Saat suhu meningkat, meninggalkan barang-barang tertentu di dalam mobil bisa sangat berbahaya. Seorang pakar keselamatan mobil telah memperingatkan para pengemudi bahwa meninggalkan barang-barang di dalam mobil saat cuaca panas dapat berakibat serius.
Pakar Graham Conway, CEO Select Car Leasing, mengatakan banyak orang tidak menyadari bahwa barang-barang yang tampaknya tidak berbahaya dapat mengubah mobil Anda menjadi "bom panas".
"Cuaca panas membuat kita lebih memperhatikan barang-barang yang kita tinggalkan di dalam mobil," ujarnya. "Suhu di dalam mobil bisa naik jauh lebih cepat daripada di luar dan mencapai tingkat berbahaya dalam waktu singkat. Ada barang-barang yang sangat umum, mulai dari botol plastik hingga kaleng soda, korek api, atau barang elektronik, yang bisa menjadi bahaya nyata."
Berikut adalah tujuh barang yang Graham peringatkan agar tidak ditinggalkan di dalam mobil saat cuaca panas:
Kacamata hitam
Kacamata hitam adalah salah satu barang yang sebaiknya tidak ditinggalkan di dalam mobil saat cuaca panas. Para ahli otomotif juga memperingatkan bahwa kacamata hitam yang ditinggalkan di dalam mobil yang panas dalam waktu lama dapat menyebabkan bingkai kacamata berubah bentuk, lapisan reflektifnya terkelupas, dan bahkan ketika ditinggalkan di dasbor, lensanya yang melengkung dapat bertindak sebagai lensa konvergen, memantulkan cahaya, sehingga menyebabkan titik panas yang cukup besar untuk membakar kain jok atau kertas di sekitarnya.
Telepon seluler
Ponsel sangat sensitif terhadap panas, sehingga dapat cepat kepanasan jika ditinggalkan di dalam mobil yang diparkir dalam cuaca panas. Hal ini dapat menyebabkan baterai ponsel cepat rusak. Perangkat ini kemudian sangat rentan terhadap panas, yang dapat menyebabkannya mati secara otomatis atau bahkan merusak komponen internalnya. Dalam kasus yang parah, ponsel yang kepanasan dapat menimbulkan risiko kebakaran atau ledakan.
Tabir surya
Tabir surya juga merupakan barang yang sering terlupakan di dalam mobil, dan banyak pakar keselamatan menyarankan untuk tidak meninggalkannya di dalam mobil saat cuaca panas. Suhu tinggi dapat mengubah komposisi kimia krim, sehingga efek perlindungannya pada kulit hilang atau menyebabkan iritasi kulit jika digunakan kembali.
Tabung atau semprotan tabir surya bertekanan juga dapat melepuh, bocor atau sedikit meledak jika suhu di dalam kabin terlalu tinggi (dapat melebihi 50-60°C saat diparkir di luar ruangan).
Botol air
Meskipun Anda perlu membawa air untuk tetap terhidrasi, bawalah selalu. "Menyimpan botol air plastik di mobil bisa sangat berbahaya," kata Graham. "Panas dapat menyebabkan botol melengkung, melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam air. Belum lagi, botol air dapat berfungsi sebagai kaca pembesar, memfokuskan sinar matahari, dan menyebabkan kebakaran."
Semprotan ruangan
Kaleng semprot bertekanan bisa sangat berbahaya jika ditinggalkan di dalam mobil saat cuaca panas. Jika Anda memiliki deodoran, pengharum ruangan, hairspray, atau semprotan pembersih di dalam kaleng, tekanan di dalamnya akan meningkat seiring dengan kenaikan suhu, yang dapat menyebabkan kaleng meledak.
Hal ini bisa sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kebakaran atau cedera serius. Sekalipun tidak terjadi ledakan, panas tetap dapat merusak isi, mengurangi kinerja, atau menyebabkan kebocoran.
Elektronik dan baterai cadangan
Perangkat seperti laptop, tablet, dan pengisi daya portabel juga berisiko rusak jika dibiarkan dalam suhu tinggi.
Karena sebagian besar perangkat elektronik mengandung baterai litium-ion, baterai tersebut sensitif terhadap suhu ekstrem dan dapat membengkak, bocor, atau terbakar.
Sumber: https://baonghean.vn/7-item-populer-yang-tidak-boleh-digunakan-di-mobil-anda-di-hari-panas-dan-cerah-10302208.html
Komentar (0)