Pada akhir tahun 2025, Bapak dan Ibu Pham Hung Cuong ( Dong Thap ) menerima hibah tanah seluas 398 m² dari orang tua mereka, termasuk 200 m² lahan perumahan perkotaan dan sisanya berupa lahan untuk tanaman tahunan. Lahan tersebut telah diberikan Sertifikat Hak Penggunaan Lahan pada tahun 2013.
Saat ini, keluarga Bapak Cuong perlu mengubah tambahan lahan seluas 66 m² yang sebelumnya digunakan untuk tanaman pangan tahunan menjadi lahan perumahan perkotaan untuk membangun rumah. Beliau ingin mengetahui apakah area konversi lahan ini termasuk dalam kasus yang memenuhi syarat untuk pembebasan atau pengurangan biaya penggunaan lahan sesuai dengan Resolusi No. 254/2025/QH15 Majelis Nasional .

Ilustrasi.
Menanggapi masalah ini, Dinas Pajak Provinsi Dong Thap menyatakan bahwa perhitungan biaya penggunaan lahan ketika mengubah penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi lahan permukiman saat ini dilakukan sesuai dengan peraturan pada poin c, klausul 2, Pasal 10 Resolusi No. 254/2025/QH15 dan Peraturan Pemerintah No. 50/2026/ND-CP.
Sesuai peraturan, dalam kasus di mana lahan kebun, lahan kolam, atau lahan pertanian terletak dalam satu bidang tanah yang sama dengan lahan permukiman sebagaimana ditentukan selama proses pengakuan hak penggunaan lahan, biaya penggunaan lahan preferensial akan diterapkan ketika lahan tersebut diubah menjadi lahan permukiman. Secara khusus, untuk area yang diubah dalam batas alokasi lahan permukiman setempat, pengguna lahan hanya perlu membayar 30% dari selisih antara biaya penggunaan lahan yang dihitung berdasarkan harga lahan permukiman dan biaya penggunaan lahan yang dihitung berdasarkan harga lahan pertanian.
Untuk area yang melebihi batas alokasi lahan tetapi tidak lebih dari satu kali batas alokasi lahan perumahan, biayanya adalah 50% dari selisihnya. Jika area tersebut melebihi satu kali batas alokasi lahan perumahan, maka 100% dari selisihnya harus dibayarkan sesuai peraturan.
Namun, kebijakan preferensial ini hanya diterapkan satu kali untuk setiap rumah tangga atau individu dan dihitung berdasarkan satu bidang tanah yang dipilih oleh pengguna tanah.
Keputusan No. 50/2026/ND-CP juga secara jelas menetapkan bahwa jika suatu rumah tangga atau individu memiliki beberapa bidang tanah di satu atau lebih lokasi berbeda yang diperbolehkan untuk mengubah tujuan penggunaan lahan, mereka hanya dapat memilih satu bidang tanah untuk menerapkan kebijakan biaya penggunaan lahan preferensial. Pengguna lahan harus berkomitmen terhadap hal ini dalam permohonan perubahan tujuan penggunaan lahan dan bertanggung jawab secara hukum atas komitmen tersebut.
Jika pihak berwenang menemukan bahwa pengguna lahan telah mendapatkan manfaat dari kebijakan preferensial tetapi terus mengajukan permohonan untuk lahan lain, otoritas pajak akan menghitung ulang biaya penggunaan lahan sebesar 100% dari selisih antara harga lahan perumahan dan harga lahan pertanian. Selain itu, pengguna lahan juga harus membayar sejumlah uang yang setara dengan denda keterlambatan pembayaran sebagaimana diatur dalam undang-undang pengelolaan pajak.
Selanjutnya, Keputusan Presiden Nomor 50/2026/ND-CP juga menetapkan bahwa perhitungan jumlah kali perubahan tujuan penggunaan lahan, penentuan batas alokasi lahan untuk lahan perumahan, dan pemilihan bidang tanah yang akan diterapkan kebijakan preferensial akan dihitung mulai tanggal 1 Agustus 2024.
Untuk kasus di mana instansi pemerintah telah mengizinkan perubahan tujuan penggunaan lahan antara tanggal 1 Agustus 2024 dan sebelum tanggal 1 Januari 2026, tetapi biaya penggunaan lahan belum dibayar atau belum dibayar penuh, masyarakat dapat meminta otoritas pajak untuk menghitung ulang biaya penggunaan lahan sesuai dengan kebijakan baru. Pengguna lahan harus mengajukan permohonan tertulis untuk perhitungan ulang atau penghitungan ulang biaya penggunaan lahan sebelum tanggal 1 Januari 2027. Setelah tanggal tersebut, kebijakan preferensial berdasarkan peraturan transisi tidak akan berlaku lagi.
Menurut Dinas Pajak Provinsi Dong Thap, jika kasus Bapak Pham Hung Cuong sepenuhnya memenuhi syarat berdasarkan Resolusi No. 254/2025/QH15 dan Keputusan No. 50/2026/ND-CP, beliau akan dipertimbangkan untuk mendapatkan tarif pajak penggunaan lahan preferensial ketika mengubah tujuan penggunaan lahan.
Setelah menerima semua dokumen yang diperlukan dari Komite Rakyat tingkat kecamatan, otoritas pajak akan menghitung biaya penggunaan lahan dan menerbitkan surat pemberitahuan pembayaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/chuyen-dat-vuon-sang-dat-o-duoc-tinh-tien-su-dung-dat-uu-dai-ra-sao-169260525143227061.htm








Komentar (0)