Kendaraan udara nirawak (UAV) bertenaga hidrogen pertama di Australia. (Sumber: UST) |
Uji terbang di Lembah Latrobe, Victoria selama akhir pekan merupakan lepas landas dan pendaratan vertikal pertama pesawat tanpa awak bertenaga hidrogen di Australia.
Penerbangan uji coba ini dilakukan dengan drone inovatif SHADE milik AIR Hub.
Penerbangan ini menandai tonggak penting bagi teknologi Australia dalam mobilitas udara karena merupakan penerbangan lepas landas dan pendaratan vertikal elektrik (eVTOL) pertama, dan yang pertama menggunakan drone bertenaga hidrogen.
Penerbangan yang sukses tersebut merupakan hasil kerja sama AIR Hub dengan mitra, peneliti, dan bisnis di industri penerbangan dan hidrogen Australia.
Drone SHADE dikembangkan melalui proyek Hidrogen ke Langit AIR Hub, yang didanai di bawah program Kemitraan Teknologi Penerbangan Berkembang Pemerintah Australia.
Tujuan proyek ini adalah untuk merancang dan mengintegrasikan sistem bertenaga hidrogen ke dalam pesawat tak berawak besar, memulai pengembangan komersial pesawat menggunakan teknologi bersih dan tanpa emisi.
Penerbangan yang sukses ini merupakan lompatan kuantum ke depan dalam penerbangan bersih, yang memungkinkan jangkauan yang lebih luas dibandingkan dengan UAV bertenaga baterai tradisional, sekaligus mengurangi dampak lingkungan melalui penggunaan bahan bakar hidrogen.
“Pencapaian ini menunjukkan komitmen Universitas Swinburne untuk mengembangkan teknologi penerbangan berkelanjutan,” kata Dr Adriano Di Pietro, Direktur AIR Hub.
“Keberhasilan penerbangan drone SHADE bertenaga hidrogen menandai tonggak penting, tidak hanya bagi proyek Hidrogen ke Langit, tetapi juga bagi perkembangan industri kedirgantaraan Australia secara keseluruhan,” ujarnya.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)