Baru-baru ini, pihak berwenang telah memeriksa dan menemukan banyak tempat usaha yang menggunakan daging babi untuk memalsukan daging sapi, dan mendistribusikannya dalam jumlah besar ke pasar. Dengan menggunakan daging babi, garam industri (natrium metabisulfit), darah babi, dan bahan kimia pewarna sebagai bahan baku, individu-individu ini "mengubah" daging tersebut menjadi daging sapi, kemudian mengemas, membekukan, dan menjualnya di pasar dengan kedok daging sapi.
Menurut Dr. Bui Hoang Bich Uyen, seorang spesialis Nutrisi di Rumah Sakit Umum Xuyen A di Kota Ho Chi Minh, garam industri seperti Natrium Metabisulfit dan banyak pewarna makanan sintetis dapat menyebabkan efek berbahaya seperti alergi, masalah pernapasan, dan bahkan dapat menyebabkan kanker, gangguan neurologis, atau gangguan perilaku jika terpapar dalam jangka waktu lama atau berulang, sementara konsumsi normal dalam batas yang diatur tampaknya aman bagi kebanyakan orang.
Berikut adalah empat cara untuk membantu konsumen membedakan antara daging sapi yang diolah secara kimia dan daging sapi murni:
Inspeksi manual
Gunakan jari Anda untuk menggosok dengan kuat: Tekan dan gosokkan jari Anda pada permukaan daging. Jika daging tersebut diwarnai secara buatan, pewarna makanan, atau darah sapi akan menempel di tangan Anda. Daging sapi asli memiliki warna merah alami dari jaringan otot, sehingga warnanya tidak akan menodai tangan Anda.
Daging sapi asli: Memiliki tekstur yang padat; saat ditekan, terasa sedikit lengket saat disentuh, dan serat dagingnya halus dan lembut.
Daging tiruan : Biasanya terasa rapuh, dengan serat otot yang besar dan pendek (terutama dari babi betina), dan kurang elastis saat ditekan.

Konsumen perlu memeriksa dan memilih daging dengan cermat untuk keluarga mereka, menghindari daging yang berwarna merah terang atau terlalu gelap, atau yang harganya sangat murah.
FOTO ILUSTRASI: AI
Perhatikan warna dan tekstur daging sapi tersebut.
Ciri | Daging sapi asli | Daging berwarna (daging palsu) |
Warna | Warna merah terang atau merah gelap yang seragam dari luar ke dalam. | Bagian luarnya berwarna merah cerah atau sangat gelap, tetapi ketika dipotong, bagian dalamnya jauh lebih terang warnanya. |
Rangkaian | Kecil, panjang, dan halus. | Besar, pendek, dan tidak halus (daging babi biasanya memiliki serat yang lebih besar). |
Warna lemak | kuning muda fitur. | Warna putih susu (lemak babi) atau lemak sapi ditambahkan menggunakan bahan kimia. |
Uji air
Anda bisa meminta penjual untuk memotong sepotong kecil dan membilasnya dengan air bersih di tempat. Jika air berubah menjadi merah tua dan warna daging berangsur-angsur memudar, itu pasti daging yang telah diberi pewarna buatan.
Rasa yang khas
Daging sapi asli memiliki aroma yang kuat dan menyengat secara alami. Daging sapi palsu seringkali diolesi lemak sapi atau darah untuk menciptakan aroma tersebut, tetapi aroma ini biasanya hanya bersifat permukaan dan mudah hilang. Saat dimasak, daging sapi asli mempertahankan rasa manisnya yang kaya, sedangkan daging sapi palsu seringkali terasa hambar atau berbau antibiotik (jika berasal dari induk babi yang sudah tua).
"Prioritaskan membeli daging dari sumber terpercaya, yang dijual di supermarket, toko, dan gerai. Hindari membeli daging yang harganya sangat murah atau warnanya merah terang secara seragam. Selain itu, prioritaskan membeli potongan daging utuh yang besar dan minta penjual untuk memotongnya dari balok, bukan membeli potongan yang sudah diiris atau diasinkan, karena potongan-potongan tersebut paling mudah dipalsukan," saran dokter tersebut.
Sumber: https://thanhnien.vn/bac-si-chi-ra-4-cach-phan-biet-thit-bo-that-va-gia-185260104091242715.htm






Komentar (0)