Cu Chi bukan hanya situs bersejarah yang terkenal, tetapi juga surga kuliner , dengan banyak hidangan lokal yang tak terlupakan.
| Keunikan kuliner lokal Cu Chi telah lama menarik banyak wisatawan ke tanah yang heroik ini. |
Distrik Cu Chi (Kota Ho Chi Minh ), tempat yang dikenal sebagai "benteng besi," tidak hanya terkenal dengan sistem terowongannya yang digunakan selama perang perlawanan, tetapi juga dengan berbagai hidangan lezat yang dibuat dari bahan-bahan lokal.
Saat mendeskripsikan kulinernya, banyak wisatawan langsung memikirkan kata sifat seperti: "unik," "sangat lezat," dan "otentik." Spesialitas Cu Chi begitu berkesan sehingga setelah mencicipinya sekali saja, Anda pasti ingin kembali lagi.
Salad rebung dengan udang dan daging babi
| Salad rebung segar dengan udang dan daging babi. (Sumber: traveloka) |
Hidangan ini, yang berasal dari santapan keluarga, disukai oleh sebagian besar penduduk setempat karena rebung mudah disiapkan. Rebung yang dipilih harus segar dan direbus menggunakan teknik khusus untuk mencegah rasa pahit dan perubahan warna.
Siapkan daging perut babi dan udang kupas, campurkan dengan bumbu seperti bawang putih dan cabai untuk meningkatkan cita rasa, lalu aduk dengan saus ikan asam manis. Namun, banyak tempat juga memperbolehkan pengunjung mencelupkan bahan-bahan tersebut sendiri untuk mendapatkan cita rasa yang paling pas.
Singkong kukus
| Singkong rebus disajikan dengan saus garam wijen. (Sumber: traveloka) |
Mungkin terdengar biasa saja, tetapi singkong kukus adalah tradisi kuliner yang telah ada di Cu Chi sejak masa perlawanan terhadap penjajah asing hingga saat ini.
Singkong kukus dengan daun pandan dan garam wijen adalah hidangan yang wajib dicicipi bagi pengunjung di daerah ini. Hidangan ini memiliki nilai sejarah khusus, terkait dengan perlawanan rakyat Vietnam terhadap invasi Amerika, ketika singkong menjadi sumber makanan penting untuk mengatasi kelaparan.
Singkong kukus dicampur dengan santan yang sudah dimasak sebelumnya, menghasilkan hidangan yang lembut, harum, dan creamy dengan rasa manis yang halus yang disukai para penikmatnya. Hidangan ini sangat populer di daerah Terowongan Cu Chi.
Singkong tumbuk yang dibungkus kertas beras dan dicelupkan ke dalam saus ikan bawang putih dan cabai.
| Singkong tumbuk yang dibungkus kertas beras dan dicelupkan ke dalam saus ikan bawang putih dan cabai. (Sumber: traveloka) |
Salah satu hidangan unik yang hanya ditemukan di Cu Chi adalah singkong rebus yang dibungkus kertas beras dan dicelupkan ke dalam saus ikan bawang putih. Ini adalah hidangan istimewa yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di luar Cu Chi.
Persiapan hidangan ini dimulai dengan merebus singkong dalam air kelapa segar hingga empuk. Kemudian, singkong dihaluskan, dicampur dengan gula, garam, minyak bawang, dan bumbu lainnya untuk menciptakan cita rasa yang kaya.
Untuk menikmati hidangan ini, cukup ambil sesendok adonan singkong yang kenyal dan letakkan di atas kulit lumpia, lalu tambahkan sayuran segar, daging rebus cincang, atau udang tumis, dan celupkan ke dalam saus ikan bawang putih yang lezat. Perpaduan rasa singkong yang unik, kerenyahan kulit lumpia, kesegaran sayuran, dan cita rasa saus ikan bawang putih yang menggugah selera, singkong rebus yang dibungkus kulit lumpia dan dicelupkan ke dalam saus ikan bawang putih menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Daging sapi panggang dengan daun sirih.
| Daging sapi panggang dengan daun sirih. (Sumber: Tanah Emas Cu Chi) |
Bagi masyarakat Cu Chi, camilan yang sempurna untuk menemani minuman seringkali adalah daging sapi panggang yang dibungkus daun sirih, juga dikenal sebagai daging sapi yang dibungkus daun sirih, atau gulungan daging sapi yang dibungkus daun sirih. Bahan utamanya adalah daging sapi dan daun sirih, yang disiapkan dengan cara dipanggang, dan mungkin termasuk sedikit lemak sapi.
