Perluasan cakupan regulasi kegiatan produksi emas batangan
Pemerintah baru saja menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 232 tanggal 26 Agustus 2025 yang mengubah dan melengkapi sejumlah pasal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 tentang Pengelolaan Kegiatan Perdagangan Emas.
Keputusan Presiden Nomor 232 telah menghapuskan Pasal 3, Pasal 4 Keputusan Presiden Nomor 24, dengan menghapuskan mekanisme monopoli Negara atas produksi emas batangan, ekspor emas mentah, dan impor emas mentah untuk memproduksi emas batangan.
Terkait ruang lingkup pengaturan, Peraturan No. 232 melengkapi produksi emas batangan.
Secara khusus, Keputusan ini mengatur kegiatan perdagangan emas, termasuk produksi dan pengolahan perhiasan emas dan seni rupa; pembelian dan penjualan perhiasan emas dan seni rupa; produksi emas batangan; pembelian dan penjualan emas batangan; ekspor dan impor emas dan kegiatan perdagangan emas lainnya, termasuk perdagangan emas pada rekening dan derivatif emas.
Selain itu, Keputusan No. 232 mengubah dan melengkapi Klausul 2, Pasal 3 Keputusan No. 24 tentang konsep emas batangan. Emas batangan adalah produk emas yang dicetak menjadi kepingan-kepingan, diberi cap huruf, nomor berat dan kualitas, serta kode perusahaan dan bank komersial yang diizinkan oleh Bank Negara Vietnam (SBV) untuk diproduksi; emas batangan diproduksi oleh SBV pada setiap periode.
Berdasarkan peraturan baru tersebut, frasa "lembaga perkreditan" diubah menjadi "bank umum" untuk menyesuaikan dengan ruang lingkup kegiatan usaha bank umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Lembaga Perkreditan dan orientasinya untuk hanya memperbolehkan bank umum (tidak termasuk lembaga perkreditan lainnya) untuk melaksanakan kegiatan produksi emas batangan, ekspor dan impor emas.
Keputusan No. 232 juga mengubah dan melengkapi Pasal 6, Pasal 4, yang menyatakan bahwa produksi emas batangan merupakan kegiatan usaha bersyarat dan wajib mendapatkan izin dari Bank Negara. Perubahan dan penambahan ini sejalan dengan tujuan peralihan dari mekanisme monopoli produksi emas batangan menjadi mekanisme perizinan kegiatan produksi emas batangan.

Produk batangan emas suatu bisnis (Foto: Manh Quan).
Pembelian emas sejumlah 20 juta VND/hari atau lebih harus dibayar melalui rekening bank.
Peraturan No. 232 juga melengkapi Pasal 10, Pasal 4 Peraturan No. 24 tentang pembayaran pembelian dan penjualan emas. Khususnya, pembayaran pembelian dan penjualan emas senilai VND 20 juta atau lebih per hari oleh nasabah wajib dilakukan melalui rekening pembayaran nasabah dan rekening pembayaran perusahaan perdagangan emas yang dibuka di bank umum atau cabang bank asing.
Penambahan peraturan di atas bertujuan untuk memastikan persyaratan otentikasi informasi nasabah, tetapi tidak menimbulkan kewajiban tambahan bagi nasabah karena otentikasi telah dilakukan ketika nasabah membuka dan menggunakan rekening pembayaran di bank umum dan cabang bank asing. Peraturan ini juga bertujuan untuk meningkatkan publisitas dan transparansi dalam transaksi jual beli emas.
Peraturan Pemerintah Nomor 232 ini melengkapi Pasal 5a, Pasal 6 tentang Kewajiban Perusahaan yang Memproduksi Perhiasan Emas dan Seni Rupa.
Oleh karena itu, ketika menjual emas mentah yang dibeli dari perusahaan, bank umum harus membuat dan menggunakan faktur elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; menyimpan data transaksi penjualan emas mentah secara lengkap dan akurat; dan terhubung untuk memberikan informasi kepada Bank Negara sesuai dengan peraturan Gubernur Bank Negara.
Menambahkan tanggung jawab perusahaan yang bergerak di bidang produksi perhiasan emas dan seni rupa saat menjual emas mentah yang dibeli dari perusahaan dan bank umum harus membuat dan menggunakan faktur elektronik; menyimpan data untuk memastikan transparansi dan kontrol dalam transaksi pembelian dan penjualan emas mentah.
Sumber: https://dantri.com.vn/kinh-doanh/chinh-thuc-xoa-bo-co-che-nha-nuoc-doc-quyen-san-xuat-vang-mieng-20250826160641840.htm
Komentar (0)