Baru-baru ini, penyanyi Anh Thơ mengunggah video dirinya membawakan lagu "Cơn gió lạ" (Angin Aneh) , yang awalnya dinyanyikan oleh Phương Linh. Video tersebut menarik 100.000 penonton dan menerima lebih dari 90% komentar negatif.

Dapat dikatakan bahwa Anh Thơ adalah fenomena unik, karena memiliki lagu-lagu cover yang sangat sukses dan dipuji oleh kaum muda, sementara pada saat yang sama juga memiliki cover kontroversial yang membuatnya masuk dalam daftar penyanyi top "yang sebaiknya tidak menyanyikan lagu cover".

Bernyanyi seperti "pertempuran akan datang, badai akan datang"

"The Strange Wind" bukanlah penampilan cover dadakan, melainkan bagian dari proyek cover resmi Anh Thơ yang berjudul "Thơ hát tình ca" (Puisi Menyanyikan Lagu Cinta) , yang akan dirilis sepanjang tahun 2024.

Dalam proyek ini, dia membawakan lagu-lagu ringan dan pop seperti: "If I Could Choose," "The Day Before the Storm," "Finding the Dream Again," "Wild Flowers," "As If It Never Began ," dan lain-lain.

Kesamaan dalam versi cover lagu-lagu Anh Thơ adalah penggunaan teknik vokal yang berlebihan; mulai dari nada vokal hingga teknik, terutama hiasan dan jeda, semuanya tampak tidak tepat.

Versi "Strange Wind" memicu kontroversi.

Terlihat jelas bahwa pekerjaannya sebagai instruktur vokal dan kesuksesannya dalam musik rakyat dan musik revolusioner telah sangat memengaruhi gaya bernyanyi Anh Thơ.

Secara teknis, kemampuan menyanyinya sempurna. Namun, setiap genre musik memiliki semangat dan gaya ekspresi yang unik.

Dalam genre yang tidak memprioritaskan keterampilan teknis seperti musik pop, upaya Anh Thơ untuk mencapai nada yang sangat tinggi, dikombinasikan dengan nada vokal yang tidak cocok untuk musik pop, dapat dengan mudah menciptakan perasaan kasar, mengganggu, dan tegang bagi pendengar.

Sebagai contoh, dalam lagu "Strange Wind ," Anh Thơ memaksakan bagian chorus menjadi rangkaian yang panjang, bernada tinggi, dan bervolume keras, yang dapat melelahkan pendengar. Inilah juga mengapa cover lagu-lagu pop yang dibawakannya sering digambarkan sebagai "bernyanyi seperti sedang berkelahi atau badai."