Dalam pertandingan ini, kedua tim menurunkan susunan pemain terkuat mereka. Untuk Spanyol, Simon dipilih sebagai kiper utama. Di lini tengah, Pedri bertugas mengendalikan tempo permainan. Di lini serang, Oyarzabal memainkan peran sentral, dengan duo muda berbakat Williams dan Yamal mengendalikan sisi sayap. Di sisi lain, Dembele dan Doue mengendalikan sayap, memungkinkan Mbappe untuk maju ke depan dalam tugas mencetak gol.

Dengan kualitas bintang-bintang terbaik mereka, kedua tim memulai pertandingan dengan gaya bermain yang penuh komitmen. Namun, dengan skuad pemain muda yang sedang dalam performa terbaik, Spanyol mengendalikan penguasaan bola. Pendekatan proaktif ini membuat kemenangan tak terhindarkan bagi Yamal dan rekan-rekan setimnya. Pada menit ke-22, dari serangan di sayap kanan, Yamal mengoper bola kepada Oyarzabal, yang menahan para bek dan dengan rapi memberikan umpan kepada Williams untuk tembakan jarak dekat, memberi Spanyol keunggulan 1-0. Melanjutkan momentum mereka, sebelum akhir babak pertama pada menit ke-25, Oyarzabal kembali memberikan assist yang luar biasa, memungkinkan Merino untuk menerobos dan mencetak gol dengan tembakan keras, meningkatkan keunggulan Spanyol menjadi 2-0 dalam 45 menit pertama.

Pada babak kedua, tepatnya menit ke-51, Williams memberikan assist kepada Yamal, yang berhasil lolos dan mendapatkan penalti. Menghadapi peluang emas ini, Yamal dengan tenang mengeksekusi penalti, mencetak gol penalti pertamanya dan memberi Spanyol keunggulan 3-0. Melanjutkan momentum mereka, pada menit ke-55, Pedri memulai serangan, menerima umpan dari Williams untuk mencetak gol, memperlebar keunggulan Spanyol menjadi 4-0.

Mbappe dan Yamal sama-sama mencetak gol, tetapi bintang muda itulah yang pantas berada di pertandingan final.