Harga smartphone baru terus meningkat karena kenaikan biaya chip prosesor.
Setelah bertahun-tahun persaingan harga yang ketat, pasar ponsel pintar memasuki fase penyesuaian baru karena biaya produksi terus meningkat. Salah satu alasan terbesarnya adalah kenaikan tajam harga semikonduktor dan chip prosesor, yang pada gilirannya mendorong kenaikan biaya pembuatan perangkat.

Pasar smartphone sedang mengalami pergeseran. Foto: Hoang Ha Mobile
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi besar terus berinvestasi dalam chip proses baru untuk meningkatkan kinerja, mengoptimalkan AI, dan meningkatkan kemampuan pemrosesan gambar pada ponsel pintar. Namun, meningkatnya kompleksitas pengembangan teknologi semikonduktor telah menyebabkan biaya penelitian dan produksi yang jauh lebih tinggi.
Selain itu, tekanan dari rantai pasokan global dan kebutuhan untuk mengintegrasikan lebih banyak fitur AI ke dalam perangkat juga berkontribusi pada peningkatan harga smartphone baru yang lebih cepat dari sebelumnya. Tren pasar menunjukkan bahwa banyak model unggulan kini telah melampaui harga 25-30 juta VND, sementara segmen kelas menengah secara bertahap menetapkan level harga baru.
Hal ini menyulitkan banyak pengguna biasa untuk memperbarui perangkat mereka, terutama pelajar atau mereka yang perlu mengganti perangkat mereka dalam jangka pendek.
Ponsel lawas kembali menarik minat pengguna.
Dengan semakin mahalnya harga ponsel pintar baru, pasar ponsel bekas mengalami peningkatan permintaan yang signifikan. Selain penghematan biaya, banyak konsumen kini lebih terbuka untuk membeli perangkat bekas karena kualitas yang lebih baik dan kebijakan garansi yang lebih transparan.
Banyak model unggulan lama masih menawarkan performa yang mumpuni, kamera berkualitas tinggi, dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan belajar, bekerja, atau hiburan selama beberapa tahun ke depan. Alih-alih menghabiskan puluhan juta VND untuk model terbaru, banyak pengguna memilih smartphone lama untuk mengoptimalkan anggaran mereka sambil tetap memastikan pengalaman pengguna yang stabil.
Menurut para peritel, tren ini semakin populer karena konsumen semakin memprioritaskan kegunaan praktis daripada peningkatan jangka pendek.
Pasar peralatan bekas bergeser ke arah model yang lebih profesional.
Meskipun sebelumnya ponsel bekas sering dikaitkan dengan kekhawatiran tentang kualitas atau risiko purna jual, pasar telah berubah secara signifikan karena pengecer besar telah mulai berinvestasi besar-besaran dalam proses inspeksi produk dan garansi.

Konsumen semakin memprioritaskan kemudahan penggunaan praktis. Foto: Hoang Ha Mobile
Di Hoang Ha Mobile, semua perangkat bekas menjalani pemeriksaan menyeluruh dari berbagai aspek sebelum dijual, termasuk tampilan, layar, baterai, kamera, speaker, mikrofon, konektivitas, dan kinerja keseluruhan. Setelah pemeriksaan, produk dikategorikan dengan jelas sesuai kondisinya untuk membantu pengguna dalam membuat pilihan yang lebih mudah. Sistem ini juga menawarkan garansi hingga 6 bulan dan mendukung penukaran jika terjadi kerusakan teknis. Hal ini memberikan ketenangan pikiran lebih kepada pengguna saat memilih smartphone bekas sebagai solusi hemat biaya sekaligus memastikan pengalaman pengguna jangka panjang.
Berdasarkan pengamatan pasar, banyak model smartphone bekas kini jauh lebih murah daripada yang baru, dengan diskon hingga 70% tergantung modelnya. Dengan anggaran sekitar 10 juta VND, pengguna kini dapat mengakses banyak model iPhone, Samsung Galaxy, atau Android unggulan yang lebih lama dengan konfigurasi dan performa yang stabil. Selain itu, program tukar tambah yang menawarkan diskon hingga 30% (maksimum 5 juta VND) juga mendorong permintaan untuk peningkatan perangkat selama periode harga smartphone baru yang tinggi.
Pengguna memprioritaskan nilai praktis.
Menurut para ahli ritel, kenaikan harga chip prosesor yang berkelanjutan dapat membuat harga smartphone baru tetap tinggi untuk masa mendatang. Hal ini dipandang sebagai pendorong utama pertumbuhan pasar ponsel bekas yang lebih kuat.
Yang perlu diperhatikan, tren memilih ponsel pintar bekas bukan lagi tren sementara, melainkan mencerminkan pergeseran pola pikir konsumsi teknologi pengguna di Vietnam. Alih-alih berfokus pada persaingan spesifikasi atau terus-menerus mengejar model terbaru, banyak orang sekarang memprioritaskan perangkat yang memenuhi kebutuhan spesifik mereka dengan harga yang wajar dan layanan purna jual yang andal.
Dalam konteks ini, pasar smartphone bekas diprediksi akan tetap dinamis, terutama di sistem ritel dengan proses inspeksi yang transparan dan kebijakan garansi yang jelas.
Sumber: https://congthuong.vn/thi-truong-smartphone-dien-thoai-cu-tro-thanh-lua-chon-dang-can-nhac-458817.html








Komentar (0)