Menurut Khaosod , Kabinet Thailand telah menyetujui penghapusan program bebas visa 60 hari untuk warga negara dari lebih dari 90 negara dan wilayah, mengembalikan kebijakan ke batas masa tinggal 30 hari sebelumnya. Informasi ini diumumkan oleh Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Surasak Phancharoenworakul, pada tanggal 19 Mei.
Berbicara di Gedung Pemerintah , Surasak mengatakan Kabinet juga sepakat untuk menghapus ketentuan yang memungkinkan lebih banyak keuntungan visa dalam program saat ini, dan mengembalikan peraturan lama yang telah berlaku sebelumnya.

Sebelumnya, Thailand memperluas program bebas visa 60 hari kepada warga negara dari lebih dari 90 negara untuk mendorong pariwisata dan pemulihan ekonomi setelah pandemi. Baru-baru ini, pihak berwenang Thailand telah menyatakan kekhawatiran tentang beberapa warga asing yang mengeksploitasi kebijakan tersebut untuk tinggal jangka panjang atau bekerja secara ilegal.
Selain Thailand, Italia, Kanada, UEA, Prancis, Jerman, Swiss, dan Australia juga memperketat kebijakan pembebasan visa mereka untuk meningkatkan penyaringan dan keamanan bagi para pelancong.
Keputusan Thailand untuk menghapus program bebas visa 60 hari bagi warga negara dari lebih dari 90 negara dan wilayah diperkirakan tidak akan berdampak signifikan pada sebagian besar wisatawan Vietnam, karena rata-rata lama tinggal pengunjung Vietnam di negara itu biasanya hanya beberapa hari hingga sekitar satu minggu.
Namun, kebijakan baru ini, jika disetujui, dapat berdampak signifikan pada kelompok wisatawan yang perlu tinggal untuk jangka waktu yang lama.
Berbicara kepada media awal tahun ini, Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow menyatakan bahwa pada kenyataannya, wisatawan biasanya hanya membutuhkan 30 hari untuk menjelajahi Thailand. Mempertahankan batas 60 hari dapat dengan mudah menciptakan peluang bagi mereka yang mengeksploitasinya untuk tinggal lebih lama dengan tujuan yang tidak pantas.
Pada awal Mei, Airports of Thailand (AOT) secara resmi mengumumkan kenaikan 53% pada Biaya Layanan Penumpang (PSC) untuk penerbangan internasional, khususnya dari 730 baht menjadi 1.120 baht, efektif mulai 20 Juni 2026, setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan Thailand.
Penyesuaian kebijakan bebas visa, bersamaan dengan peningkatan biaya bandara, diperkirakan akan berdampak signifikan pada industri pariwisata dan mencerminkan upaya Thailand untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dan keamanan nasional.
Sumber: https://tienphong.vn/thai-lan-dung-mien-visa-60-ngay-post1844681.tpo







Komentar (0)