Dalam seminar gizi yang diselenggarakan oleh Institut Kedokteran Terapan Vietnam baru-baru ini, Dr. Truong Hong Son, Direktur Institut tersebut, menyampaikan bahwa angka stunting pada anak-anak Vietnam telah menurun secara signifikan, dari 50% (1 dari 2 anak mengalami stunting) menjadi 20%. Namun, sekitar 50% anak masih belum mencapai tinggi badan ideal.
Bertubuh pendek tidak hanya memengaruhi penampilan.
Ia menekankan bahwa bertubuh pendek tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit tidak menular (kardiovaskular, diabetes, penyakit tulang dan sendi, serta obesitas). Misalnya, dengan berat badan yang sama, yaitu 60 kg, seseorang dengan tinggi badan 1,70 m memiliki IMT normal, tetapi jika tinggi badannya hanya 1,50 m, ia termasuk dalam kelompok kelebihan berat badan. Obesitas merupakan salah satu dari tiga faktor risiko terbesar penyakit tidak menular yang meningkat pesat di Vietnam.
Menurut penelitian terbaru, rata-rata tinggi badan pemuda Vietnam adalah 168,1 cm, dan tinggi badan perempuan 156,2 cm. Dalam 10 tahun, tinggi badan pemuda meningkat 3,7 cm, dan tinggi badan perempuan meningkat 1,4 cm.
Pada peta ketinggian global, Vietnam saat ini berada di peringkat 153 dari 201 negara. Di kawasan Asia Tenggara, Vietnam telah naik ke peringkat ke-4. Ini merupakan langkah maju yang besar dibandingkan 10 tahun lalu, ketika kita berada di paruh bawah kawasan ini.
Namun, tinggi rata-rata pria Vietnam masih jauh lebih rendah daripada rata-rata global (176,1 cm untuk pria dan 163,1 cm untuk wanita). Orang Vietnam masih bertubuh pendek.
Kehilangan satu hari dalam periode emas berarti kehilangan hari itu.
Tinggi badan orang tua akan menentukan kisaran tinggi badan anak-anak mereka, tetapi memaksimalkan tinggi badan anak-anak mereka (sesuai gen mereka) terutama bergantung pada gizi.
Dr. Son memberi contoh: jika tinggi badan ayah 1,68 m dan tinggi badan ibu 1,56 m (rata-rata tinggi badan orang Vietnam saat ini), maka tinggi badan anak laki-lakinya bisa mencapai sekitar 1,68 m hingga 1,74 m. Faktor penentu untuk menjadi lebih tinggi adalah nutrisi, lingkungan/penyakit, olahraga, dan tidur.
Di Vietnam, program suplementasi nutrisi dan perbaikan kondisi hidup juga telah membantu meningkatkan tinggi badan secara signifikan selama 20 tahun terakhir. Namun, masih banyak hambatan yang dihadapi.
Alasan utama mengapa orang Vietnam belum mencapai tinggi badan yang diinginkan adalah kekurangan zat gizi mikro sejak usia dini, dimulai sejak dalam kandungan. Angka bayi berat lahir rendah masih tinggi, dan kekurangan zat gizi mikro umum terjadi pada ibu hamil. Ketika anak-anak beranjak dewasa, kebanyakan keluarga hanya berfokus pada asupan makanan yang cukup dan penambahan berat badan, tanpa memperhatikan zat gizi mikro yang penting untuk perkembangan tinggi badan.
Kesalahan lainnya adalah orang tua tidak memanfaatkan tahap emas pertumbuhan. "Tinggi badan hanya berkembang hingga usia sekitar 19 tahun. Tahap terpenting adalah 1.000 hari pertama kehidupan (termasuk kehamilan dan 2 tahun pertama setelah kelahiran), prasekolah, dan pubertas. Melewatkan satu tahap pun berarti kehilangan kesempatan untuk tumbuh lebih tinggi pada tahap tersebut," tegas Dr. Son.
Dokter menyarankan untuk fokus pada suplementasi mineral penting seperti kalsium, zat besi, seng, vitamin A, D, K2... untuk meningkatkan tinggi badan anak.
"Untuk menyerap kalsium, vitamin D, terutama D3, dibutuhkan. Saat memasuki aliran darah, vitamin K2 berperan penting, membawa kalsium ke titik yang tepat di tulang," jelas Dr. Son saat membahas hubungan antar-mikronutrien.
Ahli gizi menyarankan agar orang tua memberi anak-anak mereka beragam makanan. Vitamin D banyak terdapat dalam telur dan susu; vitamin K2 banyak terdapat dalam makanan fermentasi seperti natto Jepang, dan juga ditemukan pada ayam, bebek, dan angsa, tetapi kandungannya tidak tinggi. Dalam beberapa kasus, perlu dipertimbangkan penggunaan suplemen mikronutrien.
Namun, Dr. Son memperingatkan bahwa suplementasi harus dikonsultasikan dengan ahlinya. Hindari membeli produk yang tidak jelas asal usulnya karena kandungannya mungkin tidak terjamin atau terpengaruh oleh kondisi penyimpanan yang buruk seperti cahaya dan suhu.
TH (menurut Vietnamnet)Sumber: https://baohaiduong.vn/chieu-cao-nguoi-viet-dang-van-trong-nhom-thap-be-414605.html
Komentar (0)