Lokakarya ini mendapat kehormatan untuk menyambut Bapak Mai Dang Hai, Wakil Direktur Otoritas Pelabuhan Maritim Da Nang , dengan kehadiran kawan Nguyen Thi Thu Ha - Wakil Sekretaris Tetap Pelabuhan Da Nang dan seluruh Dewan Direksi Pelabuhan Da Nang, anggota penuh Dewan Direksi, Wakil Ketua Serikat Pekerja Pelabuhan Da Nang, Kepala dan Wakil Kepala Departemen, kantor, unit di bawah Pelabuhan Da Nang dan Direktur perusahaan saham gabungan dengan kontribusi modal ke Pelabuhan Da Nang.
Pembangunan Berkelanjutan – Arah yang Tak Terelakkan dari Pelabuhan Laut Modern
Berbicara di lokakarya tersebut, Bapak Le Quang Duc menekankan: “Berkembang sesuai model Pelabuhan Hijau bukan hanya tentang mematuhi peraturan nasional dan internasional, tetapi juga tanggung jawab kita terhadap lingkungan dan masyarakat. Ini merupakan langkah strategis yang menegaskan posisi kita, meningkatkan daya saing, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi Pelabuhan Da Nang dalam konteks integrasi yang mendalam. ” Beliau juga menyatakan keyakinannya bahwa, dengan saran mendalam dari BSI Vietnam dan dukungan dari badan-badan pengelola negara, Pelabuhan Da Nang akan berhasil membangun peta jalan Pelabuhan Hijau secara efektif dan praktis.
Dalam lokakarya tersebut, para pakar senior dari BSI Vietnam memaparkan materi inti secara komprehensif dan mendalam, memberikan gambaran menyeluruh tentang pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Hijau. Solusi untuk menerapkan Kriteria Pelabuhan Hijau Vietnam dianalisis secara detail, mulai dari konteks pembangunan berkelanjutan global, persyaratan internasional yang ketat, dan regulasi domestik, hingga konteks spesifik industri logistik Vietnam.
Standarisasi operasi sesuai standar internasional
Fokus lokakarya ini adalah pengenalan penerapan standar internasional dalam manajemen Pelabuhan Hijau. Para ahli BSI secara ilmiah menyusun serangkaian standar penting, termasuk:
- Sistem Manajemen Terpadu: Standar dasar seperti ISO 9001 (Manajemen Mutu), ISO 14001 (Manajemen Lingkungan), ISO 45001 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), ISO 50001 (Manajemen Energi), dan ISO 27001 (Keamanan Informasi) dianggap sebagai tulang punggung untuk mengoperasikan pelabuhan laut yang modern dan aman.
- Manajemen Limbah Karbon: Standar lanjutan seperti ISO 14064 (Inventarisasi Gas Rumah Kaca) dan ISO 14068 (Manajemen Netral Karbon) diperkenalkan sebagai alat yang efektif untuk membantu pelabuhan mengendalikan, mengurangi emisi, dan bergerak menuju netralitas karbon.
- Pelaporan keberlanjutan: Standar pelaporan GRI (Global Reporting Initiative) juga disebutkan, membantu Pelabuhan Da Nang untuk mengomunikasikan informasi secara transparan tentang aktivitas pembangunan berkelanjutan kepada para pemangku kepentingan.
Tekad dan konsensus yang tinggi
Dalam rangka lokakarya tersebut, perwakilan Otoritas Pelabuhan Maritim Da Nang - Bapak Ho Phi Hung - Wakil Kepala Departemen Keselamatan sangat mengapresiasi inisiatif dan visi Dewan Manajemen Pelabuhan Da Nang dalam mendekati model Pelabuhan Hijau.
Diskusi berlangsung hangat dan substantif dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh Dewan Eksekutif dan pimpinan departemen serta kantor Pelabuhan Da Nang. Isu-isu terkait pengintegrasian kriteria hijau ke dalam operasional, optimalisasi penggunaan energi, pengelolaan limbah, dan peta jalan penerapan standar ISO dijawab secara menyeluruh oleh para ahli.
Lokakarya "Pelabuhan Hijau" berakhir dengan sukses, tak hanya memberikan pengetahuan berharga, tetapi juga menyebarkan semangat tekad dan visi bersama kepada seluruh tim Pelabuhan Da Nang. Ini merupakan awal yang penting, membuka babak baru dalam perjalanan pengembangan Pelabuhan Da Nang – sebuah perjalanan menuju masa depan yang hijau, efisien, dan berkelanjutan.
Pelabuhan Danang
Sumber: https://vimc.co/xanh-hoa-cang-bien-khong-con-la-cau-chuyen-tuong-lai/
Komentar (0)