Mengingatkan tradisi, mendorong tanggung jawab
Pameran "95 Tahun Bendera Partai Menyinari Jalan", yang dibuka di Pusat Pameran Nasional bertepatan dengan perayaan Hari Nasional ke-80 di seluruh negeri, menarik puluhan ribu pejabat, anggota partai, veteran, mahasiswa, dan masyarakat umum. Daya tarik istimewa ini tak hanya berasal dari artefak, gambar, dan teknologi tampilan modern, tetapi juga dari pesan yang mendalam: 95 tahun ketahanan, kreativitas, dan kemenangan Partai Komunis Vietnam berkaitan erat dengan aspirasi bangsa untuk meraih kemerdekaan dan kebebasan.
Dalam rangka Pameran, Diskusi "Generasi Muda dengan Aspirasi Kemerdekaan dan Kebebasan Leluhur Kita" menjadi sorotan yang mengharukan. Berbagi cerita, kenangan, dan kenangan pertempuran para veteran, bersama dengan suara para ahli dan kaum muda, menciptakan gambaran multidimensi: tradisi kepahlawanan leluhur kita terus diwariskan kepada generasi muda masa kini untuk memasuki era baru dengan penuh percaya diri dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Sebagaimana Paman Ho sampaikan dalam suratnya kepada para siswa pada musim gugur 1945: "Apakah Vietnam akan menjadi jaya atau tidak sangat bergantung pada studi kalian." Delapan dekade telah berlalu, tetapi pesan itu masih relevan, menjadi seruan abadi bagi para pemuda Vietnam untuk merenungkan tanggung jawab dan aspirasi mereka sendiri demi membangun negara yang kuat, sejahtera, dan bahagia.
Menilik sejarah, sejak Partai pertama kali berdiri, banyak anak muda telah memikul tanggung jawab besar. Sekretaris Jenderal pertama, Tran Phu, baru berusia 26 tahun ketika ia mengambil alih kepemimpinan, tetapi ia mengabdikan diri dan berkorban demi revolusi. Kamerad Le Hong Phong menjadi Sekretaris Jenderal pada usia 33 tahun, Ha Huy Tap dan Nguyen Van Cu juga memasuki jajaran kepemimpinan tertinggi Partai di usia yang sangat muda dan secara heroik berkorban di penjara-penjara kolonial. Nama-nama Ly Tu Trong, Vo Thi Sau, dan ribuan anak muda patriotik lainnya telah menjadi simbol ketangguhan dan kegigihan, meninggalkan warisan spiritual yang tak ternilai bagi generasi mendatang.
Contoh-contoh ini menegaskan sebuah kebenaran: pahlawan tidak menunggu usia, dan setiap orang berhak untuk menghargai aspirasi. Masa muda adalah masa terindah untuk dedikasi, kreativitas, dan semangat "menerobos Truong Son untuk menyelamatkan negara" demi berkontribusi pada kemenangan besar bangsa.

Para veteran yang menghadiri pameran berbagi kenangan mengharukan mereka tentang tahun-tahun heroik. Bapak Nguyen Van Tan (Hanoi) mengenang tahun-tahun pertempuran yang berat, di mana setiap jengkal tanah dipertahankan dengan darah dan keringat. Beliau menekankan, "Nilai kemerdekaan dan kebebasan adalah apa yang perlu dipertahankan oleh generasi muda untuk membangun negara yang semakin kuat." Beliau berpesan kepada generasi muda saat ini untuk belajar dengan giat, melatih keberanian mereka, dan menghargai pengorbanan para leluhur, sehingga dapat terus membangun negara yang semakin kaya dan beradab.
Veteran Nguyen Van Huynh (Thai Binh) tersentuh ketika mengenang pertempuran sengit di Quang Tri pada tahun 1972, dan menegaskan bahwa pengorbanan tersebut sangat berharga untuk mencapai Perjanjian Paris dan mempertahankan kemerdekaan. Dalam pesannya kepada generasi muda, beliau menekankan bahwa kemerdekaan hanya bermakna jika dipertahankan dan dipromosikan melalui kerja keras, kreativitas, pengabdian kepada rakyat, dan pembangunan negara yang kaya dan beradab.

Veteran Pham Hong Cam (Hung Yen) tersentuh ketika mengenang hari-hari partisipasinya dalam kampanye bersejarah Ho Chi Minh. Sebagai relawan muda, ia dan rekan-rekannya berbaris ke Selatan, membawa serta aspirasi untuk membebaskan Selatan dan mempersatukan negara. Namun, di tengah sukacita kemenangan, ia juga merasakan pedihnya kehilangan ketika banyak rekan tetap berada di medan perang. Ia berharap generasi muda tidak akan pernah melupakan jasa para leluhur mereka dan menjunjung tinggi darah dan raga para pendahulu mereka.
Menurutnya, para pemuda masa kini perlu memupuk rasa cinta tanah air, siap mengabdi, serta menyumbangkan kecerdasan dan tenaga untuk menjaga capaian perdamaian, agar negara semakin maju dan sejahtera.
Kenangan ini tak hanya mengenang masa perang, tetapi juga menjadi pesan bagi generasi masa kini: kemerdekaan tidak datang begitu saja, melainkan harus dipertukarkan dengan darah dan nyawa jutaan rakyat. Oleh karena itu, menjaga kemerdekaan bangsa bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga tugas suci para pemuda di masa integrasi dan pembangunan.
Misi sejarah pemuda dan harapan untuk terus berlanjut, tanggung jawab untuk bersinar
Jika nenek moyang kita melindungi Tanah Air dengan senjata dan peluru, kini generasi muda melindungi kemerdekaan bangsa dengan pengetahuan, sains, dan teknologi, dengan aspirasi menguasai dunia maya dan meneguhkan karakter bangsa dalam "perang" tanpa senjata. Dalam konteks revolusi industri ke-4, tantangan untuk memastikan keamanan jaringan semakin besar.
Oleh karena itu, penguasaan teknologi, pemahaman terhadap kecerdasan buatan, data besar, dan transformasi digital oleh generasi muda tidak hanya merupakan kebutuhan pembangunan, tetapi juga bentuk baru pertahanan negara.

