Bisa bermain setara dengan Thailand
Tim voli putri Thailand saat ini berada di peringkat ke-13 dunia , mendominasi Asia Tenggara dalam waktu yang lama. Sementara itu, tim voli putri Vietnam saat ini berada di peringkat ke-32 dunia, telah berkali-kali berhadapan dengan Thailand tetapi belum mampu mengalahkan lawannya.
Jika sebelumnya, setiap kali kedua tim bertemu, Thailand selalu menciptakan situasi yang menekan, seringkali menang cepat 3-0, maka dalam 2 tahun terakhir, tim voli putri Vietnam telah banyak menyulitkan lawan. Bahkan, Nguyen Thi Bich Tuyen, Tran Thi Thanh Thuy, dan rekan-rekannya sempat bermain agresif melawan lawan ini. Pelatih tim voli putri Vietnam, Nguyen Tuan Kiet, mengatakan bahwa selisih level antara tim voli putri Vietnam dan tim Thailand kini telah menipis secara signifikan. Jika persiapan matang di segala aspek, tim Vietnam siap untuk mengalahkan lawan di pertandingan-pertandingan mendatang.
Thanh Thuy (kiri) dan tim bola voli putri Vietnam memiliki target tinggi pada tahun 2025.
Salah satu target utama tim voli putri Vietnam pada tahun 2025 adalah meraih medali emas di SEA Games ke-33 di Thailand pada bulan Desember. Jika berhasil, ini akan menjadi pencapaian bersejarah bagi tim voli putri Vietnam. Dan jika mereka ingin mencapai puncak, pelatih Nguyen Tuan Kiet dan timnya harus mengalahkan lawan tangguh mereka, Thailand.
Tahun 2025 juga merupakan tahun yang sibuk bagi tim voli putri Vietnam karena mereka akan pertama kali berpartisipasi dalam kejuaraan dunia di Thailand (Agustus). Selain itu, tim voli putri Vietnam juga berpartisipasi dalam dua turnamen internasional lainnya: Asian Challenge Volleyball Cup (Juni) dan Kejuaraan Asia Tenggara (SEA V.League, September). Turnamen-turnamen ini merupakan ajang bagi tim voli putri Vietnam untuk mengasah kemampuan demi tujuan terpenting, yaitu meraih medali emas SEA Games ke-33.
Siapkan pasukan lebih awal
Menghadapi target besar di tahun 2025, tim voli putri Vietnam akan berkumpul lebih awal, berlatih bergantian dengan kejuaraan voli nasional. Mengingat investasi klub-klub domestik yang belum merata, Pelatih Nguyen Tuan Kiet berharap tim akan berkumpul dalam jangka panjang untuk berlatih mengatasi kelemahan, membangun gaya bermain yang beragam, konsisten, dan sesuai untuk setiap posisi.
Kabar terbaik bagi tim voli putri Vietnam saat ini adalah performa pemukul Tran Thi Thanh Thuy yang mulai kembali pulih. Ia bermain untuk Klub Gresik Petrokimia Pupuk yang berlaga di Kejuaraan Indonesia (Proliga). Pemukul dengan tinggi 1,93 m ini kerap turun ke lapangan dan menjadi salah satu dari dua pemukul pencetak poin terbanyak bagi tim ini. Jika kembali ke performa puncaknya, Thanh Thuy dan Nguyen Thi Bich Tuyen akan menjadi kekuatan serangan yang tangguh bagi tim voli putri Vietnam. Namun, tim pelatih tim voli putri Vietnam masih perlu menghitung personel di posisi lain, terutama setter, untuk menjadi titik loncatan serangan. Kemampuan bertahan tim Vietnam juga perlu difokuskan untuk ditingkatkan agar tidak lengah menghadapi lawan-lawan kuat. Satu wajah yang telah dipanggil ke tim nasional dan memiliki tekad tinggi serta siap berkontribusi adalah Tran Thi Bich Thuy. Pemain blok tengah berusia 24 tahun ini saat ini bermain untuk GS Caltex Seoul Kixx di kejuaraan Korea, dan berjanji untuk menimba lebih banyak pengalaman serta keberanian untuk mengembangkan diri. Jika ia tampil baik di masa depan, Bich Thuy berpeluang untuk bersaing memperebutkan tempat di tim voli putri Vietnam.
Pelatih Nguyen Tuan Kiet mengatakan bahwa mental tim Vietnam telah meningkat pesat dalam dua tahun terakhir berkat bermain di banyak turnamen internasional. Namun, untuk meningkatkannya, setiap anggota tim harus terus berlatih.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/bong-chuyen-nu-vn-nham-muc-tieu-danh-bai-thai-lan-de-gianh-hcv-sea-games-33-185250119235200889.htm
Komentar (0)