Meskipun dianggap sebagai tim yang lebih kuat, Inter mengalami awal yang sulit melawan tim Como yang percaya diri yang dipimpin oleh Cesc Fabregas. Tim tuan rumah siap menyerang dan terus-menerus menekan pertahanan Inter.
Setelah beberapa serangan, Como memanfaatkan keunggulannya pada menit ke-36 ketika Alex Valle memanfaatkan bola rebound untuk membuka skor. Sebelum babak pertama berakhir, Nico Paz menggandakan keunggulan dengan penyelesaian yang tenang, menempatkan Inter dalam posisi sulit.
Namun, titik balik terjadi tepat sebelum jeda babak pertama. Marcus Thuram mencetak gol melalui tendangan voli untuk memperkecil selisih menjadi 1-2, membangkitkan kembali harapan bagi tim tamu. Di babak kedua, Inter meningkatkan tempo permainan dan dengan cepat membalikkan keadaan. Thuram menyelesaikan brace-nya beberapa menit setelah babak kedua dimulai, membawa pertandingan kembali imbang.
Momentum tersebut memungkinkan Inter untuk mendominasi sepenuhnya. Pada menit ke-58, Denzel Dumfries mencetak gol melalui sundulan keras untuk mengubah skor menjadi 3-2, sebelum melengkapi brace-nya dengan penyelesaian yang menentukan pada menit ke-72, memperlebar keunggulan menjadi 4-2.
Pertandingan tampaknya sudah diputuskan, tetapi drama terus meningkat. Pada menit ke-89, Lucas Da Cunha memperkecil selisih menjadi 3-4 dari titik penalti, membuat waktu tambahan menjadi sangat menegangkan. Como hampir mencetak gol peny equalizer ketika tendangan jarak dekat Jacobo Ramon membentur mistar gawang.
Meskipun demikian, Inter tetap teguh hingga peluit akhir dibunyikan. Tiga poin berharga itu membantu Nerazzurri memperlebar keunggulan mereka atas pesaing terdekat menjadi sembilan poin, membawa mereka lebih dekat ke gelar juara liga.
Sumber: https://znews.vn/tran-dau-nghet-tho-cua-thay-tro-fabregas-post1643034.html






Komentar (0)