Para ilmuwan baru saja memperingatkan bahwa sub-varian baru virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19, yang disebut KP.2, lebih mudah menular dan lebih resistan terhadap vaksin daripada varian sebelumnya, termasuk varian XBB yang menyebabkan sebagian besar infeksi baru.

Gambar mikroskopis yang disediakan oleh Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS menunjukkan virus SARS-CoV-2 dalam sampel pasien COVID-19.
Studi ini dipublikasikan di bioRxiv, sebuah platform yang menampung naskah ilmiah sebelum ditinjau sejawat. Namun, temuan ini berpotensi menimbulkan ancaman signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan perlu dipantau secara ketat.
Menurut penelitian, KP.2 memiliki angka reproduksi sejati (Re) yang jauh lebih tinggi daripada varian JN.1, yang menunjukkan bahwa varian ini lebih mudah menular. Hal ini telah diamati di AS, Inggris, dan Kanada, di mana KP.2 menyebar dengan cepat.
KP.2 juga menunjukkan resistensi netralisasi yang tinggi, yang berarti dapat menghindari pertahanan sistem imun, baik dari vaksin maupun infeksi varian sebelumnya. Peningkatan resistensi vaksin ini mungkin sebagian menjelaskan peningkatan kasus COVID-19 yang disebabkan oleh KP.2.
Para ilmuwan menyerukan pemantauan ketat terhadap penyebaran KP.2 dan penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami mekanisme penularan varian ini dan resistensi vaksinnya. Informasi ini akan membantu para peneliti mengembangkan vaksin dan pengobatan yang lebih efektif di masa mendatang.
Sumber
Komentar (0)