(Dan Tri) - Pemilik tempat usaha tersebut mengaku, petasan tersebut tidak diketahui asal usul dan sumbernya, disamarkan sebagai permainan anak-anak "bawang putih peledak" dan dijual kepada siswa di gerbang sekolah.
Pada tanggal 18 Desember, Kepolisian Provinsi Dien Bien mengatakan bahwa Kepolisian Distrik Dien Bien baru saja memanggil Nguyen Thi X. (lahir tahun 1974), Vu Thi T. (lahir tahun 1991), Nguyen Thi L. (lahir tahun 1975), Hoang Thi T. (lahir tahun 1963) dan Hoang Thi T. (lahir tahun 1950).
Ini adalah 5 pemilik toko kelontong yang memperdagangkan petasan secara ilegal. Polisi telah menyita lebih dari 1.000 kotak petasan dari 5 pemilik tersebut, dengan berat 8,4 kg.
Polisi memanggil pemilik bisnis kembang api ilegal (Foto: Disediakan oleh Polisi).
Mayor Ho Quoc Viet, Wakil Kapten Tim Polisi Kriminal Kepolisian Distrik Dien Bien, mengatakan bahwa pada masa puncak penyerangan dan penindakan kejahatan dalam rangka pengamanan Tahun Baru Imlek 2025, satuan ini berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah kecamatan untuk melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap kejadian tersebut.
Pemilik tempat tersebut mengaku bahwa kembang api tersebut merupakan kembang api yang tidak diketahui asal usulnya, dengan warna-warna mencolok, dibuat dengan kedok permainan anak-anak yang disebut "bawang putih peledak", dan dijual kepada para siswa di gerbang sekolah.
Kembang api dijual dengan menyamar sebagai mainan anak-anak yang disebut "bawang putih peledak" (Foto: Disediakan oleh polisi).
"Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 137 Tahun 2020, masyarakat dilarang menyalakan petasan, tetapi hanya diperbolehkan menyalakan kembang api pada saat hari raya, tahun baru, ulang tahun, pernikahan, konferensi, pembukaan, hari jadi, serta kegiatan budaya dan seni."
"Khususnya, kembang api hanya dapat dibeli dari organisasi dan bisnis yang memiliki izin untuk memproduksi dan memperdagangkan kembang api, dan telah diberikan sertifikat kelayakan untuk keamanan dan ketertiban oleh badan kepolisian yang berwenang," tambah Mayor Ho Quoc Viet.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/phap-luat/trieu-tap-5-chu-tiem-tap-hoa-ban-phao-cu-toi-no-cho-hoc-sinh-20241218105222645.htm
Komentar (0)