Ciri khas hidangan ini adalah daging panggang yang dibungkus daun sirih, yang menciptakan cita rasa yang sangat lezat. Hidangan ini dapat disantap dengan berbagai macam sayuran seperti selada, kemangi, mint, pisang mentah, mentimun, belimbing, dan dicelupkan ke dalam saus ikan fermentasi.
Daging sapi muda Cu Chi
| Daging sapi muda Cu Chi. (Sumber: Daging Sapi Muda Hong Dao) |
Hidangan paling terkenal di Cu Chi tak diragukan lagi adalah daging sapi muda. Daging sapi muda Cu Chi telah lama digemari karena rasanya yang lezat, dagingnya yang empuk dan harum. Daging sapi muda di sini disiapkan dengan berbagai cara, seperti: daging sapi muda yang dibungkus kertas beras, sup daging sapi muda dengan sayuran liar, daging sapi muda yang dicelupkan dalam cuka, nasi krispi dengan daging sapi muda rebus, daging sapi muda panggang, daging sapi muda panggang dengan biji wijen, dan lain sebagainya.
Di antara semuanya, daging sapi muda panggang yang dibungkus kertas beras dengan rempah liar adalah hidangan yang wajib Anda coba. Ini adalah hidangan sederhana, tetapi tidak akan mengecewakan. Terdiri dari daging sapi muda panggang yang sempurna yang dibungkus kertas beras dengan rempah liar dan saus celup spesial. Setelah Anda mencicipinya, Anda tidak akan bisa menolak perpaduan rasa yang harmonis.
Ayam panggang di atas arang
| Ayam panggang di atas arang. (Sumber: traveloka) |
Selain daging sapi muda yang terkenal, Cu Chi juga dikenal dengan hidangan ayam kampungnya yang lezat, di antaranya ayam bakar arang yang wajib dicoba. Ayam bakar arang ini memiliki cita rasa khas dari bumbu marinasinya yang dipadukan dengan aroma asap yang lembut, menghasilkan warna cokelat keemasan, kulit renyah, daging empuk yang tidak kering, dan rasa yang kaya dan menggugah selera. Saat dinikmati, ayam bakar arang sering dipadukan dengan kerupuk beras renyah dengan minyak daun bawang dan garam serai yang harum untuk menambah kenikmatan kuliner.
Salad nangka muda campur udang dan daging babi
| Salad nangka muda campur udang dan daging babi. (Sumber: traveloka) |
Berikut adalah hidangan khas Cu Chi lainnya yang tampaknya sederhana namun menawarkan pengalaman rasa yang luar biasa bagi pengunjung. Nangka muda yang dicampur dengan daging memberikan cita rasa yang lezat dan otentik. Karena nangka melimpah di Cu Chi, penduduk setempat telah memanfaatkannya untuk menciptakan hidangan-hidangan menarik ini.
Nangka muda yang dicampur dengan daging dan udang, dengan sedikit bumbu tambahan, siap disajikan. Hidangan ini bisa disantap dengan nasi putih atau sebagai camilan di pesta minum-minum.
Bubur babat sapi
| Bubur babat sapi. (Sumber: traveloka) |
Bubur urat sapi adalah hidangan lezat yang cocok untuk semua usia, terutama ibu hamil dan anak-anak, karena kaya akan nutrisi. Bubur ini menggabungkan kaki dan urat sapi yang dimasak dengan kacang hijau, kacang tanah, kacang putih, kentang, dan singkong. Saat bubur mendidih, tambahkan kangkung, daun jute, dan sawi untuk meningkatkan rasa dan nilai gizinya.
Udang hijau
| Udang air tawar raksasa. (Sumber: traveloka) |
Udang air tawar raksasa di Cu Chi dibudidayakan secara alami di sepanjang Kanal Dong dan Sungai Saigon, sehingga dagingnya sangat segar, lezat, dan kenyal. Saat mengunjungi Cu Chi, wisatawan harus mencoba hidangan ini. Udang air tawar raksasa sering diolah dalam berbagai hidangan seperti udang air tawar raksasa bakar, udang air tawar raksasa kukus, dan dalam sup panas...
