Dari kertas ke layar
Dahulu, budaya membaca identik dengan citra buku cetak yang berbau tinta dan kertas. Namun kini, dengan perkembangan internet dan perangkat seluler pintar, buku elektronik, buku audio, dan publikasi digital lainnya secara bertahap menjadi bagian tak terpisahkan dari kebiasaan membaca banyak orang.
Perkembangan penerbitan digital serta kelimpahan dan keragaman sumber informasi digital di internet memainkan peran penting dalam memelihara dan mengembangkan budaya membaca. Menurut Departemen Kebudayaan Akar Rumput, Keluarga dan Perpustakaan, Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata: transformasi digital dalam industri penerbitan mendiversifikasi produk dan format penerbitan, terutama peningkatan pesat publikasi elektronik/digital. Produk penerbitan digital utama meliputi: surat kabar digital, majalah digital, dokumen asli daring, publikasi pendidikan daring, peta daring, buku elektronik, dll.

Pesatnya peningkatan publikasi elektronik/digital. Foto: iPub.vn
Menurut statistik dari Departemen Penerbitan, Percetakan, dan Distribusi tentang kegiatan penerbitan dan distribusi pada tahun 2023, 24 dari 57 penerbit berpartisipasi dalam penerbitan dan distribusi elektronik, yang mencakup 42,1% dari total jumlah penerbit, sehingga persentase publikasi elektronik mencapai 15,3%. Penerbitan yang menggunakan teknologi baru meningkat tajam, mencapai 4.000 publikasi, meningkat 19,4% dengan sekitar 36 juta eksemplar.
Setiap tahun, jumlah penerbit yang berpartisipasi dalam distribusi elektronik semakin meningkat, menyediakan lebih banyak publikasi digital, e-book, dan buku audio, memenuhi kebutuhan masyarakat dan berkontribusi pada pengembangan budaya membaca.
Selain itu, sebagian besar perpustakaan umum tingkat provinsi memperkuat kegiatan transformasi digital mereka, membangun basis data digital melalui berbagai metode seperti membeli hak akses, memperoleh hak eksploitasi bersama, berbagi, dan mendigitalisasi dokumen. Selain buku cetak, perpustakaan juga menyediakan buku elektronik/buku digital.
Sektor perpustakaan secara aktif mempromosikan pengembangan perpustakaan elektronik/digital, meningkatkan sumber daya informasi digital, dan memenuhi tren menikmati budaya membaca berdasarkan platform digital, format elektronik/digital, dan akses melalui internet.
Landasan yang kokoh untuk budaya membaca.
Kekuatan penerbitan digital dan sumber informasi digital terletak pada kemudahan dan aksesibilitasnya yang unggul. Hanya dengan ponsel pintar atau komputer yang terhubung ke internet, pembaca dapat dengan mudah mencari, membeli, dan menikmati ribuan buku di mana saja, kapan saja. Hal ini sangat bermanfaat bagi kaum muda yang dinamis, mereka yang tinggal di daerah terpencil, atau mereka yang memiliki waktu terbatas.
Salah satu keunggulan penerbitan digital yang tak terbantahkan adalah biayanya yang terjangkau. Dengan menghilangkan biaya pencetakan, pengiriman, dan penyimpanan, seringkali harga e-book menjadi lebih rendah dibandingkan buku cetak tradisional, sehingga pembaca dapat mengakses lebih banyak judul tanpa khawatir soal biaya.

Terlepas dari potensi yang sangat besar dari penerbitan digital dan sumber informasi digital, mempromosikan budaya membaca di era digital tetap menjadi tantangan yang signifikan.
Lebih dari sekadar mendigitalisasi konten, penerbitan digital menawarkan pengalaman membaca yang lebih beragam dan menarik. Integrasi audio, gambar, dan video dalam publikasi digital menciptakan ruang baca interaktif, menarik perhatian dan meningkatkan penyerapan informasi, terutama bagi pembaca muda. Buku audio menjadi teman ideal selama perjalanan atau saat melakukan pekerjaan rumah tangga, sementara buku interaktif memicu rasa ingin tahu dan keinginan untuk menjelajahi pengetahuan.
Terlepas dari potensi yang sangat besar untuk pengembangan penerbitan digital dan sumber informasi digital, Vietnam masih menghadapi banyak tantangan dalam mempromosikan budaya membaca di era digital. Perwakilan dari Departemen Kebudayaan Akar Rumput, Keluarga dan Perpustakaan menyatakan bahwa kerangka kebijakan dan hukum untuk pengembangan industri penerbitan masih perlu ditingkatkan lebih lanjut, terutama mengenai reformasi mekanisme manajemen penerbitan; dan penerbitan serta distribusi publikasi elektronik/digital.
Banyak ahli juga percaya bahwa infrastruktur teknologi yang tidak merata, kebiasaan membaca buku cetak, masalah hak cipta, dan kekurangan sumber daya manusia berkualitas tinggi untuk mengembangkan publikasi digital merupakan hambatan yang perlu diatasi.
Penerbitan digital dan sumber informasi digital bukan hanya sebuah tren, tetapi juga kekuatan pendorong yang ampuh bagi perkembangan budaya membaca di Vietnam. Dengan inovasi teknologi yang berkelanjutan dan upaya semua pemangku kepentingan, dapat diharapkan bahwa budaya membaca di Vietnam akan berkembang pesat.
Sumber: https://daibieunhandan.vn/van-hoa-doc-thoi-dai-so-post410880.html






Komentar (0)