* PREDIKSI PRA PERTANDINGAN
Di leg pertama, Filipina mengejutkan semua orang dengan tampil gemilang melawan Indonesia. Mereka menyerang dengan gigih, mencetak gol pertama, dan meraih hasil imbang di kandang sendiri. Bermain di lapangan rumput sintetis menjadi salah satu alasan tim Indonesia kesulitan. Di seri FIFA Days itu, mereka tidak sekuat sekarang ketika kalah telak dari Irak dengan skor telak 1-5.
Tim Indonesia (baju merah) bermain imbang dengan Filipina di leg pertama.
Namun kali ini, situasinya sangat berbeda. Tim Indonesia akan kembali ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, bermain di hadapan hampir 80.000 pendukung tuan rumah. Ini akan menjadi sumber motivasi yang besar bagi tim tuan rumah dan tekanan yang sangat besar bagi tim tamu. Dari segi kekuatan, tim Indonesia juga jauh lebih lengkap dengan skuad yang terdiri dari pemain-pemain naturalisasi berkualitas tinggi, yang tersebar di ketiga lini.
Mereka adalah Justin Hubner (bek tengah, Cerezo Osaka Club - Jepang), Nathan Tjoe-A-On (pemain sayap, SC Heerenveen - Belanda), Thom Haye (gelandang tengah, SC Heerenveen - Belanda), Ragnar Oratmangoen (penyerang, Fortuna Sittard - Belanda). Para pemain ini, bersama dengan pemain-pemain lokal seperti Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, Witan Sulaeman, Egy Maulana, atau Maselino Ferdinan, telah menjadi lebih kohesif dan serasi satu sama lain. Hal ini dibuktikan dengan dua kemenangan atas tim Vietnam di babak kualifikasi kedua Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2023 (mencapai perempat final).
Tim tuan rumah Indonesia berhak menentukan tiket ke babak selanjutnya.
Tim Filipina juga memperkuat skuadnya dengan banyak pemain naturalisasi seperti Patrick Reichelt (Jerman), Zico Bailey, Alex Monis (Amerika Serikat), dan Dylan Demuynck (Belgia). Namun, kualitas mereka tidak sebanding dengan pemain naturalisasi Indonesia. Mereka hanya bermain di Kejuaraan Nasional Malaysia, Divisi Pertama AS, MLS Next Pro (turnamen tim B), dan Divisi Kedua Belgia. Terlebih lagi, mereka belum punya banyak waktu untuk berlatih dan berkompetisi bersama.
Saat ini, tim Filipina sudah tidak memiliki target di babak kualifikasi kedua Piala Dunia 2026, sehingga dari segi hasrat, tim dari negara kepulauan ini juga lebih unggul dari lawannya. Oleh karena itu, jika tim asuhan pelatih Tom Saintfiet ini meninggalkan Gelora Bung Karno dengan setidaknya 1 poin, itu bisa dianggap sebagai "keajaiban". Dan ketika keajaiban itu terjadi, motivasi tim Vietnam untuk melawan Irak akan jauh lebih besar.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/world-cup-2026-indonesia-0-0-philippines-cho-doi-bat-ngo-tai-chao-lua-gelora-bung-karno-185240611114248763.htm
Komentar (0)