Menghadiri pameran tersebut, Nguyen Thuy Chi membawa perspektif baru saat memperkenalkan perusahaan sosial Touching Green - tempat para penyandang disabilitas bekerja, berkreasi, dan berkontribusi. Ia menyampaikan bahwa stan unit tersebut di pameran merupakan kesempatan istimewa bagi masyarakat untuk melihat semangat mengatasi kesulitan dan keinginan untuk berintegrasi dari mereka yang kurang beruntung. "Saya pikir kemerdekaan dan kebebasan bukan hanya kisah perang, tetapi juga hak untuk hidup setara, untuk berkontribusi, dan menegaskan nilai diri sendiri dalam masyarakat. Penyandang disabilitas, seperti semua orang lainnya, ingin bekerja, berkreasi, dan berkontribusi bagi negara."
"Dengan teknologi dan ekonomi digital, generasi muda dapat sepenuhnya menciptakan model-model baru yang manusiawi dan efektif, untuk mengubah semangat kemandirian menjadi kekuatan batin masyarakat," tegas Thuy Chi.
Bagi saya, keinginan untuk berkontribusi tidak membedakan keadaan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama generasi muda saat ini.
Nguyen Huu Quyen (Hai Duong) juga menyampaikan keprihatinannya tentang tantangan lingkungan dan tanggung jawab menjaga perdamaian serta pembangunan berkelanjutan. Ia percaya bahwa kemerdekaan saat ini tidak hanya terkait dengan kedaulatan wilayah, tetapi juga terletak pada kemampuan untuk mandiri secara ekonomi dan melindungi sumber daya untuk generasi mendatang.
"Saya merasa beruntung lahir di masa damai, belajar dan bekerja di negara merdeka. Namun, hal itu juga mengingatkan kita – generasi muda – untuk bertanggung jawab melestarikan lingkungan, melindungi setiap jengkal tanah, setiap sungai, agar Tanah Air tidak hanya merdeka, tetapi juga hijau, bersih, dan lestari. Jika para leluhur kita mengorbankan darah dan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan, maka generasi muda saat ini perlu mengorbankan kesenangan dan keegoisan mereka untuk bertindak demi lingkungan, demi pembangunan berkelanjutan," ungkap Quyen.
Bagi saya, patriotisme bukan hanya sekadar perasaan, tetapi juga tindakan nyata untuk membangun Vietnam yang kuat dan manusiawi.

Berawal dari cita-cita kemerdekaan dan kebebasan leluhur, generasi muda masa kini mengemban misi baru: membawa negeri ini ke era pembangunan yang beradab, bahu-membahu dengan kekuatan-kekuatan besar. Di era itu, pemuda adalah kekuatan inti – baik penguasa maupun pelopor yang kreatif.
Hal itu menuntut generasi muda untuk dibekali dengan pengetahuan yang mumpuni, memupuk cita-cita luhur, sekaligus memupuk moralitas, keberanian, dan rasa tanggung jawab sosial. Perjuangan membangun dan membela Tanah Air saat ini tidak hanya meneruskan tradisi patriotisme, tetapi juga merupakan proses menciptakan Vietnam yang kuat, sejahtera, dan bahagia—persis seperti yang diinginkan Paman Ho tercinta.
Melihat kembali halaman-halaman sejarah yang heroik dan mendengarkan kisah dari generasi ke generasi, dapat ditegaskan bahwa aspirasi untuk kemerdekaan dan kebebasan para leluhur kita telah, sedang dan akan terus dilestarikan dan dipromosikan oleh generasi muda Vietnam dalam keadaan apa pun.
Dari medan perang yang sengit hingga proses integrasi yang penuh tantangan, pemuda Vietnam selalu menunjukkan keberanian, dedikasi, dan aspirasi mereka untuk berkontribusi.
Di era baru, melindungi dan memajukan nilai-nilai kemerdekaan nasional tidak hanya sebatas mempertahankan kedaulatan wilayah, tetapi juga mencakup pelestarian identitas budaya, penegasan posisi nasional, penguasaan teknologi, pelestarian lingkungan, dan penciptaan masa depan. Itulah tanggung jawab suci dan kebanggaan generasi muda Vietnam saat ini.
Agar negara ini terus bergerak maju di jalur pembangunan, dibutuhkan suksesi generasi yang berkelanjutan – dari para veteran dengan kenangan indah hingga generasi muda yang penuh aspirasi. Dan tentu saja, api kemerdekaan dan kebebasan yang telah diupayakan dengan keras oleh para leluhur kita akan terus bersinar dalam jiwa para pemuda, menjadi kekuatan pendorong yang kuat untuk membangun Vietnam yang kaya, kuat, dan bahagia.
Sumber: https://nhandan.vn/the-he-tre-tiep-buoc-cha-ong-gin-giu-va-phat-huy-gia-tri-nen-doc-lap-dan-toc-post904863.html
Komentar (0)