Pada tanggal 26 Agustus, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi untuk membentuk badan penasihat tentang kecerdasan buatan (AI) untuk membantu negara-negara membuat keputusan terkait teknologi revolusioner ini.
Negara-negara anggota menyatakan kekhawatirannya bahwa laju pengembangan alat yang cepat dapat mendatangkan perubahan revolusioner tetapi juga menimbulkan banyak risiko bagi berbagai sektor, sehingga mereka sepakat pada bulan September untuk membentuk panel penasihat ahli yang terdiri dari para ilmuwan untuk mempromosikan dialog antar pemerintah tentang AI.
Dalam resolusi yang baru diadopsi, Majelis Umum membentuk sebuah badan bernama "Dewan Ilmiah Internasional Independen untuk AI". Dewan ini akan menerbitkan penilaian ilmiah berbasis bukti, mensintesis, dan menganalisis penelitian yang ada mengenai peluang, risiko, dan dampak AI. Badan ini akan beranggotakan 40 orang—personel khusus sedang dicari—untuk masa jabatan tiga tahun.
Resolusi ini juga mempertimbangkan dialog global tahunan antara pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya mengenai tata kelola AI. Para pihak akan membahas kerja sama internasional, berbagi pengalaman dan pembelajaran, serta tata kelola AI untuk mendukung dunia dalam mencapai Tujuan Pembangunan Global PBB, antara lain.
Sesi dialog pertama akan diadakan di Jenewa tahun depan, dalam rangka pertemuan puncak dunia tentang AI.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/tri-tue-nhan-tao-lien-hop-quoc-thanh-lap-hoi-dong-co-van-ve-ai-post1058222.vnp
Komentar (0)