Data digital: platform penelitian baru.
Di tengah transformasi digital yang pesat di berbagai bidang, industri geologi juga menghadapi tuntutan inovasi komprehensif. Teknologi digital tidak hanya mengubah cara penyimpanan informasi, tetapi juga secara bertahap mengubah proses survei dasar, pengolahan dokumen, dan manajemen data khusus.
![]() |
| Masan High-Tech Materials Company, bagian dari Masan Group, berfokus pada penerapan transformasi digital di bidang pertambangan mineral. Foto: MAI DAN |
Menurut Dr. Tran Binh Trong, Direktur Departemen Geologi dan Sumber Daya Mineral Vietnam ( Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup ), data geologi sebelumnya sebagian besar berupa catatan kertas, peta tradisional, atau disimpan secara tersebar di berbagai unit. Hal ini menimbulkan kesulitan yang cukup besar dalam mengumpulkan, berbagi, dan memanfaatkan informasi. Saat ini, sektor geologi bergerak menuju digitalisasi seluruh data, membangun sistem terpadu, dan manajemen terpusat untuk meningkatkan efisiensi penelitian dan pengelolaan sumber daya.
Faktanya, banyak proyek spektroskopi sinar gamma dengan skala 1:25.000 dan 1:50.000 telah dilaksanakan di area seluas lebih dari 95.000 km². Melalui proyek-proyek ini, pihak berwenang terkait telah mengumpulkan sejumlah besar data untuk membuat berbagai jenis peta lapangan, seperti peta medan magnet, peta medan radiasi gamma, dan peta yang menunjukkan konsentrasi unsur radioaktif K, U, dan Th. Hal ini dianggap sebagai sumber data yang berharga untuk penelitian geologi dan peramalan sumber daya mineral jika distandarisasi, didigitalisasi, dan diintegrasikan secara sinkron.
Menurut Bapak Kieu Huynh Phuong, Wakil Kepala Federasi Geofisika (Departemen Geologi dan Sumber Daya Mineral Vietnam), digitalisasi data geofisika yang dikombinasikan dengan penginderaan jauh, data geokimia, data geologi, dan hasil proyek konstruksi geologi seperti pengeboran, penggalian parit, pengambilan sampel, dll., bersama dengan perangkat lunak analitik khusus, telah menciptakan pergeseran signifikan dalam penerapan geofisika untuk survei geologi dan sumber daya mineral dasar. Proses ini tidak hanya meningkatkan efisiensi manajemen tetapi juga secara signifikan meningkatkan kemampuan untuk memproses, menganalisis, dan menafsirkan dokumen khusus.
Dalam investigasi lapangan yang sering menghadapi medan yang menantang dan kondisi cuaca yang kompleks, penerapan teknologi digital memberikan dukungan yang sangat berharga bagi unit-unit khusus. Ketika data dikelola pada platform modern, berbagi, menghubungkan, dan menganalisis informasi antar lembaga menjadi lebih cepat, berkontribusi pada waktu pemrosesan yang lebih singkat dan koordinasi yang lebih baik di antara bidang-bidang khusus. Terutama, kecerdasan buatan (AI) secara bertahap diintegrasikan ke dalam penelitian geologi. Berkat kemampuannya untuk memproses volume data yang besar dari berbagai sumber, AI mendukung pembangunan model geologi 2D dan 3D dengan akurasi yang lebih tinggi, sehingga penilaian potensi sumber daya dan perkiraan mineral menjadi lebih efektif daripada sebelumnya.
Teknologi modern membuka jalan untuk menemukan endapan mineral tersembunyi.
Seiring dengan transformasi digital, modernisasi teknologi survei geologi menjadi kebutuhan mendesak bagi industri geologi saat ini. Karena sumber daya mineral yang terekspos dan dangkal semakin menipis, pencarian badan bijih yang terletak jauh di bawah tanah membutuhkan metode penelitian yang lebih modern.
Menurut Bapak Quach Van Hieu, Wakil Kepala Departemen Organisasi-Administrasi Federasi Geofisika, tren survei saat ini berfokus pada pengolahan dan analisis anomali geofisika udara untuk mengidentifikasi struktur dalam yang berpotensi mengandung mineral. Dalam perencanaan periode 2021-2030, banyak daerah seperti Nghe An Barat, Vietnam Timur Laut dan Tengah Utara diprioritaskan untuk survei.
Di area-area ini, berbagai metode modern seperti geofisika udara, spektroskopi sinar gamma, dan pengukuran gravitasi digunakan untuk menilai prospek mineral pada kedalaman yang lebih dalam. Meskipun sebelumnya survei seringkali terbatas pada kedalaman beberapa ratus meter, cakupan penelitian kini telah diperluas secara signifikan, sehingga memudahkan penemuan sumber daya baru. Untuk memenuhi tuntutan fase investigasi baru ini, sektor geologi secara bertahap memodernisasi peralatan geofisika, teknologi pengeboran, dan infrastruktur teknologi informasinya. Tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan keandalan pengumpulan dan pengolahan data, tetapi juga untuk menguasai teknologi digital dalam membangun basis data geologi dan mineral serta menciptakan peta khusus yang terintegrasi.
Namun, seiring dengan investasi teknologi, permintaan akan sumber daya manusia berkualitas tinggi juga menjadi semakin mendesak. Pelatihan para profesional muda, peningkatan kemampuan mereka untuk mengakses teknologi baru, dan promosi kerja sama internasional dianggap sebagai solusi penting bagi sektor geologi untuk beradaptasi dengan tren perkembangan saat ini.
Jelas terlihat bahwa, mulai dari digitalisasi data dan aplikasi AI hingga modernisasi teknologi investigasi, sektor geologi secara bertahap mengembangkan metode operasional baru yang lebih ilmiah, modern, dan akurat. Ini bukan hanya perubahan teknologi tetapi juga pergeseran pola pikir penelitian dan pengelolaan sumber daya, yang berkontribusi pada peningkatan efisiensi dalam eksplorasi, penemuan, dan eksploitasi mineral, serta mendukung pembangunan berkelanjutan negara di era baru.
Sumber: https://www.qdnd.vn/giao-duc-khoa-hoc/chuyen-doi-so/buoc-ngoat-moi-trong-nganh-dia-chat-viet-nam-1042381








Komentar (0)