
Sayuran menyediakan serat yang baik untuk sistem pencernaan - Ilustrasi: XUAN MAI
Bagaimana cara kerja serat?
Menanggapi hal ini, Ibu Tran Thi Tham, M.Sc., dari Rumah Sakit Bach Mai, menyatakan bahwa serat dalam sayuran memainkan peran penting dalam mencegah dan mengatasi sembelit. Mekanisme serat melibatkan penyerapan air, pembengkakan, peningkatan volume tinja, dan pelunakannya, sehingga merangsang pergerakan usus dan mempermudah pencernaan.
Namun, jika tubuh tidak terhidrasi dengan baik, serat dapat menarik kembali air dari tinja ke dalam usus, membuat tinja lebih kering dan keras, serta memperburuk sembelit. Inilah sebabnya mengapa banyak orang mengonsumsi banyak sayuran tetapi tetap kesulitan mencernanya.
Para ahli nutrisi mengatakan bahwa serat terbagi menjadi dua kelompok utama:
Serat larut ditemukan dalam oat, pisang, apel, kacang-kacangan, dan lain-lain. Jenis serat ini membentuk gel, yang membantu melunakkan tinja dan memberi nutrisi pada bakteri baik di usus.
Serat tidak larut banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau. Serat ini membantu meningkatkan volume feses dan membantu pengeluaran feses.
Setiap jenis serat memiliki peran yang berbeda. Oleh karena itu, daripada hanya mengonsumsi satu jenis sayuran dalam jumlah banyak, penting untuk mendiversifikasi diet Anda, dengan menggabungkan sayuran berdaun hijau, buah-buahan utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum utuh.
Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki pencernaan saya?
Menurut para ahli di Rumah Sakit Bach Mai, untuk memperbaiki situasi tersebut secara efektif, diperlukan kombinasi beberapa faktor, bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah sayuran hijau.
Pertama dan terpenting, sangat penting untuk minum air yang cukup setiap hari, sebaiknya air putih. Kebutuhan air bergantung pada berat badan, cuaca, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Untuk orang dewasa, asupan air rata-rata sekitar 40-50 ml/kg/hari.
Namun, penderita gagal jantung, gagal ginjal, edema, atau asites harus mengikuti petunjuk dokter dan tidak meningkatkan asupan cairan sendiri.
Selain itu, orang dewasa membutuhkan minimal 20-22g serat per hari (setara dengan 600-800g buah dan sayuran). Untuk mencapai kadar ini, setiap makan harus mencakup sekitar satu cangkir sayuran yang dimasak, bersama dengan buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
Meningkatkan asupan serat sebaiknya dilakukan secara bertahap, menghindari makan terlalu banyak sayuran dalam satu kali makan lalu mengabaikannya di waktu makan lainnya.
Olahraga juga berperan penting dalam mendukung pergerakan usus. Berjalan kaki, olahraga ringan, atau menjaga aktivitas fisik yang sesuai dapat membantu mengatasi sembelit. Bagi pasien yang terbaring di tempat tidur, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan latihan yang sesuai.
Selain itu, penting untuk mengembangkan rutinitas buang air besar yang teratur, menghindari menahan buang air besar, dan membatasi makanan rendah serat seperti makanan cepat saji, makanan olahan, atau karbohidrat olahan. Makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt dan makanan fermentasi, juga bermanfaat bagi sistem pencernaan.
Kapan saya harus menemui dokter?
Dr. Tham menyarankan untuk tidak mengobati sembelit sendiri hanya dengan makan lebih banyak sayuran atau menggunakan obat pencahar secara berlebihan. Pasien harus mencari pertolongan medis jika sembelit berlangsung lama, memburuk, disertai nyeri perut hebat, muntah, demam, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, tinja berdarah, atau terjadi pada lansia atau mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.
Untuk mengatasi sembelit, sekadar makan lebih banyak sayuran saja tidak cukup. Sangat penting untuk minum cukup air, mengonsumsi berbagai makanan kaya serat, menjaga aktivitas fisik, dan mengadopsi gaya hidup sehat.
Sumber: https://tuoitre.vn/vi-sao-an-nhieu-rau-van-bi-tao-bon-20260528160246084.htm








Komentar (0)