Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Mencari teman untuk makan atau berbelanja bersama – sebuah tren baru di Korea Selatan.

Berteman secara online untuk berbagi makanan dan membeli barang dalam jumlah besar merupakan tren yang berkembang di kalangan anak muda Korea, karena kenaikan harga konsumen memberikan tekanan pada dompet mereka.

Báo Cần ThơBáo Cần Thơ28/04/2026

Restoran hot pot malatang pedas di Seoul menarik banyak anak muda. Foto: CGTN

Seorang wanita berusia 25 tahun bernama Park, yang tinggal di distrik Guro, Seoul, baru-baru ini mencari orang-orang yang memiliki minat serupa secara daring untuk berbagi hidangan "malatang"—hidangan hot pot pedas khas Tiongkok yang populer di kalangan anak muda Korea. "Makan malatang sendirian itu mahal, terutama jika ingin memesan lauk tambahan seperti babi asam manis atau terong goreng," kata Park.

Ia dengan cepat menemukan dua teman makan di Pasar Danggeun, sebuah platform daring untuk jual beli barang bekas dan kegiatan komunitas lokal. Mereka bertiga membagi tagihan secara merata, masing-masing membayar sekitar 13.000 won (lebih dari 230.000 VND), yang menurut Park, jauh lebih murah daripada makan sendirian.

Di Pasar Danggeun, sekelompok warga di Distrik Songpa, Seoul, memposting permintaan untuk berbagi tokbokki, yang menarik lebih dari 250 interaksi. Hidangan kue beras pedas ini biasanya disajikan untuk 2-3 orang per porsi, sehingga tidak praktis untuk dimakan sendirian karena harganya mahal dan berpotensi boros.

“Cari 3 atau 4 orang yang menyukai rasa ringan” atau “Ayo pesan makanan antar dan kemas dalam wadah masing-masing”… Postingan seperti ini seringkali menyebutkan waktu dan tempat yang tepat untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.

Tren membeli bersama tampaknya dibangun di atas budaya berbagi biaya pembelian dalam jumlah besar di pengecer seperti Costco Wholesale dan Trader's Wholesale Club.

Dalam beberapa tahun terakhir, rumah tangga yang hanya terdiri dari satu orang juga mulai beralih ke komunitas daring untuk membeli barang-barang konsumsi secara kolektif dalam jumlah besar, mendapatkan diskon, dan menghemat uang. Mereka bertemu, berbelanja, dan berbagi berbagai barang, termasuk tisu toilet, makanan ringan, buah segar, dan produk pembersih rumah tangga.

Upaya pengurangan biaya tersebut dilakukan seiring dengan terus meningkatnya harga konsumen. Alasan utamanya adalah lonjakan harga minyak global di tengah ketegangan yang berkelanjutan di Timur Tengah.

Menurut Kementerian Data dan Statistik Korea, harga konsumen pada bulan Maret naik 2,2% secara tahunan, menandai kenaikan paling tajam sejak Desember 2025, ketika inflasi berada di angka 2,3%. Misalnya, data dari Badan Konsumen Korea menunjukkan bahwa harga rata-rata kimbap (nasi gulung rumput laut), makanan pokok yang dikenal karena harganya yang terjangkau, adalah 3.800 won (sekitar 68.000 VND) per porsi pada bulan Maret, naik 7,4% secara tahunan.

Kenaikan harga pangan juga mendorong orang untuk mencari cara lain untuk menghemat pengeluaran makan, termasuk membawa bekal makan siang ke tempat kerja. Konten terkait persiapan makanan menjadi populer di platform seperti YouTube dan Instagram, di mana pengguna berbagi resep dan kiat hemat biaya.

Seorang pekerja kantoran berusia 26 tahun bernama Lee di Distrik Jung, Seoul, mengatakan bahwa membawa bekal makan siang sendiri ke kantor, sekitar tiga kali seminggu, telah menghemat sekitar 80.000-100.000 won per bulan. "Itu jumlah uang yang signifikan di masa-masa ketika segala sesuatu sangat mahal," kata Lee.

LE THU (Menurut The Korea Times)

Sumber: https://baocantho.com.vn/tim-ban-an-chung-mua-chung-xu-huong-moi-xu-han-a203304.html


Topik: Korea

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Pesona Lembut Warna

Pesona Lembut Warna

Melestarikan kekayaan waktu.

Melestarikan kekayaan waktu.

Laguna itu dipenuhi dengan aktivitas.

Laguna itu dipenuhi dengan aktivitas.