- Ruang konvergensi budaya unik Sa Pa
Sa Pa, dengan keindahan alam empat musimnya dan keragaman budaya etnis minoritas, merupakan destinasi wisata yang luar biasa. Namun, medan pegunungan yang kompleks dan jarak antar desa yang jauh menyulitkan pengunjung untuk sepenuhnya menjelajahi keunikan budaya di sini. Itulah sebabnya Ban May di Sun World Fansipan Legend lahir, yang menyatukan keindahan budaya Barat Laut dalam satu ruang yang terkonsentrasi.
Ini adalah satu-satunya tempat di Sa Pa di mana Anda dapat merasakan kehidupan kelompok etnis dataran tinggi (Sa Pa H'Mong, Dien Bien H'Mong, Xa Pho, Tay, Giay, Red Dao, Thai, Ha Nhi) di hari yang sama, di lokasi yang sama.
Di sini, warna-warna tradisional kelompok etnis dilestarikan dengan cara yang paling autentik. Rumah-rumah kuno Desa May dengan susah payah dibawa kembali dari desa-desa di Sa Pa dan dipugar oleh para perajin setempat. Ruang hunian selalu hangat dengan perapian, dengan kehidupan sehari-hari dan adat istiadat yang tak berubah selama ratusan tahun masyarakat etnis tersebut. Pengunjung dapat menjelajahi proses pembuatan brokat, menenun, membuat dupa, mencetak pola dengan lilin lebah, anyaman rotan dan bambu... dari para perajin dataran tinggi. Segala sesuatu di Desa May diciptakan agar pengunjung dapat merasakan suasana Sa Pa yang sesungguhnya, nuansa Barat Laut yang sesungguhnya.
2. Benamkan diri Anda dalam Festival Musim Emas Ban May
Mulai 17 Agustus, masyarakat adat di Desa May akan menyelenggarakan festival "Musim Emas Ban May" untuk merayakan musim padi matang. Setiap akhir pekan, pengunjung akan menikmati festival tradisional yang benar-benar baru.
Festival seperti Kho Gia Gia dari suku Ha Nhi Hitam, Then Kin Pang dari suku Thai Putih, dan Festival Beras Baru Ban May tidak hanya membawa kegembiraan ke desa-desa tetapi juga membantu pengunjung memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang budaya dan adat istiadat masyarakat dataran tinggi.
Menyambut musim festival ini, Ban May mengenakan kemeja kuning cerah dengan hasil panen melimpah, berpadu dengan warna kuning padi, jagung, dan jerami... Di sini, orang-orang menumbuk kue beras, membuat serpihan beras hijau, dan di sana, memasak nasi ketan lima warna. Wisatawan dan penduduk lokal menikmati irama pertunjukan seni dataran tinggi, atau berpartisipasi dalam permainan rakyat Barat Laut seperti dorong tongkat, jembatan tali tunggal, dan ayunan dalam suasana yang ramai. Dengan cuaca dingin musim gugur Sa Pa, menjelang festival Ban May, sekadar duduk di rumah suku Dao atau Thailand sambil menikmati secangkir teh hangat, menyantap kue kastanye, atau menikmati jagung bakar dan ubi jalar saja sudah cukup untuk melihat betapa sederhananya kehidupan di dataran tinggi, namun tetap menyenangkan dan menenangkan.
3. Nikmati "pesta penuh" di Barat Laut
Perjalanan tak akan lengkap tanpa pengalaman bersantap di Ban May. Hidangan khas etnik paling nikmat dinikmati di antara pagar bambu, rumah panggung, dan dinding batu khas desa. Yang paling menarik adalah duduk di dekat api unggun yang menyala-nyala, diiringi tawa riang teman dan kerabat.
Hingga 31 Desember 2024, pengunjung dapat menikmati makan malam di Ban May dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari 250.000 VND untuk anak-anak dan 300.000 VND untuk dewasa. Harga ini sangat terjangkau untuk pengalaman kuliner istimewa, menikmati hidangan lezat khas Barat Laut yang dibuat dengan bahan-bahan khas dan diolah oleh penduduk setempat.
Menu di May Village sangat kaya dan menarik, mulai dari hidangan panggang yang harum hingga sup dan hot pot dengan cita rasa pegunungan yang kaya. Orang dewasa menyukai thang co, daging kerbau tumis dengan rebung liar, hot pot ayam lokal yang renyah dan manis, atau salad pisang dengan kuping babi dan secangkir anggur manis yang kuat. Sementara itu, anak-anak akan menikmati babi panggang lokal goreng dan nasi bambu dengan garam wijen – hidangan sederhana namun tetap sangat lezat.
4. Malam musik romantis Dan Truong - Cam Ly
Khususnya, selama libur Hari Nasional, pada malam tanggal 1 September, Ban May akan menyelenggarakan malam musik spesial di Doc Mong Mo. Ini merupakan kesempatan langka bagi penonton untuk menikmati penampilan duet emas Dan Truong dan Cam Ly, nama-nama yang telah dikaitkan dengan banyak generasi pecinta musik melalui lagu-lagu cinta abadi mereka.
Di ruang misterius dan romantis Barat Laut di awal musim gugur, di tengah kabut dan awan, lagu-lagu seperti Khung troi ngay xua, Ao mong tinh yeu, Thi thoi em nhe, Tuyet hong, Mua buon, Tro lai phut cuoi, dan Nu hong ho hung akan mengingatkan penonton pada masa lampau. Malam musik ini bukan hanya kesempatan untuk bersatu kembali dengan lagu-lagu cinta yang terkenal, tetapi juga kesempatan bagi para penggemar untuk mengenang kembali kenangan indah dan mengenang momen-momen gemilang masa muda. Dalam suasana puitis Desa May, perpaduan musik dan alam akan menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi semua pengunjung.
5. Memperluas pengalaman tanpa akhir di Fansipan
Selain itu, hanya beberapa menit berjalan kaki dari Desa May, pengunjung akan mencapai stasiun kereta gantung Fansipan, titik awal perjalanan menjelajahi puncak Indochina. Rute kereta gantung membawa pengunjung melintasi pemandangan awan dan pegunungan yang tumpang tindih, hamparan sawah terasering yang berkilauan bagai "lautan keemasan" hingga ke cakrawala, aliran Sungai Muong Hoa yang jernih, pepohonan cemara berusia ratusan tahun…
Kabin kereta gantung meluncur melintasi lanskap yang indah, membuka hamparan awan putih yang bergulung di atas Puncak Fansipan. Musim gugur adalah musim yang ideal untuk berburu awan, dan cuaca yang sejuk juga menyenangkan wisatawan untuk mengunjungi hamparan bunga liar berwarna jingga-merah yang cemerlang di bawah langit biru tua, beribadah di kompleks budaya spiritual yang sakral, dan berpartisipasi dalam upacara pengibaran bendera yang khidmat di Puncak Fansipan.
Bermandikan warna keemasan musim padi yang matang, Ban May memikat wisatawan dengan hidangan lezat dan memikat, festival yang sarat dengan budaya asli, dan pertunjukan musik musim gugur yang romantis. Setiap sudut desa menyimpan kisah budaya, keindahan sederhana namun mendalam dari masyarakat dataran tinggi. Tak hanya itu, promosi menarik untuk menjelajahi puncak Fansipan yang sakral menjadikan Ban May destinasi yang tak boleh dilewatkan di bulan Agustus ini.
Komentar (0)