
Di Lapangan Trocadéro, area dengan pemandangan Menara Eiffel yang terkenal, ribuan wisatawan berkumpul dari pagi hingga siang untuk melihat-lihat, berfoto, dan bersantai di luar ruangan. Bus-bus wisata terus menerus menjemput penumpang, sementara banyak kapal pesiar di Sungai Seine hampir penuh dipesan. Di sepanjang tepi sungai dan di area taman Champ-de-Mars, suasana piknik, berjemur, dan aktivitas luar ruangan juga jauh lebih meriah daripada minggu-minggu sebelumnya.
Industri pariwisata Prancis berharap musim panas ini akan melanjutkan pemulihan yang kuat setelah Olimpiade Paris 2024 dan serangkaian acara budaya besar pada tahun 2025-2026. Acara seni publik, festival musik , dan pengalaman luar ruangan dipromosikan di Paris untuk memperpanjang masa tinggal pengunjung internasional dan meningkatkan konsumsi layanan.
Namun, seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan, Paris juga mulai menghadapi tekanan yang sudah biasa terjadi terkait lalu lintas, keamanan, dan pengelolaan kota. Di banyak stasiun kereta api utama dan area yang sering dikunjungi wisatawan internasional, polisi dan petugas keamanan telah dikerahkan dalam jumlah yang lebih banyak untuk mengendalikan pencurian, pencopetan, dan gangguan ketertiban umum lainnya selama musim puncak wisata.
Salah satu poin perselisihan terbesar saat ini adalah pertumbuhan pesat penyewaan jangka pendek seperti Airbnb. Di banyak lingkungan wisata, seperti Marais atau di sekitar pusat kota Paris, pemandangan wisatawan yang terus-menerus memindahkan koper mereka keluar masuk apartemen sewaan telah menjadi hal biasa. Otoritas Paris berpendapat bahwa ledakan ini mendorong kenaikan harga sewa dan mengurangi pasokan perumahan bagi penduduk setempat.
Dalam beberapa minggu terakhir, kota Paris telah meningkatkan inspeksi dan sanksi terhadap apartemen wisata yang beroperasi secara ilegal, sekaligus memperketat peraturan tentang pengubahan properti hunian menjadi akomodasi wisata jangka pendek. Perdebatan mengenai kualitas hidup perkotaan, lalu lintas, polusi, dan kepadatan wisatawan menjadi salah satu tantangan utama di awal pemerintahan baru Paris yang dipimpin oleh Walikota Emmanuel Grégoire.
Terlepas dari tekanan manajemen perkotaan, pariwisata tetap menjadi salah satu pilar ekonomi terpenting ibu kota Prancis. Restoran, kafe, layanan transportasi, ritel, dan hiburan memasuki periode tersibuk tahun ini. Di banyak area di sepanjang Sungai Seine dan di pusat bersejarah Paris, jumlah pelanggan yang memenuhi tempat duduk di luar ruangan telah meningkat secara signifikan sejak akhir Mei, bahkan sebelum dimulainya musim panas secara resmi.
Saat ini, Paris menghadapi tantangan tidak hanya dalam mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata terkemuka di Eropa, tetapi juga dalam menyeimbangkan perkembangan ekonomi pariwisatanya dengan tekanan yang semakin meningkat pada kehidupan perkotaan di kota berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa ini.
Sumber: https://baoninhbinh.org.vn/thu-do-nuoc-phap-buoc-vao-cao-diem-mua-du-lich-he-2026-260526161143691.html








Komentar (0)