Peraturan baru tersebut akan mencakup pembatasan rasa vape, persyaratan kemasan polos, dan perubahan pada cara vape atau rokok elektrik ditampilkan agar kurang menarik bagi anak-anak.
"Selain komitmen kami untuk menghentikan penjualan tembakau kepada anak-anak berusia 15 tahun tahun ini, perubahan ini akan sangat membantu dalam melindungi kesehatan jangka panjang anak-anak kita," ujar Bapak Sunak dalam sebuah pernyataan.
Seorang pria merokok vape sekali pakai di Inggris, 14 September 2023. Foto: REUTERS
Pemerintah Inggris mengatakan merokok adalah penyebab kematian terbesar yang dapat dicegah di negara tersebut, yang menyebabkan satu dari empat kematian terkait kanker, atau sekitar 80.000 per tahun.
Pemerintah Inggris mengatakan bahwa meskipun vape dianggap sebagai kunci untuk membantu orang berhenti merokok, ada kekhawatiran bahwa vape dapat memicu kecanduan nikotin di kalangan anak muda, dengan 9% dari remaja berusia 11 hingga 15 tahun saat ini menggunakannya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pada bulan Desember bahwa semua rasa vape harus dilarang. Bapak Sunak berkata: "Saya memiliki kewajiban untuk melakukan apa yang saya anggap benar bagi negara kita dalam jangka panjang. Itulah sebabnya saya mengambil tindakan berani untuk melarang vape sekali pakai."
Pemerintah Inggris mengatakan bahwa selain manfaat kesehatan, larangan penggunaan vape sekali pakai akan membantu lingkungan, dengan 5 juta vape dibuang setiap minggu.
Mai Anh (menurut Reuters)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)