Pengadilan Rakyat Kota Ho Chi Minh mempercepat penyelesaian model pengadilan elektronik (e-court), dengan mempertimbangkannya sebagai solusi kunci untuk meningkatkan efisiensi operasional peradilan dan melayani warga serta bisnis dengan lebih baik dalam konteks transformasi digital nasional, serta memenuhi persyaratan untuk menangani sejumlah besar kasus dengan karakteristik yang semakin kompleks.
Menurut Bapak Quach Huu Thai, Wakil Ketua Hakim Pengadilan Rakyat Kota Ho Chi Minh, transformasi digital bukan lagi pilihan tetapi telah menjadi "faktor vital." Pengalaman praktis menunjukkan bahwa dengan volume kasus yang tinggi, memastikan kemajuan dan kualitas penyelesaian kasus menjadi sulit tanpa dukungan teknologi. Penerapan teknologi informasi telah berkontribusi untuk menghilangkan banyak hambatan dalam litigasi. Sistem manajemen elektronik membantu memantau kemajuan penyelesaian kasus secara real-time, sehingga dapat dengan cepat mendeteksi dan menangani kasus yang tertunda. Digitalisasi berkas dan dokumen secara signifikan mempersingkat waktu yang dihabiskan untuk meneliti dan memproses kasus, meningkatkan produktivitas hakim dan panitera.
Salah satu poin penting adalah bahwa transformasi digital telah berkontribusi pada peningkatan keterbukaan dan transparansi dalam kegiatan peradilan. Warga dan pihak yang berperkara dapat mencari informasi kasus dan melacak perkembangan proses melalui platform daring, alih-alih harus pergi langsung ke pengadilan seperti sebelumnya, sehingga menghemat waktu dan biaya serta menciptakan kondisi bagi masyarakat untuk memantau kegiatan peradilan.
Mengikuti arahan umum Pengadilan Rakyat Kota Ho Chi Minh, banyak unit bawahan telah secara proaktif menerapkan solusi transformasi digital yang sesuai dengan kebutuhan praktis mereka. Di antaranya, Pengadilan Rakyat Wilayah 1, Kota Ho Chi Minh, adalah salah satu unit terdepan dengan model pengadilan elektronik yang relatif sinkron. Unit ini telah menerapkan sistem manajemen internal dalam lingkungan digital, menangani seluruh proses mulai dari menerima permohonan, menetapkan kasus, hingga menyelesaikan dan memberikan hasil. Model ini tidak hanya meningkatkan efisiensi manajemen tetapi juga meminimalkan prosedur administratif dan mempersingkat waktu pemrosesan kasus.
Dalam upaya terus menyempurnakan model tersebut, Pengadilan Rakyat Wilayah 1 telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Global Technology-Telecommunications Corporation (GTEL) dan Trustsol Tech Joint Stock Company untuk mengembangkan solusi teknologi guna mendukung reformasi peradilan. Fokusnya adalah membangun sistem yang memungkinkan warga dan pelaku usaha untuk mengajukan permohonan secara daring, secara otomatis memverifikasi, mengkategorikan, dan mentransfer berkas ke pengadilan yang berwenang.
Bapak Nguyen Quang Huynh, Ketua Hakim Pengadilan Rakyat Wilayah 1, mengatakan bahwa penerapan platform digital akan membantu masyarakat dan bisnis melaksanakan prosedur litigasi dengan lebih nyaman, mengurangi waktu perjalanan, dan memastikan keakuratan serta transparansi dalam penanganan dokumen.
Bapak Dang Ngoc Tin, Wakil Direktur Jenderal GTEL, meyakini bahwa platform digital Pengadilan Rakyat Daerah 1 merupakan fondasi penting untuk mengembangkan solusi yang lebih baik, terutama di bidang keamanan siber dan perlindungan data.

Tran Nguyen Huan, Ketua Trustsol Tech Joint Stock Company, meyakini bahwa ekosistem pengadilan elektronik akan berkontribusi pada penyelesaian sengketa yang efektif, terutama di sektor kredit dan perbankan, sehingga mendukung stabilitas lingkungan bisnis.
Dalam praktiknya, implementasi transformasi digital telah terbukti tidak hanya menguntungkan pengadilan tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat.
Bapak Nguyen Van T. (Kelurahan Binh Tho), yang sebelumnya ikut serta dalam penyelesaian kasus perdata, berbagi: "Dulu, berurusan dengan pengadilan membutuhkan banyak perjalanan, membuang waktu dan uang. Sekarang, beberapa prosedur dapat dilakukan secara online, dan informasi dapat dicari melalui internet, sehingga jauh lebih nyaman."
Ibu Le Thi H. (Kelurahan Cau Ong Lanh) mengatakan bahwa menerima pemberitahuan dan dokumen secara elektronik menghemat waktu dan memudahkan penyimpanan serta pengambilan dokumen saat dibutuhkan. Beliau berharap di masa mendatang, layanan daring Pengadilan akan diperluas agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Menurut Wakil Ketua Hakim Pengadilan Rakyat Kota Ho Chi Minh, Quach Huu Thai, proses transformasi digital masih menghadapi beberapa kesulitan, seperti infrastruktur teknologi yang belum lengkap, beberapa perangkat lunak yang belum terintegrasi, dan keterbatasan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi. Tantangan-tantangan ini secara bertahap diatasi melalui peningkatan sistem, pelatihan yang lebih baik, dan peningkatan kesadaran di kalangan staf.
Dalam periode mendatang, sistem peradilan kota akan terus meningkatkan platform digital secara sinkron dan saling terhubung di semua tingkatan; mempromosikan digitalisasi catatan, menerapkan layanan publik daring, dan secara bertahap menerapkan kecerdasan buatan dalam kegiatan manajemen dan peradilan; serta memperkuat keamanan siber, keamanan informasi, dan perlindungan data pribadi di seluruh sistem.
Sebagai wilayah dengan beban kerja terbesar dan paling beragam di negara ini, pengalaman dari Kota Ho Chi Minh diharapkan menjadi dasar praktis yang penting untuk meneliti, menyempurnakan, dan mereplikasi model pengadilan elektronik di seluruh negeri, serta berkontribusi dalam membangun sistem peradilan yang modern, transparan, dan efektif yang melayani masyarakat di era digital.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/thanh-pho-ho-chi-minh-hoan-thien-mo-hinh-toa-an-dien-tu-post1099805.vnp








Komentar (0)