Bun bo Cu Chi
| Sup mie daging sapi dari Cu Chi. (Sumber: traveloka) |
Sup mie daging sapi (Bún bò) mungkin sudah familiar bagi banyak orang, tetapi ketika Anda mencicipinya di Cu Chi, Anda akan langsung merasakan perbedaannya. Sup mie daging sapi Cu Chi terkenal dengan daging sapinya yang sangat empuk dan lezat, sesuai dengan reputasinya sebagai hidangan daging sapi khas daerah tersebut. Saat Anda mencicipinya, Anda akan merasakan perpaduan harmonis antara daging sapi segar dan lezat dengan kaldu yang kaya rasa. Disajikan dengan mie yang lembut, ini akan menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan bagi para pengunjung.
Bayam liar yang diasamkan
| Bayam liar Cu Chi disajikan dengan daging sapi kukus. (Sumber: traveloka) |
Acar bayam liar adalah makanan khas Cu Chi yang terkenal. Dengan rasa asam, renyah, dan menyegarkan, acar bayam liar merupakan hidangan yang unik dan menarik. Yang penting, bayam liar dibersihkan dan digunakan seluruhnya, tanpa bagian yang dibuang, sehingga memaksimalkan nilai tanaman tersebut. Daun dan pucuk muda sering diasamkan, menciptakan hidangan yang unik. Selain itu, bayam liar juga dapat digunakan dalam tumisan dengan bawang putih, sup asam, dikukus dengan ayam, atau dicampur dalam salad dengan ayam, udang, atau daging sapi…
Bubur belut dengan talas
| Bubur belut dengan talas. (Sumber: traveloka) |
Baru-baru ini, kuliner Cu Chi semakin populer dengan bubur belut dan talasnya. Hidangan ini lezat dan sangat unik, karena rasanya sangat berbeda dari bubur belut di Nghe An dan provinsi-provinsi utara lainnya. Bubur belut dan talas Cu Chi unik dengan kombinasi rasa pedas dan aromatik dari serai dan pasta udang. Bubur ini menggunakan daging belut yang manis, dan ketika dipadukan dengan talas yang dimasak hingga lembut, tercipta pengalaman kuliner yang benar-benar memikat.
Jus tebu durian
| Jus durian tebu. (Sumber: traveloka) |
Jus tebu sudah familiar bagi semua orang, tetapi kombinasi unik dan tidak biasa dengan durian atau kacang hijau hanya dapat ditemukan di Cu Chi. Cita rasa unik minuman ini adalah rasa jus tebu yang menyegarkan dipadukan dengan aroma durian atau kacang hijau yang kaya.
Saat melakukan perjalanan di sepanjang Jalan Raya Nasional 22 di Cu Chi, wisatawan akan melihat banyak tempat yang menjual jus tebu durian yang lezat. Ini juga merupakan salah satu makanan khas yang wajib dicoba oleh pengunjung setidaknya sekali.
Kertas nasi Cu Chi
| Kertas nasi Cu Chi. (Sumber: traveloka) |
Di Distrik Cu Chi, terdapat sebuah desa kerajinan terkenal yang dikenal dengan pembuatan kertas berasnya, yaitu Phu Hoa Dong. Penduduk setempat tidak dapat mengingat secara pasti kapan kertas beras Phu Hoa Dong pertama kali dibuat, tetapi kemungkinan besar lebih dari 50 tahun yang lalu. Warga menceritakan bahwa mereka melihat banyak orang membuat kertas beras sejak kecil, dan seiring waktu, kerajinan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi.
| Ikan gajah bakar dengan garam dan cabai. (Sumber: traveloka) |
Selain makanan khas lokal yang telah disebutkan di atas, saat mengunjungi Cu Chi, wisatawan juga dapat menikmati hidangan dengan cita rasa pedesaan yang khas seperti: ikan gabus goreng renyah, tumis loofah dengan daun kemangi, ikan gajah bakar dengan garam dan cabai, burung pipit bakar, dan lain-lain, yang semuanya sangat lezat dan menggugah selera.






Komentar (0)