Kebijakan tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober dan menandai reformasi besar pertama sistem visa China dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut China Central Television, visa K diperuntukkan bagi kaum muda di bidang sains , teknologi, teknik, dan matematika (STEM), terutama mereka yang telah lulus atau saat ini sedang melakukan penelitian atau mengajar di universitas dan lembaga penelitian bergengsi di dalam dan luar negeri.
Berbeda dengan 12 jenis visa yang sudah ada, visa K tidak mengharuskan pemohon untuk memiliki pemberi kerja atau organisasi penerima di Tiongkok dan menawarkan persyaratan tinggal yang lebih fleksibel.
Langkah ini mencerminkan ambisi Beijing untuk menjadi negara adidaya teknologi pada tahun 2035. Di tengah persaingan ketat dengan AS, Tiongkok meningkatkan pendanaan penelitian, kampanye perekrutan, dan program insentif untuk menarik talenta. Banyak universitas terkemuka di negara itu siap menawarkan gaji dan bonus menarik untuk memikat para sarjana internasional, khususnya dari Asia dan Afrika.
Kebijakan baru ini diharapkan dapat menciptakan titik balik penting dalam upaya Tiongkok untuk membangun ekosistem inovasi, sekaligus meningkatkan daya tariknya bagi para peneliti muda di era persaingan teknologi global.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/trung-quoc-ra-mat-thi-thuc-k-thu-hut-nhan-tai-tre-post744679.html







Komentar (0)