![]() |
| Pasar bunga musim semi di Pusat Konvensi Provinsi Dong Nai , Kelurahan Tan Trieu. Foto: NH |
Bukan hanya Ibu Yen, memajang bunga selama Tet (Tahun Baru Imlek) telah menjadi tradisi bagi banyak keluarga, sebuah ciri budaya yang familiar yang berkontribusi pada suasana yang semarak dan segar. Di luar nilai estetikanya, bunga Tet juga menyampaikan harapan baik untuk tahun baru yang makmur dan damai. Sementara di Utara, bunga persik merah muda yang cerah dianggap sebagai simbol keberuntungan dan menyambut hal-hal baik, di Selatan tidak bisa lepas dari warna kuning cerah bunga aprikot, yang melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Selain bunga persik dan aprikot, banyak keluarga juga memilih kumquat, krisan, gladiol, marigold, atau anggrek untuk dekorasi, menciptakan suasana musim semi yang segar dan hidup.
Menyajikan bunga selama Tet (Tahun Baru Vietnam) bukan hanya tentang mendekorasi rumah, tetapi juga tentang menunjukkan rasa hormat kepada alam dan keinginan untuk membawa keindahan bumi ke dalam ruang hidup. Setiap vas bunga dan setiap tanaman dalam pot dipilih dengan cermat, menyampaikan harapan untuk kesehatan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi keluarga.
Dalam kehidupan modern, meskipun Tet (Tahun Baru Vietnam) telah menjadi lebih sederhana bentuknya, tradisi menikmati dan memajang bunga selama Tet masih memainkan peran penting dalam melestarikan identitas budaya tradisional. Ini bukan lagi sekadar kesenangan pribadi, tetapi juga benang penghubung antara manusia dan alam, antara masa kini dan tradisi. Dan kehadiran bunga aprikot dan persik juga menandai datangnya musim semi yang baru.
NH
Sumber: https://baodongnai.com.vn/dong-nai-cuoi-tuan/202602/thu-choi-hoa-tet-ff467b8/








Komentar (0)