berganti nama menjadi Istana Kepresidenan. Presiden Ho Chi Minh sendiri dengan rendah hati memilih sebuah rumah kecil di samping kolam ikan untuk tinggal dan bekerja.
Setelah Presiden Ho Chi Minh wafat, seluruh tempat tinggal dan ruang kerjanya di Istana Kepresidenan tetap dipertahankan utuh, sementara bangunan Istana Kepresidenan terus digunakan untuk menyelenggarakan upacara diplomatik serta kegiatan dalam negeri penting negara.

Dengan nilai sejarah dan budayanya yang tinggi, Istana Kepresidenan beserta seluruh Situs Reliknya ditetapkan sebagai Monumen Nasional Berkepentingan Khusus pada tahun 2009. Tak hanya itu, pada tahun 2017, Istana Kepresidenan juga terpilih sebagai salah satu dari 13 hunian terindah di dunia oleh majalah Amerika Architecture Digest.
Buku ini membahas ruang bekas Istana Gubernur dan Istana Kepresidenan saat ini dari berbagai sumber. Buku ini tidak hanya menggambarkan sejarah terbentuknya sebuah karya arsitektur, tetapi yang lebih penting, apa yang terjadi selama lebih dari satu abad keberadaannya di pusat ibu kota Indochina Prancis, yang kini menjadi Republik Sosialis Vietnam.
Buku ini disusun dalam bentuk cerita pendek disertai gambar-gambar arsip yang tentunya akan memberikan pemahaman kepada pembacanya, bukan saja tentang sebuah ruang arsitektur, tetapi juga tentang ruang sejarah, dari yang bergengsi sampai yang sakral, meringkas seluruh perjalanan perjuangan pembebasan bangsa dan membangun otonomi nasional.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/tai-lieu-luu-tru-tai-hien-dem-den-cua-dan-toc-truoc-cach-mang-thang-tam-post1055960.vnp
Komentar (0)