Di tengah meningkatnya ketegangan global, latihan nuklir mendadak Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pertengahan Mei 2026 memberikan peringatan langsung kepada kalangan militer Barat.

Tidak lagi terbatas pada skenario simulasi taktis, Kremlin secara resmi telah mengaktifkan kekuatan penghancur penuh dari ' triad nuklirnya ' di ketiga lini: darat, laut, dan udara.

Mari kita telusuri lebih dekat spesifikasi teknis yang menakjubkan dan rahasia teknologi di balik senjata kiamat yang baru-baru ini dipamerkan oleh Rusia.

Rusia melakukan latihan nuklir skala besar, mengerahkan 64.000 tentara dan 7.800 peralatan. Video : Kompas.com

Rudal RS-24 Yars Rusia.jpg
Rudal balistik antarbenua (ICBM) Yars RS-24 Rusia. Foto: Tass/ Kementerian Pertahanan Rusia.

Rudal balistik antarbenua (ICBM) Yars RS-24. Video: Newsn9ne

Rahasia Su-57D: Senjata pamungkas untuk mendominasi langit di generasi mendatang. Rahasia Su-57D: Senjata pamungkas untuk mendominasi langit di generasi mendatang.

Acara yang berlangsung pada tanggal 19-21 Mei 2026 ini menandai tonggak sejarah yang luar biasa karena Kementerian Pertahanan Rusia memobilisasi kekuatan besar yang terdiri dari lebih dari 64.000 personel militer, ratusan platform peluncuran bergerak, dan sejumlah besar kapal selam strategis untuk berpartisipasi dalam transisi menuju kesiapan tempur.

Peluncuran rudal Sineva, dengan kecepatan Mach 24 dan jangkauan 11.500 km, telah membuat AS dan NATO merinding. Peluncuran rudal Sineva, dengan kecepatan Mach 24 dan jangkauan 11.500 km, telah membuat AS dan NATO merinding.

Para ahli militer internasional terkejut karena latihan ini, yang awalnya dijadwalkan sebagai latihan nuklir taktis yang berkoordinasi dengan Belarus, dengan cepat meningkat menjadi operasi skala penuh yang melibatkan pasukan strategis.

Ini merupakan penegasan kuat atas kemampuan serangan balik nuklir komprehensif Rusia, yang dicapai melalui kombinasi sempurna antara teknologi mekanik berat tradisional dan solusi panduan hipersonik generasi berikutnya.

Inti dari strategi pencegahan berbasis darat Rusia dalam latihan ini adalah rudal 'monster bergerak' RS-24 Yars , sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) andalan Pasukan Rudal Strategis.