Jenderal Nguyen Tan Cuong, Kepala Staf Umum Tentara Rakyat Vietnam dan Wakil Menteri Pertahanan Nasional , baru saja menandatangani dan mengeluarkan Surat Edaran 65/2025 dari Kementerian Pertahanan Nasional tentang perubahan dan penambahan sejumlah pasal dalam surat edaran tersebut.
Secara khusus, mengubah dan melengkapi sejumlah pasal dalam Surat Edaran 07/2016 Menteri Pertahanan Nasional yang mengatur penganugerahan, promosi, dan penurunan pangkat militer; pengangkatan dalam jabatan, penurunan pangkat, dan pemberhentian; jabatan yang setara dan pangkat militer tertinggi untuk jabatan bintara dan prajurit Tentara Rakyat Vietnam.
Menurut surat edaran baru, Panglima Komando Pertahanan Daerah memutuskan untuk menganugerahkan pangkat prajurit kepada warga negara yang telah mendaftar untuk bertugas dalam pasukan cadangan Tentara Rakyat dan telah diatur dan ditunjuk untuk unit mobilisasi cadangan.

Panglima Komando Pertahanan Daerah memutuskan untuk mempromosikan atau menurunkan pangkat menjadi sersan perwira bintara dan prajurit yang telah mendaftar untuk bertugas dalam pasukan cadangan Tentara Rakyat Vietnam dan telah diatur dan ditunjuk untuk unit mobilisasi cadangan.
Panglima Komando Pertahanan Daerah memutuskan untuk mengangkat, menurunkan pangkat, atau memberhentikan komandan regu dan posisi yang setara bagi perwira bintara dan prajurit cadangan yang telah mendaftar untuk bertugas di pasukan cadangan dan telah diatur dan ditunjuk untuk unit mobilisasi cadangan.
Panglima Kodam I, Panglima Kodam II, dan Panglima Komando Daerah Militer , sesuai dengan kewenangannya, memimpin dan berkoordinasi dengan satuan-satuan penerima, satuan-satuan di bawah kementerian dan lembaga yang bertugas membina satuan-satuan khusus cadangan dengan prajurit cadangan yang terdaftar dalam dinas militer di daerah (jika ada), menyelenggarakan penganugerahan, kenaikan pangkat, dan penurunan pangkat dalam militer, serta pengangkatan, penurunan pangkat, dan pemberhentian bintara dan prajurit cadangan.
Sebelumnya, berdasarkan Surat Edaran 07/2016, beberapa kewenangan di atas merupakan kewenangan Panglima Kodam di distrik, kabupaten, kota, atau kabupaten di bawah provinsi. Setelah Kodam dibubarkan dan dibentuknya Komando Daerah Pertahanan, kewenangan ini dialihkan kepada Panglima Kodam.
Sebelum penggabungan provinsi dan berakhirnya operasi tingkat distrik, negara ini memiliki 63 komando militer provinsi dan kotamadya (kecuali Hanoi dan Kota Ho Chi Minh yang memiliki karakteristiknya masing-masing). Setelah pembubaran 696 komando militer tingkat distrik dengan 34 provinsi dan kotamadya baru, terdapat 145 komando pertahanan daerah. Beberapa provinsi hanya memiliki 3 komando, tetapi ada juga yang memiliki hingga 6 komando pertahanan daerah (sesuai dengan setiap lokasi, wilayah, populasi, serta kebutuhan militer dan pertahanan...).
Peraturan baru tentang perekrutan militer
Surat Edaran Nomor 65 Kementerian Pertahanan Nasional tersebut juga mengubah dan melengkapi sejumlah pasal dalam Surat Edaran Nomor 241 Tahun 2017 tentang seleksi dan rekrutmen prajurit, pekerja, dan pejabat pertahanan profesional.
Surat Edaran ini mengubah kriteria penerimaan anggota militer, yaitu memiliki kualitas politik dan moral sesuai dengan ketentuan Surat Edaran Nomor 05 Tahun 2019, Pasal 10 Surat Edaran Nomor 263 Tahun 2013, serta memiliki kemampuan dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan, siap berjuang dan berkorban untuk membela Partai, Negara, rakyat dan rezim sosialis, kemerdekaan, kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keamanan nasional.
Terkait kesehatan, harus memenuhi standar kesehatan tipe 1, tipe 2, tipe 3 sesuai ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 105 Tahun 2023 yang mengatur tentang standar kesehatan dan pemeriksaan kesehatan bagi subjek yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Pertahanan Negara.
Sumber: https://vietnamnet.vn/chi-huy-truong-ban-chi-huy-phong-thu-khu-vuc-duoc-thang-giang-cap-quan-ham-2419549.html
Komentar (0)