Ulkus diabetik adalah istilah yang sudah tidak asing lagi bagi penderita diabetes. Komplikasi ini mudah terlihat pada penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2 dalam jangka waktu lama.
Ulkus dapat muncul di mana saja pada tubuh pasien diabetes. Jika tidak segera diobati, ulkus dapat dengan mudah menjadi nekrotik akibat luka yang terinfeksi.
Tanda-tanda peringatan dini
Bila ditemukan tanda-tanda berikut, penderita diabetes perlu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan tindakan medis dan mencegah ulkus diabetikum berkembang menjadi komplikasi yang lebih berbahaya:
Mati rasa pada kaki, hilangnya sensasi pada satu atau kedua kaki.
Pembengkakan kaki, kulit gelap, menghitam atau panas di sekitar luka.
Kemerahan pada jari kaki atau telapak kaki.
Cairan dari kaki menodai kaus kaki atau sepatu dan berbau tidak sedap.
Nyeri atau kaku di sekitar luka.
Demam dan menggigil muncul bersamaan dengan gejala borok kaki yang disebutkan di atas.
Faktor-faktor yang meningkatkan risiko tukak lambung pada diabetes

Penderita diabetes tipe 2 lebih mungkin terserang tukak lambung dibandingkan penderita diabetes tipe 1.
Durasi diabetesnya sedikitnya 10 tahun.
Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dan HbA1C yang tinggi.
Pasien pria umumnya memiliki risiko lebih tinggi daripada pasien wanita.
Riwayat ulkus kaki diabetik.
Selain itu, faktor-faktor berikut juga meningkatkan risiko terjadinya ulkus diabetik:
Kelebihan berat badan, obesitas;
Sirkulasi darah yang buruk;
Kenakan sepatu yang tidak pas, berjalan tanpa alas kaki;
Penuaan;
Merokok;
Minum terlalu banyak alkohol;
Kolesterol darah tinggi.
Perokok dan orang yang kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi terkena tukak diabetes.
Mengapa tukak diabetes sulit disembuhkan?
Luka kulit diabetes seringkali sulit disembuhkan karena tiga alasan utama berikut:
Pertama, kadar gula darah yang sangat tinggi pada penderita diabetes menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Bakteri berkembang biak, meningkatkan risiko infeksi pada luka terbuka di kulit pasien, sehingga lebih sulit dikendalikan dan disembuhkan.
Kedua, sirkulasi darah yang buruk akibat peradangan dan penyempitan sistem pembuluh darah mikro, akibat stres dan oksidasi yang terjadi ketika gula darah tinggi. Hal ini mengurangi kemampuan untuk merawat luka, karena darah tidak hanya mengantarkan nutrisi ke jaringan dan otot, tetapi juga mengangkut senyawa biologis dari obat ke lokasi luka.
Ketiga, gangguan metabolisme glukosa, yang menyebabkan gangguan metabolisme lemak dan protein, melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan aktivitas penyembuhan luka tubuh menurun atau terhenti sebagian atau seluruhnya, sehingga membuat ulkus pada penderita diabetes sulit disembuhkan. Mengobati ulkus kaki diabetik agar cepat sembuh merupakan salah satu hal yang dikhawatirkan banyak pasien.
Perawatan ulkus diabetik untuk mencegah infeksi
Untuk menghindari komplikasi diabetes yang dapat menimbulkan tukak kulit, dan mencegah tukak berkembang menjadi infeksi yang dapat menyebabkan nekrosis segera setelah terdeteksi, pasien perlu melakukan langkah-langkah perawatan berikut:
Cuci luka dengan larutan garam, lalu tutup dengan perban untuk mencegah infeksi. Hindari penggunaan larutan antiseptik yang kuat seperti hidrogen peroksida karena dapat mempersulit penyembuhan luka.
Periksa dan ganti perban secara teratur: Anda perlu mengganti perban setiap 1-2 hari untuk memastikan luka selalu bersih dan kering.

Kurangi tekanan pada ulkus: Setelah luka tertutup, Anda harus menggunakan sepatu yang lembut dan longgar untuk mengurangi tekanan pada ulkus dan mencegah kekambuhan di kemudian hari. Jika ulkus berada di telapak kaki, Anda harus menggunakan sepatu khusus atau kruk untuk mengurangi tekanan dan iritasi pada area ulkus, sehingga membantu meningkatkan efektivitas pengobatan dan meminimalkan infeksi.
Ulkus diabetik merupakan komplikasi yang cukup rumit dari penyakit ini. Namun, jika Anda menerapkan metode yang tepat sesuai anjuran dokter, Anda dapat meminimalkan dampak negatifnya pada tubuh Anda.
Bila melihat luka terus menerus mengeluarkan darah/nanah atau berbau busuk, sebaiknya segera periksa ke dokter agar dokter dapat memberikan pertolongan medis.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/vi-sao-vet-loet-tren-da-cua-nguoi-tieu-duong-thuong-kho-lanh-post1051220.vnp
Komentar (0)