Kinhtedothi - Pemerintah mengeluarkan Keputusan No. 140/2024/ND-CP tanggal 25 Oktober 2024 yang mengatur likuidasi hutan tanaman.
Keputusan Presiden ini secara jelas menyebutkan dua alasan dilakukannya likuidasi hutan tanaman, yaitu:
1- Akibat bencana alam sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Penanggulangan Bencana Alam, antara lain: badai, depresi tropis, angin kencang di laut, angin puyuh, petir, hujan lebat, banjir, banjir bandang, genangan air; tanah longsor, penurunan tanah akibat hujan, banjir atau aliran air atau kekeringan; naiknya permukaan air, intrusi air asin, panas, kekeringan, kebakaran hutan alam, dingin, hujan es, kabut, embun beku, gempa bumi, tsunami dan jenis bencana alam, insiden dan malapetaka lainnya.
2- Akibat adanya hama, penyakit dan makhluk hidup lain yang merusak hutan.
Kasus-kasus hutan tanaman yang dilikuidasi
Keputusan Presiden ini dengan jelas menyatakan bahwa hutan tanaman dilikuidasi dalam kasus-kasus berikut:
- Hutan tanaman pada tahap penanaman modal mengalami kerusakan karena salah satu sebab sebagaimana tersebut di atas dan tidak memenuhi kriteria keberterimaan setelah penanaman sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal di bidang kehutanan.
Hutan tanaman setelah tahap investasi mengalami kerusakan akibat salah satu alasan yang disebutkan di atas dan tidak memenuhi standar nasional untuk hutan tanaman. Hanya pohon yang tidak lagi dapat pulih yang akan dieksploitasi atau ditebang; pohon yang masih dapat pulih akan dihitung, didata, dan diusulkan untuk solusi pemulihan dalam Rencana Likuidasi Hutan Tanaman sesuai Formulir No. 04 dalam Lampiran Keputusan ini.
Bentuk likuidasi hutan
Keputusan tersebut menetapkan bahwa hutan tanaman dilikuidasi dalam bentuk sebagai berikut:
1- Pembukaan dan pembersihan hutan yang tidak mempunyai nilai produk hutan;
2- Penjualan hasil hutan eksploitasi untuk hutan tanaman yang mempunyai hasil hutan yang bernilai.
3. Berdasarkan masing-masing jenis hutan dalam setiap kasus likuidasi di atas, instansi yang berwenang yang memutus likuidasi hutan tanaman harus memilih bentuk likuidasi hutan tanaman yang sesuai dengan kondisi spesifik setempat dan melaksanakan eksploitasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan.
Kewenangan untuk memutuskan likuidasi hutan tanaman
Menteri dan pimpinan lembaga pusat menetapkan kewenangan penetapan penetapan likuidasi hutan tanaman yang berada di bawah pengelolaan kementerian dan lembaga pusat.
Dewan Rakyat Provinsi berwenang memutuskan likuidasi hutan tanaman yang dikelola daerah.
Prinsip-prinsip pembukaan hutan
Dalam Perpres ini secara tegas disebutkan bahwa dalam pelaksanaan likuidasi hutan tanaman wajib memperhatikan asas: Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan, peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal asing, dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan negara; Melaksanakan likuidasi hutan tanaman tepat waktu, sehingga tidak menimbulkan kerugian dan pemborosan dana dan aset; Melaksanakan likuidasi kawasan hutan tanaman yang rusak dan menjamin kelengkapan dokumen hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta memulihkan kondisi hutan pasca likuidasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan.
[iklan_2]
Sumber: https://kinhtedothi.vn/cac-truong-hop-rung-trong-duoc-thanh-ly.html
Komentar (0)