Hal ini telah lama dianggap sebagai salah satu penyebab stres bagi siswa dan keluarga mereka.
Menurut pedoman baru, frekuensi ujian dikontrol secara ketat. Siswa kelas satu dan dua tidak akan mengikuti ujian tertulis. Untuk kelas-kelas SD lainnya, hanya satu ujian akhir semester yang diperbolehkan per semester. Di tingkat SMP, sekolah hanya diperbolehkan mengadakan satu ujian tengah semester dan satu ujian akhir semester per tahun ajaran. Perlu dicatat, ujian antar sekolah atau tingkat distrik dilarang untuk semua kelas selain kelas akhir.
Kementerian Pendidikan menekankan peningkatan kualitas daripada kuantitas ujian. Soal ujian harus mengikuti kurikulum dengan cermat, menghindari soal jebakan atau soal yang terlalu sulit. Sekolah tidak diperbolehkan membeli soal ujian jadi dari pasaran. Unit yang tidak memiliki kemampuan untuk membuat soal ujian sendiri harus menggunakan soal yang disediakan oleh lembaga pengelola pendidikan.
Selain itu, Kementerian telah menetapkan mekanisme untuk memantau lembar ujian. Setiap ujian harus ditinjau oleh setidaknya tiga orang untuk memastikan keakuratan, kepatuhan terhadap peraturan, dan nilai-nilai pendidikan yang sesuai. Hasil ujian tidak akan dipublikasikan dan tidak akan digunakan untuk pemeringkatan siswa.
Dalam periode mendatang, dinas pendidikan setempat akan memperkuat pelatihan guru tentang desain tes dan meneliti penerapan kecerdasan buatan dalam ujian.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/trung-quoc-giam-bai-thi-cho-hoc-sinh-post761632.html








Komentar (0)