Pertama, peretas akan menyamar sebagai perusahaan terkemuka untuk mengirim email yang memberi tahu pengguna bahwa aplikasi dompet digital mereka saat ini sudah usang atau mengalami masalah dan perlu diperbarui. Email tersebut dilampirkan dengan tautan berbahaya yang mengarahkan pengguna ke situs web aplikasi palsu. Dengan cara ini, penyerang dapat melewati sistem peninjauan App Store dan Google Play.
Untuk menipu pengguna, situs web palsu akan menyalin seluruh logo dan antarmuka situs web asli, hanya mengubah nama domain sebanyak 1-2 karakter. Aplikasi penipuan ini termasuk imToken, Bitpie, MetaMask, Trust Wallet, TokenPocket, dll.
Selain itu, pelaku kejahatan sering menyebarkan tautan berbahaya di platform media sosial, menjanjikan pemberian mata uang kripto kepada mereka yang mengunduh aplikasi tersebut, sehingga memikat banyak orang ke dalam perangkap mereka.
Situs web dompet digital asli (kiri) dan situs web palsu.
Tujuan utama peretas adalah mencuri frasa mnemonik dari dompet mata uang kripto. Ini adalah rangkaian kata-kata yang tidak berhubungan, sepanjang 12-14 karakter, yang digunakan untuk memulihkan dompet jika hilang atau mengalami kerusakan.
Setelah mendapatkan frasa mnemonik, peretas menarik uang korban dan mentransfernya ke beberapa dompet yang berbeda. Tim riset Trend Micro menekankan bahwa jumlah uang yang telah dicuci oleh peretas bisa lebih dari $4,3 juta karena banyak kasus yang belum terdeteksi.
Selain itu, para penipu juga menjual sistem manajemen aplikasi mata uang kripto dan situs web berbahaya di Telegram. Mereka bahkan mengklaim dapat menyediakan versi palsu dari semua aplikasi dompet mata uang kripto sesuai dengan kebutuhan pembeli.
Untuk menghindari menjadi korban penipuan ini, pengguna sebaiknya hanya mengunduh aplikasi dari Google Play dan App Store. Jika Anda melihat perilaku mencurigakan pada suatu aplikasi, segera hentikan pembaruan dan hapus instalasinya.
Tautan sumber








Komentar (0)