
Wisatawan di pantai di Pulau Phuket, Thailand, pada November 2024 - Foto: AFP
Pada tanggal 19 Mei, setelah berbulan-bulan pertimbangan, pemerintah Thailand mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri program bebas visa 60 hari, yang diperkenalkan untuk mendorong pemulihan pariwisata setelah pandemi COVID-19.
Terlepas dari upaya Thailand, jumlah wisatawan belum kembali ke tingkat sebelum pandemi. Sementara itu, perpanjangan masa bebas visa telah menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan, seperti peningkatan jumlah warga asing yang tinggal jangka panjang, terlibat dalam kegiatan bisnis ilegal, atau berpartisipasi dalam kegiatan kriminal.
Keputusan tersebut berarti bahwa peraturan untuk semua negara yang berpartisipasi dalam program ini akan kembali ke aturan imigrasi yang diterapkan sebelumnya, demikian kutipan pernyataan Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Surasak Phancharoenworakul, yang dimuat di Bangkok Post . Durasi masa tinggal bebas visa yang baru akan ditentukan berdasarkan negara masing-masing, dengan sebagian besar warga negara asing diizinkan tinggal maksimal 30 hari, sementara beberapa hanya diizinkan tinggal selama 15 hari.
Bapak Surasak tidak menyebutkan tanggal berakhirnya program pembebasan visa 60 hari tersebut, hanya mengatakan bahwa keputusan kabinet akan dikomunikasikan kepada semua instansi terkait.
Menurut program pariwisata Thailand saat ini, wisatawan dari lebih dari 93 negara, termasuk 29 negara Eropa di wilayah Schengen, Amerika Serikat, Israel, beberapa negara Amerika Selatan, dan negara-negara Asia seperti Tiongkok, Kamboja, Laos, dan Vietnam, dapat melakukan perjalanan hingga 60 hari tanpa visa.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan bahwa rencana pengurangan masa bebas visa merupakan bagian dari kampanye untuk memberantas kejahatan transnasional. Ia menegaskan bahwa Thailand tidak menargetkan negara tertentu.
Awal pekan ini, juru bicara pemerintah Thailand, Rachada Dhanadirek, juga mengatakan bahwa wisatawan membawa "manfaat, seperti meningkatkan perekonomian , tetapi program saat ini telah memungkinkan sebagian orang untuk mengambil keuntungan darinya."
Sektor pariwisata menyumbang lebih dari 10% PDB Thailand. Pemerintah Thailand memperkirakan akan menyambut sekitar 33,5 juta wisatawan asing tahun ini, meningkat dari hampir 33 juta tahun lalu.
Namun, data dari Kementerian Pariwisata Thailand menunjukkan bahwa jumlah pengunjung asing menurun sekitar 3,4% pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2015, dengan pengunjung dari Timur Tengah turun hampir sepertiga.
Sumber: https://tuoitre.vn/thai-lan-dung-mien-visa-60-ngay-with-du-khach-tu-93-nuoc-20260519172825868.htm








Komentar (0)