
Menurut kantor berita TASS pada 29 Mei, Rusia belum menerima tanggapan apa pun dari Teheran terkait proposalnya untuk memindahkan uranium yang diperkaya dari wilayahnya. Informasi ini secara resmi dibagikan kepada surat kabar Izvestia oleh Alexey Likhachev, Direktur Jenderal Perusahaan Energi Atom Negara Rusia (Rosatom).
"Kami telah menyatakan dengan jelas posisi dan solusi teknis kami kepada mereka. Namun sejauh ini, belum ada tanggapan dari Iran," kata kepala Rosatom.
Selain urusan diplomatik , Likhachev juga menyoroti situasi tegang di lapangan. Meskipun telah diumumkan gencatan senjata, pihak-pihak yang bertikai terus melakukan serangan bom dan baku tembak yang intens. Konflik ini menciptakan risiko keamanan serius bagi para ahli, insinyur, dan personel yang bekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.
"Dalam kondisi yang keras dan tidak stabil ini, kita sama sekali tidak dapat mempertaruhkan nyawa manusia," tegas kepala Rosatom Corporation. Pernyataan ini dipandang sebagai penegasan prinsip prioritas utama Moskow untuk melindungi warga negara dan personel teknisnya di zona konflik.
Dalam perkembangan terkait, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Bagheri-Kani, mengatakan kepada wartawan bahwa prioritas utama dan satu-satunya negara Teluk tersebut saat ini adalah mengakhiri sepenuhnya konflik dengan Amerika Serikat. Oleh karena itu, aspek teknis dan isu internasional lainnya saat ini tidak termasuk dalam agenda Teheran.
Masalah pengangkutan uranium keluar dari Iran, khususnya stok uranium yang diperkaya, adalah salah satu poin negosiasi utama antara Teheran dan Washington yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan sepenuhnya. Sebelumnya, pada tanggal 9 Mei, dalam sebuah wawancara dengan wartawan, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa proposal konstruktif Rusia mengenai peta jalan untuk menangani uranium Iran tetap berada di meja negosiasi, menunggu tanggapan positif dari semua pihak yang terlibat.
Sumber: https://baonghean.vn/van-chuyen-uranium-khoi-iran-nga-chua-nhan-duoc-phan-hoi-10338699.html







Komentar (0)