Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Misteri gigi di dahi hiu hantu dan strategi perkawinannya yang tidak biasa.

(Surat Kabar Dan Tri) - Penemuan gigi di dahi spesies ikan ini tidak hanya mengungkap karakteristik unik tetapi juga membuka jalan baru bagi penelitian tentang fleksibilitas dan kreativitas proses evolusi.

Báo Dân tríBáo Dân trí23/09/2025

Di kedalaman samudra yang paling dalam, tempat cahaya tidak dapat menembus, terdapat makhluk yang sangat aneh: hiu chimaera, yang juga dikenal sebagai hiu hantu.

Ikan ini tidak hanya memiliki penampilan yang menyeramkan dengan mata yang berc bercahaya, ekor panjang seperti cambuk, dan rahang yang kuat, tetapi juga mengejutkan komunitas ilmiah dengan struktur yang unik: gigi tumbuh di... dahinya.

Bí ẩn chiếc răng trên trán cá mập ma và chiến lược giao phối khác thường - 1

Hiu hantu (Foto: Getty).

Sementara sebagian besar ikan menggunakan giginya untuk makan, hiu chimaera jantan menggunakan gigi depannya untuk tujuan yang sama sekali berbeda: reproduksi. Di balik anomali ini terdapat kisah evolusi yang membentang ratusan juta tahun, yang baru mulai diungkap oleh ilmu pengetahuan modern.

Struktur evolusi yang aneh

Menurut jurnal Science , hiu chimaera adalah ikan bertulang rawan laut dalam yang memiliki hubungan kekerabatan jauh dengan hiu dan pari.

Mereka berpisah dari nenek moyang yang sama sekitar 400 juta tahun yang lalu dan berevolusi ke arah yang berbeda. Tidak seperti hiu pada umumnya, yang memiliki gigi tajam yang terus diganti, chimaera memiliki gigi besar, permanen, dan berbentuk lempengan yang dirancang khusus untuk menghancurkan kerang seperti siput, kepiting, atau krustasea.

Bí ẩn chiếc răng trên trán cá mập ma và chiến lược giao phối khác thường - 2

Struktur gigi di dahi hiu hantu (Gambar: Science).

Namun, yang benar-benar mengejutkan para ilmuwan adalah tangkai kecil dan berdaging yang tumbuh di dahi jantan, yang dapat ditarik dan menyerupai joran pancing. Tangkai ini ditutupi dengan barisan duri melengkung seperti kait, sebuah fitur yang belum pernah terlihat sebelumnya pada vertebrata lain.

Struktur ini disebut tenakulum, dan telah lama membingungkan para ilmuwan: apakah itu duri kulit, duri reproduksi, atau gigi sungguhan?

Sebuah tim peneliti termasuk Karly Cohen, Gareth Fraser, dan Michael Coates melakukan analisis komprehensif terhadap ikan tikus berbintik – spesies chimera yang umum – menggunakan pencitraan CT, analisis histologis, dan data genetik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa duri-duri pada tenakulum tidak hanya menyerupai bentuk gigi asli, tetapi juga berasal dari jaringan gigi, yaitu jenis jaringan yang hanya ditemukan di rongga mulut.

Bahkan fosil chimera purba yang berusia lebih dari 300 juta tahun menunjukkan bahwa tenakulum dulunya terletak di dekat rahang atas, sebelum "berpindah" ke dahi selama jutaan tahun evolusi.

Ini berarti bahwa duri frontal yang kita lihat saat ini pada dasarnya adalah versi gigi yang lebih baik, yang fungsinya diubah dari makan menjadi reproduksi.

Dari peralatan makan hingga senjata reproduksi

Jadi mengapa hiu hantu membutuhkan gigi yang tumbuh di dahinya? Jawabannya terletak pada habitat unik mereka. Laut dalam gelap, dingin, dan memiliki arus yang kuat. Dalam kondisi ini, sulit bagi hiu jantan untuk menemukan pasangan, dan mempertahankan posisi kawin yang stabil bahkan lebih menantang.

Di sinilah tenakulum berperan. Jantan menggunakan tangkai bergigi ini untuk menempelkan dirinya dengan kuat pada sirip dada atau tubuh betina, menahannya di tempatnya selama proses perkawinan.

Menurut Profesor Coates, ini adalah salah satu contoh utama yang menunjukkan bagaimana evolusi dapat "mendaur ulang" struktur biologis yang sudah ada, dan menggunakannya kembali untuk tujuan yang sama sekali baru.

Dari seperangkat gigi yang digunakan untuk makan, hiu chimaera telah "mengubahnya" menjadi alat reproduksi – strategi bertahan hidup yang efektif di lingkungannya yang keras.

Penelitian ini juga menantang pandangan tradisional tentang gigi. Selama ini, para ilmuwan percaya bahwa gigi adalah struktur khas di rongga mulut, yang berfungsi untuk sistem pencernaan. Namun, kasus chimera menunjukkan bahwa gigi dapat berevolusi dalam posisi yang berbeda, dari luar ke dalam atau dari dalam ke luar, tergantung pada kebutuhan setiap spesies.

Meskipun telah ada selama ratusan juta tahun, hiu chimaera tetap menjadi spesies yang diselimuti misteri. Mereka biasanya hidup di kedalaman yang jauh di luar jangkauan manusia, hanya muncul sekilas dalam rekaman yang diambil oleh kapal selam atau kamera penelitian.

Dengan mata mereka yang bersinar dalam gelap dan tubuh mereka yang halus dan seperti hantu, chimera bukan hanya misteri biologis tetapi juga simbol keajaiban alam.

Penemuan gigi di dahi ikan ini tidak hanya mengungkap karakteristik unik tetapi juga membuka jalan baru bagi penelitian tentang fleksibilitas dan kreativitas proses evolusi.

Sumber: https://dantri.com.vn/khoa-hoc/bi-an-chiec-rang-tren-tran-ca-map-ma-va-chien-luoc-giao-phoi-khac-thuong-20250923084030039.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Festival Trang An

Festival Trang An

Melanggar batas.

Melanggar batas.

Tonton film saat istirahat.

Tonton film saat istirahat.