Kunjungan kerja Presiden dilakukan atas undangan Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi beserta istrinya, dan Presiden Angola João Manuel Gonçalves Lourenço beserta istrinya.
Turut mendampingi Presiden dan istrinya adalah: Kepala Komisi Urusan Dalam Negeri Pusat Phan Dinh Trac; Jenderal Phan Van Giang, Menteri Pertahanan Nasional; Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Bui Thanh Son; Kepala Kantor Presiden Le Khanh Hai; Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nguyen Kim Son; Letnan Jenderal Senior Le Quoc Hung, Wakil Menteri Keamanan Publik .
Turut hadir dalam delegasi tersebut: Ketua Mahkamah Agung Kejaksaan Rakyat Nguyen Huy Tien; Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Phan Tam; Wakil Menteri Luar Negeri Nguyen Minh Hang; Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Phan Thi Thang; Wakil Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup Vo Van Hung; Duta Besar Vietnam untuk Mesir Nguyen Huy Dung; Duta Besar Vietnam untuk Angola Duong Chinh Chuc; Tn. Duong Quoc Hung, Asisten Presiden.

Mesir memiliki posisi geostrategis yang sangat penting, merupakan salah satu negara paling berpengaruh di Timur Tengah, Afrika, dan dunia Arab, dan merupakan kantor pusat Liga Arab.
Ini adalah kunjungan pertama seorang pemimpin penting Vietnam dalam tujuh tahun. Dalam hal politik dan diplomasi, Vietnam dan Mesir memiliki hubungan historis yang panjang dan sangat erat sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1963. Kedua negara secara aktif saling mendukung dalam perang perlawanan pembebasan nasional serta di organisasi internasional dan forum multilateral.
Dari segi ekonomi, perdagangan, dan investasi, Mesir merupakan pasar penting bagi Vietnam di kawasan ini. Omzet perdagangan bilateral pada tahun 2024 akan mencapai 541,36 juta dolar AS, tertinggi di Afrika Utara.
Mesir saat ini memiliki 22 proyek investasi terdaftar di Vietnam dengan total modal sekitar 2,87 juta dolar AS. Kedua belah pihak telah menandatangani perjanjian kerja sama antara Hanoi - Kairo (Juli 2023) dan Ninh Binh - Luxor (Agustus 2018).
Bagi Angola , ini adalah kunjungan kenegaraan pertama seorang kepala negara Vietnam ke Angola dalam 17 tahun.
Dalam hal politik dan diplomasi, kedua pihak dan negara memiliki hubungan persaudaraan yang setia, saling mendukung dan menyemangati secara aktif dalam perjuangan melawan kolonialisme, imperialisme, pembebasan nasional, dan dalam perjuangan pembangunan dan pertahanan nasional saat ini. Kedua negara secara rutin bertukar delegasi, menjalin kontak tingkat tinggi, dan saling mendukung di forum-forum multilateral.
Kerja sama ekonomi, investasi, dan perdagangan kedua negara akhir-akhir ini menunjukkan perkembangan positif, dengan omzet perdagangan mencapai hampir 250 juta dolar AS pada tahun 2024. Minat perusahaan-perusahaan Vietnam terhadap pasar Angola di bidang minyak dan gas, tenaga air, pertanian, kehutanan, dan pertambangan belakangan ini sangat tinggi.
Angola memiliki komunitas Vietnam terbesar di Afrika dengan sekitar 6.000 orang, dibentuk pada tahun 1980-an dengan inti para ahli medis dan pendidikan.
Angola saat ini menjabat sebagai Ketua Uni Afrika yang beranggotakan 54 negara, sebuah kekuatan penting di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan forum-forum multilateral. Kunjungan Presiden bertepatan dengan peringatan 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Vietnam dan Angola (1975-2025).
Kunjungan tersebut merupakan kesempatan bagi Vietnam untuk mempromosikan, memperdalam, meningkatkan dan meningkatkan hubungan dengan negara-negara yang memainkan peran dan posisi penting di Afrika.
Kunjungan Presiden ke Afrika juga menegaskan sikap baru Vietnam untuk siap berkontribusi lebih aktif terhadap perdamaian, kerja sama, dan pembangunan di benua itu dan di dunia.
Diharapkan bahwa Presiden Luong Cuong akan menyampaikan pidato penting di Liga Arab dan Parlemen Angola, dengan demikian menyampaikan pesan kebijakan Vietnam yang ingin memberikan kontribusi lebih besar kepada politik dunia, ekonomi global, dan peradaban manusia seperti yang telah berulang kali ditekankan oleh Sekretaris Jenderal To Lam.
Sumber: https://vietnamnet.vn/chu-tich-nuoc-luong-cuong-va-phu-nhan-len-duong-tham-ai-cap-angola-2428194.html
Komentar (0)