Hilangkan transportasi udara secara bertahap
Menurut Kantor Perdagangan Vietnam di Swedia (juga bertanggung jawab atas Norwegia, Denmark, Islandia, dan Latvia), beberapa pengecer di Eropa Selatan terus menggunakan transportasi udara untuk buah-buahan dan sayuran segar yang mudah rusak.
Namun, di Eropa Utara, banyak jaringan ritel besar seperti Lidl (Jerman), ICA (Swedia), dan Albert Heijn (Belanda) telah mengumumkan pembatasan ketat atau penghentian impor produk segar melalui udara. Hal ini mengakibatkan terbatasnya akses terhadap produk dari beberapa negara, terutama negara-negara terkurung daratan, dan telah berdampak signifikan terhadap mata pencaharian petani di negara-negara berkembang.
Sebuah studi terkini oleh Pusat Promosi Impor dari Negara Berkembang (CBI) menemukan bahwa banyak negara manufaktur masih bergantung pada angkutan udara.
COLEAD memperkirakan transportasi udara mendukung setidaknya 1,25 juta lapangan kerja pertanian di Afrika. Produk-produk seperti kacang hijau segar atau mangga matang pohon, yang sulit diangkut dalam waktu lama, sebagian besar masih mencapai Eropa melalui udara. Oleh karena itu, untuk mempertahankan pangsa pasar dan jutaan lapangan kerja, pergeseran teknologi dan moda transportasi sangatlah penting.
Teknologi adalah kuncinya
Untuk mewujudkan transisi ini, menurut Kantor Perdagangan Vietnam di Swedia, penerapan teknologi pascapanen dan transportasi modern perlu dilakukan secara terpadu. Khususnya, atmosfer terkendali membantu mengatur kadar oksigen dan CO₂ dalam wadah untuk memperlambat proses pematangan buah. Pengemasan atmosfer termodifikasi menciptakan lingkungan gas yang sesuai di dalam kemasan untuk memperpanjang masa simpan dan mengurangi kerusakan.
Sistem pendingin modern dan canggih membantu menjaga suhu dan kelembapan ideal selama transportasi. Teknologi pelacakan membantu memantau suhu, lokasi, kelembapan, dll. secara terus-menerus, sehingga dapat menangani setiap kelainan dengan cepat.
Buah dikemas dan dimuat langsung ke dalam wadah berpendingin di lokasi produksi, sehingga meminimalkan penanganan perantara. Penanganan dingin menjaga suhu tetap stabil untuk mengendalikan hama dan memastikan kualitas. Inhibitor etilen memperlambat proses pematangan alami, membantu memperpanjang umur simpan (tidak berlaku untuk produk organik).
"Teknologi ini tidak hanya membantu buah tetap segar selama perjalanan jauh tetapi juga memperluas peluang untuk mengakses pasar yang menuntut tanpa memerlukan transportasi udara," tegas Kantor Perdagangan Vietnam di Swedia.
Selain faktor teknis, koordinasi antar pemangku kepentingan dalam rantai pasok merupakan prasyarat keberhasilan transformasi. Contoh keberhasilannya adalah uji coba pengiriman mawar dari Kenya ke pelabuhan Rotterdam (Belanda). Hasil positif dari pengiriman ini menunjukkan bahwa dengan investasi, kerja sama, dan inovasi, penggantian angkutan udara dengan angkutan laut sepenuhnya dapat dilakukan, bahkan untuk produk sensitif seperti bunga segar.
Bagi Vietnam, negara yang gencar mengekspor buah-buahan tropis seperti buah naga, mangga, belimbing, rambutan, kelapa... Kantor Perdagangan Vietnam di Swedia menilai tren konversi ini membuka peluang sekaligus tantangan.
Untuk memanfaatkannya, bisnis perlu berinvestasi dalam teknologi pengawetan pascapanen, pengemasan MAP, dan kontainer berpendingin yang memenuhi standar internasional. Bekerja samalah dengan perusahaan logistik yang berspesialisasi dalam rute Uni Eropa dan pahami proses penanganan dingin serta karantina tanaman. Kembangkan rencana panen, pengemasan, dan transportasi yang sinkron dan sesuai untuk waktu pengiriman laut yang lebih lama.
Pada saat yang sama, penggunaan perangkat digital untuk melacak pengiriman, memastikan transparansi dan ketertelusuran. Mempelajari dan mematuhi peraturan Uni Eropa yang baru tentang emisi karbon, keamanan pangan, dan pelabelan secara proaktif juga merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh para pelaku bisnis.
"Peralihan dari transportasi udara, yang menghasilkan banyak karbon, ke transportasi laut tidak hanya membantu mengurangi biaya dan meningkatkan akses ke pasar Eropa, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan citra buah-buahan Vietnam di pasar internasional sebagai produk yang "hijau", berkelanjutan, dan berkualitas tinggi," tegas Kantor Perdagangan Vietnam di Swedia.
Source: https://doanhnghiepvn.vn/kinh-te/van-chuyen-xanh-len-ngoi-doanh-nghiep-viet-can-doi-moi-cong-nghe/20250726070423598
Komentar (0)