
Volume perdagangan meningkat sebesar 17,7%
Menurut Bursa Dagang Vietnam (MXV), pada kuartal kedua tahun 2025, volume transaksi yang terhubung dengan dunia tumbuh secara mengesankan, hingga 17,7% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 30,73% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Menurut peringkat pangsa pasar untuk kuartal kedua tahun 2025 yang baru saja diumumkan oleh MXV, banyak nama-nama terkenal masih bermunculan, tetapi peringkatnya jelas berfluktuasi.
Dengan demikian, Perusahaan Saham Gabungan Perdagangan Komoditas Gia Cat Loi masih mempertahankan posisinya sebagai anggota dengan pangsa pasar terbesar di bidang pialang komoditas, dengan proporsi sebesar 37,64%. Sebagai salah satu anggota pertama dan memiliki skala kantor dan cabang terbesar di Vietnam, Gia Cat Loi masih mempertahankan posisi "terkemuka" dalam peringkat tersebut.
Di posisi kedua adalah Saigon Futures Joint Stock Company dengan pangsa pasar 14,82%. Di posisi ketiga adalah Ho Chi Minh City Commodity Trading Joint Stock Company dengan pangsa pasar 13%. Di posisi keempat adalah Hitech Finance Joint Stock Company dengan pangsa pasar 7,98%. Huu Nghi International Investment Company Limited juga langsung muncul di posisi kelima dengan pangsa pasar 5,22%.
Bapak Nguyen Ngoc Quynh, Wakil Direktur Jenderal MXV, menilai pasar perdagangan komoditas masih memiliki banyak potensi untuk dikembangkan, terutama dalam konteks banyaknya fluktuasi.
“Dengan strategi operasional yang tepat, upaya peningkatan kapasitas konsultasi dan analisis, investasi yang profesional dan sistematis, serta adaptasi yang baik terhadap fluktuasi pasar, akan banyak nama baru yang masuk dalam peringkat ini pada tahap akhir tahun 2025,” ujar Bapak Quynh.

Platinum terus memimpin volume perdagangan
Menurut MXV, pangsa pasar pialang dan volume perdagangan komoditas pada kuartal kedua tetap stabil, tanpa banyak perubahan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pasar berada dalam fase penyesuaian ringan, ketika investor masih tertarik pada komoditas yang familiar, dalam konteks tidak adanya faktor mendadak yang cukup kuat untuk menciptakan perubahan besar dalam strategi investasi.
Dari 10 komoditas yang paling banyak diperdagangkan di pasar Vietnam, platinum menjadi fokus utama. Pada akhir sesi perdagangan 26 Juni, harga platinum mencapai 1.399 USD/ons, menandai level tertinggi sejak September 2014. Komoditas ini masih menarik perhatian khusus investor dan terus menempati posisi teratas dengan menyumbang 21,08% dari total volume perdagangan.
Di posisi kedua adalah minyak kedelai dengan 17,77% volume perdagangan, karena harga minyak kedelai berjangka CBOT untuk bulan Juli secara resmi melampaui angka $1.200/ton, mencetak rekor tertinggi dalam hampir dua tahun.
Jagung dan gandum berada di posisi ke-3 dan ke-4, masing-masing menyumbang 11,42% dan 10,9% dari total volume perdagangan pasar. Kedua komoditas ini naik satu peringkat dibandingkan kuartal pertama tahun 2025.
Di sisi lain, harga kedelai turun tiga peringkat, berhenti di posisi ke-5, menyumbang 9,83% dari total volume perdagangan, turun tajam dari 17,7% pada kuartal pertama tahun 2025. Menurut data MXV, harga kedelai berjangka bulan Agustus turun ke level terendah dalam 2,5 bulan sebelum pulih.
Komoditas lain seperti tembaga mikro, bungkil kedelai, perak mikro, kopi Arabika, dan tembaga, menempati separuh sisa peringkat, dengan proporsi masing-masing 6,44%, 3,22%, 2,89%, 2,89%, dan 2,88%.
Pada akhir kuartal kedua, Indeks MXV cenderung sedikit meningkat dibandingkan kuartal pertama. Hal ini terutama disebabkan oleh pemulihan harga beberapa komoditas utama seperti energi (minyak mentah), logam (tembaga, aluminium), dan kopi. Sementara itu, harga produk pertanian (kedelai, jagung) tertekan penurunannya karena kondisi cuaca yang mendukung dan pasokan yang membaik.
Selain itu, pada kuartal kedua, jumlah total akun baru yang dibuka di MXV meningkat sebesar 44,87% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 dan meningkat sebesar 47,45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini juga mencerminkan minat investor terhadap pasar perdagangan komoditas.
Bagi saya pribadi, investasi komoditas merupakan pilihan yang menarik karena likuiditasnya yang tinggi dan kemampuannya menghasilkan keuntungan bahkan dalam kondisi harga komoditas naik maupun turun. Namun, untuk berinvestasi secara efektif, terutama dalam konteks ekonomi global yang volatil, investor perlu secara proaktif memperbarui faktor-faktor makroekonomi dan memantau informasi penawaran dan permintaan di pasar internasional dengan cermat. Hal ini membantu pengambilan keputusan yang tepat waktu, sehingga mengoptimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko,” ujar Bapak Nguyen Thanh An, seorang investor di Hanoi.
Di masa mendatang, para ahli memperkirakan bahwa harga bahan mentah akan terus berfluktuasi tajam, yang dapat menyebabkan perubahan signifikan dalam peringkat komoditas yang diperdagangkan secara global.
Sumber: https://hanoimoi.vn/thi-truong-hang-hoa-quy-ii-2025-giao-dich-hang-hoa-nguyen-lieu-soi-dong-708108.html
Komentar (0)