1. Tahu baik untuk vegetarian dan vegan.
- 1. Tahu baik untuk vegetarian dan vegan.
- 2. Wanita pada tahap menopause
- 3. Penderita diabetes
- 4. Orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular
Bagi mereka yang mengikuti diet vegetarian, terutama diet vegan (hanya menggunakan makanan nabati), risiko kekurangan nutrisi sangat tinggi jika menu tidak bervariasi. Mereka sangat rentan terhadap kekurangan protein, kalsium, zat besi, seng, dan vitamin B.
Kedelai adalah salah satu dari sedikit kacang-kacangan yang mengandung protein berkualitas tinggi yang setara dengan daging hewan. Selain menyediakan protein nabati, tahu juga mengandung kalsium, magnesium, fosfor, zat besi, seng, mangan, dan tembaga dalam jumlah yang signifikan.
Menambahkan tahu ke dalam diet mereka membantu vegetarian secara efektif mengimbangi kekurangan protein dan mikronutrien, menjaga tingkat energi dan massa otot tanpa lemak.

Tofu merupakan sumber protein berkualitas tinggi bagi vegetarian.
2. Wanita pada tahap menopause
Saat wanita memasuki menopause, fungsi ovarium menurun, menyebabkan penurunan kadar estrogen yang signifikan, yang mengakibatkan berbagai gejala tidak menyenangkan seperti sensasi panas, keringat malam, perubahan suasana hati, dan risiko tinggi osteoporosis serta kehilangan massa tulang.
Tofu mengandung isoflavon—senyawa tumbuhan yang bertindak sebagai fitoestrogen (estrogen tumbuhan), yang mampu mengikat reseptor estrogen dalam tubuh. Beberapa penelitian pada orang yang banyak mengonsumsi makanan berbahan dasar kedelai, terutama orang Asia, menunjukkan bahwa mengonsumsi kedelai dapat membantu mengurangi gejala menopause dan osteoporosis.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa, meskipun tidak benar-benar menggantikan estrogen, isoflavon kedelai dapat menghasilkan efek mirip estrogen ringan pada beberapa jaringan yang terpengaruh oleh menopause, khususnya jaringan vagina dan saluran kemih, sehingga membantu mengurangi kekeringan vagina pada wanita menopause.
3. Penderita diabetes
Tofu adalah makanan yang sebaiknya dipilih oleh penderita diabetes karena kandungan proteinnya yang tinggi dikombinasikan dengan serat, yang membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga menstabilkan kadar gula darah setelah makan.
Penelitian telah menemukan hubungan antara diet kaya isoflavon dan penurunan risiko diabetes tipe 2. Hal ini mungkin disebabkan oleh isoflavon yang terkandung dalam kedelai.

Mengonsumsi tahu membantu menurunkan kolesterol jahat.
4. Orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular
Diet dengan proporsi protein nabati yang lebih tinggi daripada protein hewani telah terbukti mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Keunggulan signifikan protein nabati dalam tahu dibandingkan protein hewani adalah tidak mengandung kolesterol dan memiliki kandungan lemak jenuh yang sangat rendah. Selain itu, isoflavon dalam kedelai dapat menghambat pembentukan plak pada dinding arteri, sehingga mencegah aterosklerosis.
Mengonsumsi tahu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, sekaligus cenderung meningkatkan kolesterol baik (HDL). Kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang tinggi merupakan penyebab utama aterosklerosis, tekanan darah tinggi, dan stroke.
Para peneliti dari Universitas Illinois Urbana-Champaign (AS) mempelajari berbagai jenis kedelai untuk mengetahui mengapa kedelai dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL). Mereka menemukan bahwa dua protein yang terdapat dalam kedelai, glisin dan B-konglisinin, berkontribusi pada penurunan kolesterol.
Lihat beberapa nilai gizi dalam 100g tahu ( Institut Gizi Nasional).| TIDAK. | Komponen nutrisi | Isi | Satuan |
|---|---|---|---|
1 | Protein | 10.9 | beras |
2 | Gemuk | 5.4 | beras |
3 | Karbohidrat | 1.1 | beras |
4 | Serat | 0,4 | beras |
5 | Vitamin C | 0.1 | vaksin |
6 | Kalsium | 24 | vaksin |
7 | Besi | 2.2 | vaksin |
8 | Sodium | 7 | vaksin |
9 | Kalium | 121 | vaksin |
10 | Seng | 0,8 | vaksin |
11 | Air | 82 | beras |
12 | Triptofan | 133 | vaksin |
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/4-nhom-nguoi-nen-an-dau-phu-169260527181606568.htm








Komentar (0)