Ginjal adalah organ dengan kemampuan kompensasi yang sangat baik, sehingga kerusakan pada tahap awal seringkali berkembang tanpa gejala. Pada saat gejala yang jelas muncul, seperti edema, penurunan frekuensi buang air kecil, kelelahan, atau nyeri punggung yang terus-menerus, penyakit tersebut mungkin sudah berkembang.
- 1. Kebiasaan yang harus dihindari untuk melindungi ginjal Anda
- 1.1. Mengonsumsi terlalu banyak garam dalam jangka waktu lama
- 1.2. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dan makanan yang kaya purin.
- 1.3. Penyalahgunaan obat penghilang rasa sakit dan obat-obatan yang tidak diketahui asal-usulnya
- 1.4. Sering menahan buang air kecil
- 1.5. Minum terlalu sedikit air
- 1.6. Begadang, kurang tidur.
- 1.7. Tekanan darah dan gula darah yang tidak terkontrol.
- 2. Apa yang dapat saya lakukan untuk melindungi ginjal saya?
Banyak orang percaya bahwa ginjal hanya berperan dalam menyaring urine. Padahal, organ ini juga berperan dalam mengatur tekanan darah, menyeimbangkan air dan elektrolit, menghilangkan limbah metabolisme, mendukung produksi sel darah merah, dan menjaga kesehatan tulang. Ketika fungsi ginjal menurun dalam jangka waktu yang lama, risiko hipertensi, penyakit kardiovaskular, gangguan metabolisme, dan anemia juga meningkat.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ginjal kronis meningkat secara global, dan banyak kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut.
1. Kebiasaan yang harus dihindari untuk melindungi ginjal Anda
1.1. Mengonsumsi terlalu banyak garam dalam jangka waktu lama
Pola makan tinggi garam merupakan salah satu faktor paling signifikan yang memberi tekanan pada ginjal. Ketika asupan natrium terlalu tinggi, tekanan darah lebih mungkin meningkat, dan glomerulus harus bekerja ekstra untuk menyaring dan menyeimbangkan cairan.
Menurut rekomendasi WHO, orang dewasa sebaiknya mengonsumsi kurang dari 5g garam per hari. Namun, banyak orang Vietnam masih melebihi jumlah ini karena sering mengonsumsi makanan olahan, makanan acar, mi instan, saus, atau hidangan dengan rasa yang kuat. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa diet tinggi natrium dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal kronis dan hipertensi.

Ketika fungsi ginjal menurun, risiko hipertensi dan gangguan metabolisme juga meningkat.
1.2. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dan makanan yang kaya purin.
Kadar asam urat tinggi yang berkepanjangan tidak hanya menyebabkan penyakit asam urat tetapi juga secara langsung memengaruhi ginjal. Kristal urat dapat mengendap di tubulus ginjal, menyebabkan peradangan dan mengurangi fungsi penyaringan. Risiko ini meningkat pada orang yang sering mengonsumsi alkohol yang dikombinasikan dengan diet tinggi jeroan, kaldu pekat, makanan laut, atau daging merah.
Banyak orang hanya fokus pada nyeri sendi dan mengabaikan dampak asam urat pada ginjal. Padahal, kadar asam urat dalam darah yang terus-menerus tinggi merupakan faktor risiko penyakit ginjal kronis dan batu ginjal.
1.3. Penyalahgunaan obat penghilang rasa sakit dan obat-obatan yang tidak diketahui asal-usulnya
Beberapa obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), jika digunakan dalam jangka waktu lama atau dalam dosis berlebihan, dapat mengurangi aliran darah ke ginjal, terutama pada orang dewasa lanjut usia atau mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Selain itu, banyak jenis obat herbal, pengobatan tradisional Tiongkok, dan minuman bubuk dengan bahan yang tidak diketahui mungkin mengandung zat aktif yang beracun bagi ginjal atau logam berat.
National Kidney Foundation (NKF) menyarankan agar individu yang berisiko terkena penyakit ginjal berhati-hati saat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit tanpa resep dokter dalam jangka waktu lama dan harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen makanan atau obat herbal.

Penyalahgunaan obat penghilang rasa sakit merupakan salah satu faktor yang memberi tekanan pada ginjal.
1.4. Sering menahan buang air kecil
Kebiasaan menahan buang air kecil saat mengemudi jarak jauh, duduk berjam-jam dalam rapat, bermain game, atau bekerja terus-menerus dapat meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan sistem kemih. Jika berlangsung lama, risiko infeksi saluran kemih, sistitis, atau masalah saluran kemih bagian atas akan meningkat. Ini adalah kebiasaan yang cukup umum di kalangan pekerja kantoran pria, tetapi seringkali diabaikan.
1.5. Minum terlalu sedikit air
Banyak orang minum sangat sedikit air putih tetapi mengonsumsi banyak kopi, teh kental, atau minuman ringan manis. Ketika tubuh mengalami dehidrasi dalam jangka waktu lama, urine menjadi lebih pekat, meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal dan mengurangi efisiensi pembuangan limbah metabolisme.
Jumlah air yang dibutuhkan setiap hari bergantung pada cuaca, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Untuk orang dewasa yang sehat, asupan air total sekitar 1,5-2 liter per hari umumnya dianggap tepat.
1.6. Begadang, kurang tidur.
Kurang tidur kronis dikaitkan dengan gangguan metabolisme, peningkatan aktivitas sistem saraf simpatik, dan peningkatan risiko hipertensi. Sementara itu, hipertensi dan diabetes adalah dua penyebab utama penyakit ginjal kronis.
Banyak orang mencari produk yang diiklankan sebagai "tonik ginjal" tetapi tetap memiliki kebiasaan begadang, sering minum alkohol, dan kurang aktif. Menurut para ahli, penyesuaian gaya hidup tetap menjadi faktor mendasar dalam melindungi fungsi ginjal.
1.7. Tekanan darah dan gula darah yang tidak terkontrol.
Ini adalah faktor risiko yang signifikan namun sering diabaikan, karena tekanan darah tinggi yang terus-menerus dapat merusak pembuluh darah kecil di glomerulus. Sementara itu, diabetes merupakan penyebab umum penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal di banyak negara.
Banyak kasus disfungsi ginjal tidak muncul tiba-tiba, tetapi merupakan akibat dari bertahun-tahun tidak terkontrolnya tekanan darah, gula darah, dan lipid darah.
2. Apa yang dapat saya lakukan untuk melindungi ginjal saya?
Kerusakan ginjal, jika dideteksi sejak dini, sepenuhnya dapat ditangani dan perkembangannya dapat diperlambat. Pria dengan hipertensi, diabetes, obesitas, merokok, konsumsi alkohol jangka panjang, atau riwayat keluarga penyakit ginjal sebaiknya menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan. Tes yang diperlukan meliputi kreatinin darah, eGFR, urinalisis, albuminuria, asam urat, glukosa darah, dan tekanan darah.
Selain itu, disarankan untuk:
- Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda.
- Batasi konsumsi alkohol Anda.
- Minumlah air yang cukup setiap hari.
- Jangan menggunakan obat dalam jangka waktu lama tanpa berkonsultasi dengan dokter.
- Tidurlah yang cukup.
- Aktivitas fisik sedang selama sekitar 150 menit per minggu.
- Jaga agar tekanan darah dan kadar gula darah tetap terkontrol dengan baik.
Silakan tonton video berikut untuk informasi lebih lanjut:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/7-thoi-quen-am-tham-lam-suy-yeu-than-nam-gioi-can-thay-doi-som-169260516194158805.htm








Komentar (0)